Keluaran 33:19 (TSI) Kata TUHAN, “Aku akan memperlihatkan kepadamu seluruh kebaikan-Ku sambil menyatakan arti nama-Ku, yaitu ‘Akulah TUHAN. Aku akan berbaik hati dan berbelas kasihan kepada siapa pun yang Aku inginkan.’
#1. Tuhan memperkenalkan diri-Nya dan menyatakan kemuliaan-Nya, bukan pertama-tama melalui kuasa-Nya,
tetapi melalui kebaikan-Nya.
Kel.33:18 (FAYH) Lalu Musa berkata, “Hamba mohon kiranya Engkau mengizinkan hamba melihat kemuliaan-Mu.”
Ada satu hal yang sangat indah dalam perjalanan Musa. Ketika Musa meminta melihat kemuliaan Tuhan, Tuhan menjawab:
“Aku akan memperlihatkan kepadamu seluruh kebaikan-Ku sambil menyatakan arti nama-Ku, yaitu ‘Akulah TUHAN. Aku akan berbaik hati dan berbelas kasihan kepada siapa pun yang Aku inginkan.’
Kata “kebaikan” di sini memakai kata Ibrani ṭûb (טוּב), yang berarti:
- goodness,
- beauty,
- pleasantness,
- generosity,
- kindness.
Bahkan kalimat berikutnya berkata:
“Aku akan berbaik hati dan berbelas kasihan…”
Kata “berbelas kasihan” berasal dari kata Ibrani rāḥam (רָחַם), yang berkaitan dengan kasih seorang ibu terhadap anak dalam kandungannya—kasih yang lembut, penuh belas kasihan, dan penuh perhatian.
Artinya: di balik kekudusan Tuhan, ada hati Bapa yang penuh kasih.
#2. Karena goodness is not what God does occasionally, goodness is who God is.
Salah satu kesalahan manusia adalah menilai kebaikan Tuhan berdasarkan keadaan hidup.
Ketika keadaan lancar,
keuangan baik,
kesehatan baik,
keluarga baik,
kita mudah berkata:
“Tuhan baik.”
Tetapi bagaimana ketika:
- sakit datang,
- doa belum dijawab,
- hidup tidak berjalan sesuai harapan,
- musim sulit terjadi?
Apakah Tuhan tetap baik? Alkitab menjawab: ya.
Karena Tuhan tidak menjadi baik hanya ketika keadaan hidup kita baik.
Ia baik setiap waktu.
Kebaikan Tuhan bukan sekadar sesuatu yang Ia lakukan sesekali, tetapi bagian dari natur dan karakter-Nya.
Seperti api menghasilkan panas,
matahari menghasilkan terang,
demikian juga Tuhan menghasilkan kebaikan.
Ia tidak bisa menyangkal siapa diri-Nya.
Itulah sebabnya Daud tidak berkata: “Tuhan kadang-kadang baik.”
Tetapi: “TUHAN itu baik kepada semua orang.”
Kata “baik” dalam Mazmur 145:9 memakai kata Ibrani ṭôb (טוֹב), yang berarti:
- good,
- pleasant,
- beneficial,
- beautiful,
- life-giving.
Artinya: segala sesuatu yang keluar dari Tuhan pada dasarnya membawa kehidupan dan kebaikan.
Kadang kebaikan Tuhan tidak selalu hadir dalam bentuk mujizat besar.
Seringkali, kebaikan Tuhan terlihat dalam hal-hal sederhana:
- napas yang masih ada,
- tubuh yang masih bertahan,
- keluarga yang menopang,
- orang-orang yang mendoakan,
- kekuatan untuk bangun lagi,
- damai sejahtera di tengah badai,
- pengharapan untuk menjalani hari esok.
3. Seringkali Kebaikan Tuhan Paling Jelas Terlihat di Musim Tergelap Kehidupan
Mazmur 27:13 “Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!”
Ayat ini sangat kuat karena diucapkan Daud bukan saat hidupnya sedang baik-baik saja.
Daud pernah:
- dikejar Saul,
- hidup dalam ketakutan,
- bersembunyi di padang gurun,
- dikhianati,
- mengalami tekanan dan air mata.
Tetapi di tengah semua itu, Daud berkata: “Aku percaya akan melihat kebaikan Tuhan.”
Artinya:
iman bukan menyangkal adanya musim gelap,
tetapi tetap percaya bahwa Tuhan hadir di dalamnya.
Seringkali, justru di musim tergelap kehidupan,
- sakit datang,
- kekuatan habis,
- ketakutan menghampiri,
- hidup terasa rapuh,
mata rohani kita dibukakan untuk melihat kebaikan Tuhan dengan lebih jelas.
di situlah kita mulai melihat:
- Tuhan yang menopang,
- Tuhan yang memberi kekuatan,
- Tuhan yang tidak meninggalkan,
- Tuhan yang berjalan bersama kita.
Sebaliknya ketika hidup sedang nyaman, kita sering menikmati berkat Tuhan tanpa benar-benar menyadari penyertaan-Nya.
Kadang kita baru menyadari:
betapa berharganya kesehatan,
betapa berharganya keluarga,
betapa berharganya hidup,
dan betapa setianya Tuhan,
setelah melewati lembah kehidupan.
Seringkali bukti terbesar kebaikan Tuhan bukan hidup tanpa badai,
tetapi Tuhan yang tetap setia menjaga kita di tengah badai.
Dan ketika kita melihat ke belakang,
kita akan menyadari:
Tuhan tidak pernah meninggalkan kita satu langkah pun.
Apakah hari-hari ini kita terlalu fokus pada badai,
sehingga lupa melihat kebaikan Tuhan yang tetap bekerja di tengah badai itu?
#4. Kebaikan Tuhan Akan Mengikuti Hidup Kita
Mazmur 23:6 “Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku…”
Kadang kita tidak mengerti jalan Tuhan, tetapi kita bisa percaya hati-Nya.
Hari ini kita bersyukur,
karena kita melihat:
- Tuhan menjaga,
- Tuhan menopang,
- Tuhan memulihkan,
- dan Tuhan tetap baik.
Apakah hidup kita sudah menjadi kesaksian tentang kebaikan Tuhan?
Penutup
Mungkin kita tidak selalu mengerti semua alasan di balik musim kehidupan yang kita lalui.
Tetapi ada satu hal yang bisa kita pegang: Tuhan tetap baik.
Dan seringkali,
di musim yang paling gelap,
kita justru melihat cahaya kebaikan Tuhan paling nyata.