Salah satu kesalahan yang sering terjadi dalam pelayanan kelompok kecil adalah ketika seorang pemimpin merasa harus membangun kedalaman yang sama dengan semua anggota iCare.
Akibatnya,
pemimpin menjadi lelah,
kehabisan energi,
dan akhirnya frustrasi ketika menyadari tidak semua orang memiliki hunger dan respons yang sama terhadap pertumbuhan rohani.
Padahal Yesus sendiri tidak melayani semua orang dengan cara yang sama.
Yesus melayani banyak orang,
mengajar banyak orang,
menyentuh banyak orang,
tetapi Ia mencurahkan hidup-Nya secara mendalam kepada murid-murid yang mau dibentuk.
Dan bahkan di antara dua belas murid,
ada tiga orang yang memiliki kedekatan lebih dalam:
Petrus, Yakobus, dan Yohanes.
Ini menunjukkan sebuah prinsip penting: Ada perbedaan antara menggembalakan dan memuridkan.
Dan sebagai seorang iCare Leader,
kita dipanggil melakukan keduanya—
tetapi dengan bentuk relasi dan kedalaman yang berbeda.
Kita Dipanggil Menggembalakan Semua Anggota iCare
Sebagai iCare Leader,
kita dipanggil menggembalakan seluruh anggota iCare kita.
Meneladani Yesus Sang Gembala Agung.
“Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya.”
— Yohanes 10:11
kita dipanggil untuk:
- mengenal mereka
- hadir dalam kehidupan mereka
- menjadi teladan
- menuntun mereka kepada Kristus
Penggembalaan sering kali terjadi melalui hal-hal sederhana:
- pertemuan iCare mingguan
- percakapan singkat
- doa bersama
- follow up
- perhatian kecil
- pertemuan one to one sesekali, khususnya kepada mereka yang sedang membutuhkan perhatian lebih
Menggembalakan berarti hadir dalam hidup seseorang—
terutama pada momen suka dan momen duka.
Kadang itu berarti datang ketika ada pergumulan.
Kadang itu berarti mendengar tanpa menghakimi.
Kadang itu berarti menguatkan ketika seseorang mulai lelah secara rohani.
Tetapi Pemuridan Membutuhkan Kedalaman yang Berbeda
Di dalam setiap iCare, akan ada beberapa orang yang Tuhan percayakan untuk masuk dalam proses pemuridan yang lebih mendalam.
Dari seluruh anggota iCare, pilihlah tiga orang—yang akan masuk dalam hubungan pemuridan yang intentional dan intensive.
Inilah yang Yesus lakukan.
Ia menggembalakan dua belas,
tetapi memuridkan tiga dengan kedalaman yang berbeda.
Petrus, Yakobus, dan Yohanes mengalami banyak momen pribadi bersama Yesus:
- di gunung transfigurasi
- di rumah Yairus
- di taman Getsemani
Ada kedalaman relasi.
Ada investasi hidup.
Ada percakapan yang lebih personal.
Bukan karena Yesus pilih kasih,
tetapi karena kedalaman membutuhkan availability, hunger, dan willingness.
Tidak semua orang siap untuk hubungan seperti itu.
Pemuridan Adalah Hubungan yang Intentional dan Intensive
Pemuridan lebih dalam daripada penggembalaan.
Penggembalaan menjaga dan menuntun.
Pemuridan membentuk dan memperlengkapi.
Pemuridan membutuhkan hubungan yang intentional.
Ada komitmen.
Ada investasi waktu.
Ada kedalaman percakapan.
Ada keterbukaan hidup.
Karena itu pemuridan tidak bisa hanya dibangun melalui pertemuan iCare mingguan.
Pemuridan membutuhkan:
- pertemuan one to one secara rutin
- percakapan yang lebih mendalam
- accountability
- koreksi
- doa bersama
- perjalanan hidup bersama
Salah satu bentuk praktisnya adalah memiliki komitmen bertemu sebulan sekali secara personal dengan mereka yang sedang dimuridkan.
Dalam hubungan itu,
kita bukan hanya berbicara tentang aktivitas pelayanan,
tetapi tentang kehidupan.
Tentang karakter.
Tentang hati.
Tentang pergumulan.
Tentang pertumbuhan rohani.
Tentang panggilan Tuhan.
Pemuridan sejati selalu relational.
“Disciple-making is a relationship with purpose.”
Yesus tidak hanya berkhotbah kepada murid-murid-Nya.
Ia berjalan bersama mereka.
Makan bersama mereka.
Menjawab pertanyaan mereka.
Menegur mereka.
Membentuk hidup mereka.
Tidak Semua Orang Siap Dimuridkan
Di sinilah seorang iCare Leader perlu memiliki discernment dan hikmat.
Kita tidak bisa berasumsi bahwa semua orang yang hadir di iCare otomatis siap untuk dimuridkan.
Ada orang yang senang komunitas,
tetapi belum tentu siap diproses.
Ada orang yang ingin didukung,
tetapi belum tentu mau diarahkan.
Ada orang yang suka suasana keluarga,
tetapi belum tentu mau dikoreksi dan dibentuk.
Pemuridan membutuhkan willingness.
Karena pemuridan sejati berarti:
- mau diajar
- mau terbuka
- mau berubah
- mau dikoreksi
- mau diproses oleh firman Tuhan
- mau bertumbuh menjadi serupa Kristus
Dan tidak semua orang siap untuk kedalaman seperti itu.
Yesus sendiri mengalami hal yang sama.
Dalam Yohanes 6,
setelah Yesus menyampaikan pengajaran yang keras,
banyak murid meninggalkan-Nya.
“Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia.”
— Yohanes 6:66
Mereka pernah dekat dengan Yesus.
Pernah mengikuti pelayanan-Nya.
Pernah mendengar pengajaran-Nya.
Tetapi ketika pemuridan mulai menuntut surrender,
ketaatan,
dan perubahan hidup,
mereka memilih pergi.
Dan Yesus tidak mengejar mereka.
Karena Yesus memahami bahwa pemuridan tidak bisa dipaksakan.
Pemuridan sejati selalu membutuhkan hati yang rela dibentuk.
Fokuslah Kepada Mereka yang Mau Dibentuk
Sebagai iCare Leader,
tetaplah menggembalakan semua orang dengan kasih.
Tetap peduli.
Tetap hadir.
Tetap menjadi teladan.
Tetapi dalam hal pemuridan,
fokuskan investasi terdalam kepada mereka yang sungguh lapar untuk bertumbuh.
Orang-orang yang:
- mau diajar
- mau mendengar
- mau terbuka
- mau diproses
- mau bertobat
- mau melayani
- mau bertumbuh menjadi serupa Kristus
Karena di situlah buah pemuridan akan lahir.
Paulus berkata kepada Timotius:
“Apa yang telah engkau dengar dariku… percayakanlah itu kepada orang-orang yang dapat dipercayai, yang juga cakap mengajar orang lain.”
— 2 Timotius 2:2
Perhatikan:Paulus tidak berkata “kepada semua orang.”
Tetapi kepada orang-orang yang faithful.
Orang-orang yang siap menerima impartasi.
Pada Akhirnya…
Kita dipanggil untuk menggembalakan semua anggota iCare.
tetapi kita perlu memuridkan sedikit diantaranya.
Menggembalakan berarti membuka hati bagi semua orang.
Memuridkan berarti menginvestasikan kedalaman kepada mereka yang mau dibentuk.
Dan ketika seorang iCare Leader memahami perbedaan ini,
pelayanan menjadi lebih sehat,
lebih fokus,
dan lebih menghasilkan buah.
Karena pada akhirnya,
Yesus tidak hanya mengumpulkan kerumunan.
Ia membangun murid.