SHOW ME YOUR GLORY

Ketika Hadirat Tuhan Menjadi Kerinduan Terdalam Kita

Banyak orang datang kepada Tuhan karena membutuhkan sesuatu. Ada yang datang karena membutuhkan pertolongan, jawaban doa, pemulihan, jalan keluar, berkat, atau mujizat. Tidak ada yang salah dengan hal itu, karena memang Tuhan adalah Bapa yang baik dan Ia peduli terhadap kebutuhan anak-anak-Nya. Namun, ada satu tingkat kedewasaan rohani yang lebih dalam: ketika seseorang tidak lagi hanya mencari apa yang ada di tangan Tuhan, tetapi mulai merindukan hadirat Tuhan itu sendiri.

Musa memahami hal ini. Setelah bangsa Israel keluar dari Mesir dan sedang berjalan menuju Tanah Perjanjian, Musa menyadari bahwa yang paling penting bukanlah destinasi, bukan kemenangan, bukan tanah yang berlimpah susu dan madu, tetapi kehadiran Tuhan di tengah perjalanan mereka.

Keluaran 33:12–16 “Kemudian berkatalah Musa kepada TUHAN: ‘Engkau sendiri telah berfirman kepadaku: Bawalah bangsa ini berjalan, tetapi Engkau tidak memberitahukan kepadaku siapa yang akan Kautugaskan untuk menyertai aku. Namun Engkau telah berfirman: Aku mengenal engkau dengan nama, dan engkau juga mendapat kasih karunia di hadapan-Ku. Maka sekarang, jika aku kiranya mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, beritahukanlah kiranya jalan-Mu kepadaku, sehingga aku mengenal Engkau, supaya aku tetap mendapat kasih karunia di hadapan-Mu. Pertimbangkanlah pula, bahwa bangsa ini umat-Mu.’ Lalu Ia berfirman: ‘Aku sendiri hendak membimbing engkau dan memberikan ketenteraman kepadamu.’ Berkatalah Musa kepada-Nya: ‘Jika Engkau sendiri tidak membimbing kami, janganlah suruh kami berangkat dari sini. Dari manakah orang akan tahu, bahwa aku dan umat-Mu ini mendapat kasih karunia di hadapan-Mu, selain dari pada Engkau berjalan bersama dengan kami? Bukankah karena itu kami menjadi berbeda, aku dan umat-Mu ini, dari segala bangsa yang ada di muka bumi ini?’”

Musa memahami bahwa yang membedakan umat Tuhan bukan hanya ajaran, sistem, bangunan, atau aktivitas keagamaan mereka. Yang membedakan mereka adalah hadirat Tuhan.

“If Your Presence does not go with us, do not bring us up from here.” Exodus 33:15 (NKJV)

Ada begitu banyak orang yang mengejar hadiah Tuhan, tetapi melupakan Sang Pemberi hadiah itu sendiri. Padahal kekristenan sejati bukan sekadar tentang menerima sesuatu dari Tuhan, melainkan hidup dalam persekutuan dengan Tuhan.

“The Giver is more important than the gift.
The Blesser is more important than the blessing.
God’s presence is far more important than His presents.”

Berkat terbesar dalam hidup bukanlah apa yang Tuhan berikan, tetapi Tuhan itu sendiri.

“The real blessing is not what God gives, the real blessing is God Himself.”

Keluaran33:14 (TSI) Lalu TUHAN menjawab, “Aku sendiri akan menyertaimu dan memberikan kelegaan kepadamu.”

Musa tidak berhenti sampai di sana. Setelah mengalami begitu banyak mujizat, melihat laut terbelah, manna turun dari langit, dan penyertaan Tuhan yang luar biasa, Musa masih memiliki kerinduan yang lebih dalam lagi.

Keluaran 33:18 “Tetapi jawabnya: ‘Perlihatkanlah kiranya kemuliaan-Mu kepadaku.’”

(BIMK) Lalu Musa memohon, “Tuhan, perlihatkanlah saya cahaya kehadiran-Mu.”
(NKJV) And he said, “Please, show me Your glory.

Inilah tanda kedewasaan rohani yang sejati. Semakin seseorang mengenal Tuhan, seharusnya semakin besar kerinduannya akan Tuhan.

Daud memiliki kerinduan yang sama.

Mazmur 42:2–3 “Seperti rusa yang merindukan sungai yang berair, demikianlah jiwaku merindukan Engkau, ya Allah. Jiwaku haus kepada Allah, kepada Allah yang hidup. Bilakah aku boleh datang melihat Allah?”

“Siapa gerangan ada padaku di sorga selain Engkau? Selain Engkau tidak ada yang kuingini di bumi.” — Mazmur 73:25

Ketika seseorang benar-benar mengalami Tuhan, ia mulai menyadari bahwa tidak ada yang dapat menggantikan hadirat-Nya. Dunia mungkin menawarkan banyak hal, tetapi jiwa manusia hanya benar-benar dipuaskan di dalam Tuhan.

“Engkau memberitahukan kepadaku jalan kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa.” — Mazmur 16:11

Salah satu tanda kedewasaan rohani bukanlah sekadar banyaknya pengetahuan Alkitab atau lamanya seseorang melayani, tetapi adanya rasa lapar yang semakin besar akan Tuhan.

“Spiritual maturity is marked by
a growing hunger for God’s glory.”

Ketika Musa meminta agar Tuhan menunjukkan kemuliaan-Nya, Tuhan menjawab dengan sesuatu yang sangat menarik.

Keluaran33:19a (TSI) “Aku akan Kata TUHAN, memperlihatkan kepadamu seluruh kebaikan-Ku sambil menyatakan arti nama-Ku, yaitu ‘Akulah TUHAN.”

Kemuliaan Tuhan ternyata bukan hanya berbicara tentang cahaya, kuasa, atau manifestasi supernatural. Kemuliaan Tuhan juga dinyatakan melalui karakter-Nya—kebaikan-Nya, kasih karunia-Nya, belas kasihan-Nya, dan hati-Nya.

Keluaran 33:19b-20 (TSI) (19)Aku akan berbaik hati dan berbelas kasihan kepada siapapun yang Aku inginkan. (20) Namun, kamu tidak akan melihat wajah-Ku, sebab tidak seorang pun yang memandang-Kud apat tetap hidup.

“Tetapi firman-Ku: Ada suatu tempat dekat-Ku; engkau akan berdiri di atas gunung batu itu. Apabila kemuliaan-Ku lewat, maka Aku akan menempatkan engkau dalam lekuk gunung itu dan Aku akan menudungi engkau dengan tangan-Ku, sampai Aku lewat. Kemudian Aku akan menarik tangan-Ku dan engkau akan melihat belakang-Ku, tetapi wajah-Ku tidak akan kelihatan.’” — Keluaran 33:21–23

Dari bagian ini kita belajar bahwa semakin seseorang mendekat kepada Tuhan, semakin ia menyadari betapa kudus dan mulianya Tuhan. Hadirat Tuhan bukan sesuatu yang murahan. Hadirat Tuhan adalah sesuatu yang kudus.

1. Terus Kembangkan Kerinduan Akan Hadirat Tuhan

Kerinduan adalah awal dari encounter. Tuhan tidak pernah mengabaikan hati yang sungguh-sungguh mencari Dia.

“Hunger positions us for encounter.”

Banyak orang ingin mengalami Tuhan, tetapi tidak sungguh-sungguh mencari Tuhan. Ada perbedaan besar antara sekadar tertarik kepada Tuhan dan benar-benar lapar akan Tuhan.

“Apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu; apabila kamu mencari Aku, kamu akan menemukan Aku; apabila kamu menanyakan Aku dengan segenap hati, Aku akan memberi kamu menemukan Aku, demikianlah firman TUHAN.” — Yeremia 29:12–14a

Dalam The Message Translation:

“When you call on me, when you come and pray to me, I’ll listen.
When you come looking for me, you’ll find me.
Yes, when you get serious about finding me and want it more than anything else, I’ll make sure you won’t be disappointed.’ GOD’s Decree. — Jeremiah 29:12–14a (MSG)

Kerinduan akan Tuhan tidak pernah berakhir dengan kekecewaan. Tuhan selalu merespons hati yang sungguh-sungguh mencari Dia. Semakin kita mencari Tuhan, semakin kita menyadari bahwa hadirat-Nya jauh lebih berharga daripada apa pun yang bisa diberikan dunia.

Religious people find God useful. Christians find God beautiful.
Timothy Keller

DoI find God useful? or do I find God beautiful?

2. Cari Wajah Tuhan, Bukan Hanya Tangan-Nya

Banyak orang datang kepada Tuhan hanya ketika membutuhkan sesuatu. Mereka mencari tangan Tuhan—pertolongan-Nya, berkat-Nya, mujizat-Nya, dan jawaban doa-Nya. Tetapi Tuhan rindu agar kita mencari wajah-Nya.

Musa memahami hal ini. Ia tidak hanya menginginkan tanah perjanjian; ia menginginkan penyertaan Tuhan.

“Lalu TUHAN menjawab, ‘Aku sendiri akan menyertaimu dan memberikan kelegaan kepadamu.’” — Exodus 33:14 (TSI)

Kata “menyertai” dalam bahasa Ibrani memiliki akar kata yang sangat indah.

Menyertai (panim/paneh, Ibr.)
face, presence, countenance
(wajah, kehadiran, rupa muka)”

Artinya, Tuhan tidak hanya memberikan bantuan dari jauh. Tuhan memberikan hadirat-Nya sendiri.

Sering kali kita terlalu sibuk mencari apa yang ada di tangan Tuhan, sampai lupa menikmati siapa Tuhan itu sendiri. Padahal hubungan dengan Tuhan bukanlah hubungan transaksional. Kekristenan bukan tentang memakai Tuhan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik; kekristenan adalah mengenal dan menikmati Tuhan.

Ada perbedaan besar antara mencintai berkat Tuhan dan mencintai Tuhan sendiri.

Orang yang hanya mencari tangan Tuhan akan datang ketika membutuhkan sesuatu. Tetapi orang yang mencari wajah Tuhan akan tetap datang bahkan ketika tidak ada kebutuhan apa pun, karena yang ia rindukan adalah Tuhan itu sendiri.

Ketika seseorang mulai mencari wajah Tuhan, ia akan menemukan bahwa hadirat Tuhan membawa damai, sukacita, dan kepuasan yang tidak dapat diberikan oleh dunia.

Bilangan 6:24–26 “TUHAN memberkati engkau dan melindungi engkau; TUHAN menyinari engkau dengan wajah-Nya dan memberi engkau kasih karunia; TUHAN menghadapkan wajah-Nya kepadamu dan memberi engkau damai sejahtera.”

Tinggalkan komentar