Peresmian Asrama Efata: HOUSE OF GRACE, RESTORATION, AND HOPE

2 Tawarikh 7:11–16

2 Tawarikh 7:11 Demikianlah Salomo menyelesaikan rumah TUHAN dan istana raja, dan berhasil melaksanakan dalam rumah TUHAN dan dalam istananya segala sesuatu yang timbul dalam hatinya. (12) Kemudian TUHAN menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan berfirman kepadanya: “Telah Kudengar doamu dan telah Kupilih tempat ini bagi-Ku sebagai rumah persembahan. (13) Bilamana Aku menutup langit, sehingga tidak ada hujan, dan bilamana Aku menyuruh belalang memakan habis hasil bumi, dan bilamana Aku melepaskan penyakit sampar di antara umat-Ku, (14) dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka. (15) Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. (16) Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.

Hari ini kita tidak hanya meresmikan sebuah asrama.
Kita sedang mempersembahkan sebuah tempat kepada Tuhan.

Rumah Tuhan bukan hanya gedung gereja.
Rumah Tuhan adalah setiap tempat yang didedikasikan menjadi altar bagi Tuhan.

Altar adalah tempat manusia bertemu Tuhan.
Tempat di mana manusia menerima kasih Karunia, pemulihan dan pengharapan.


1. THIS PLACE WILL BE A HOUSE OF GRACE

Tempat di mana kasih karunia Tuhan dinyatakan

(14) dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Banyak orang datang ke rumah pemulihan dengan:

  • masa lalu yang hancur,
  • rasa malu,
  • kegagalan,
  • kecanduan,
  • luka batin,
  • dan penyesalan.

Kasih karunia Tuhan lebih besar daripada kegagalan manusia.

Dalam peristiwa perempuan yang tertangkap berbuat zinah (Yohanes 8:1–11), ketika orang banyak ingin menghukum dan melempari dia dengan batu, Yesus justru menunjukkan kasih karunia. Yesus tidak membenarkan dosanya, tetapi juga tidak membiarkan hidupnya dihancurkan oleh masa lalunya. Yesus berkata, “Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi.” Peristiwa ini menunjukkan bahwa kasih karunia Tuhan selalu lebih besar daripada kegagalan manusia. Tuhan bukan hanya sanggup mengampuni dosa, tetapi juga memulihkan masa depan seseorang.

Rumah ini harus menjadi tempat: orang diterima, bukan dihakimi,

Kadang yang paling dibutuhkan seseorang bukan penghukuman, tetapi kesempatan untuk mengalami kasih Tuhan.


2. THIS PLACE WILL BE A HOUSE OF RESTORATION

Tempat di mana Tuhan memulihkan hidup

(14) dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.

Dalam Bible, kata “memulihkan” berasal dari kata Ibrani רָפָא (rapha) yang berarti:

  • menyembuhkan,
  • memperbaiki,
  • memulihkan,
  • membuat menjadi utuh kembali.

Kata ini sering dipakai dalam Alkitab untuk:

  • penyembuhan fisik,
  • pemulihan rohani,
  • pemulihan relasi,
  • bahkan pemulihan suatu bangsa atau negeri.

“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.”
— Mazmur 147:3

“God specializes in giving people a fresh start.”
— Rick Warren


3. THIS PLACE WILL BE A HOUSE OF HOPE

Tempat di mana orang menemukan masa depan di dalam Tuhan

(15) Sekarang mata-Ku terbuka dan telinga-Ku menaruh perhatian kepada doa dari tempat ini. (16) Sekarang telah Kupilih dan Kukuduskan rumah ini, supaya nama-Ku tinggal di situ untuk selama-lamanya, maka mata-Ku dan hati-Ku akan ada di situ sepanjang masa.

  • Setiap kehidupan dilihat Tuhan: Tuhan peduli kepada setiap manusia
  • Setiap Doa didengar Tuhan
  • Nama Tuhan ditinggikan di tempat ini.
  • Hati Tuhan ada di sini, dan apapun yang dilakukan karena kita menangkap dan mencerminkan hati Tuhan.

May it never become just a job, but always remain life-giving.

Harapan Kristen bukan optimism kosong.
Harapan Kristen lahir dari keyakinan bahwa Tuhan masih bekerja.

Selama Tuhan masih bekerja, masa depan belum selesai.

Harapan sering kali lahir bukan ketika keadaan berubah, tetapi ketika seseorang kembali menemukan Tuhan.


PENUTUP

Hari ini kita mempersembahkan tempat ini kepada Tuhan.

Kiranya tempat ini:

  • bukan hanya menjadi bangunan,
  • tetapi menjadi altar,
  • tempat manusia bertemu Tuhan.
  • Tempat orang mengalami kasih Bapa
  • Tempat orang memiliki harapan baru.

Tinggalkan komentar