THE LIFESTYLE OF JESUS: SIMPLICITY

Mat.11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (29) Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (30) Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

Tuhan Yesus memanggil kita untuk belajar dari Dia, meneladani cara hidup-Nya, sehingga kita tidak perlu hidup dengan “letih lesu dan berbeban berat,” sebaliknya kita dapat mengalami hidup dalam KELEGAAN. 

3Yoh.1:2 Sahabatku yang baik, aku berdoa semoga engkau baik-baik saja dan jasmanimu sama sehatnya seperti rohanimu. (FAYH) | Dear friend, I hope all is well with you and that you are as healthy in body as you are strong in spirit. (NLT) [Sahabat terkasih, saya berharap semua baik-baik saja dengan Anda dan bahwa Anda sehat secara tubuh seperti Anda kuat dalam roh.]

Banyak orang mengalami kelelahan dalam hidup, mereka berpikir bahwa yang mereka perlukan adalah liburan. Banyak orang mengalami kebosanan dalam hidup, mereka mencoba mengatasi dengan entertainment, hobi, makan dll. Banyak orang mengalami kekosongan dalam hidup, tidak tahu apa arti dan tujuan hidupnya, mereka mengejar kesuksesan dalam bisnis dan karier, berharap menemukan ”hidup” di sana. Semua itu tidak akan memenuhi kebutuhan hati dan jiwa kita untuk mendapatkan kelegaan, kedamaian yang sejati, sukacita yang sejati. Ternyata jawabannya bukan juga dengan ibadah lebih banyak. Kunci hidup dalam kelegaan bukan pada liburan, entertainment, kesuksesan, ataupun ibadah.

Ternyata jawabannya ada di GAYA HIDUP; bagaimana kita membangun POLA HIDUP KITA.

Jangan ijinkan kebodohan kita dalam membangun gaya hidup merampok kita dari kehidupan yang Tuhan sediakan, menghancurkan kehidupan rohani kita merampok kedamian dan kesegaran dalam jiwa kita, memberikan emosi yang tidak sehat; dan paling utama merampok DESTINY dan PANGGILAN yang Tuhan sediakan untuk kita. Hari ini kita akan belajar bagaimana MENYEDERHANAKAN HIDUP kita, supaya kita dapat membangun gaya hidup yang sehat.

  • KESEDERHANAAN bukan berarti kemiskinan.
  • KESEDERHANAAN tidak identik dengan kehidupan dengan kualitas yang rendah.
  • KESEDERHANAAN tidak sama dengan produktifitas yang rendah (hidup tidak berbuah)

KESEDERHANAAN adalah sikap hati yang diwujudkan dalam gaya hidup sedemikian rupa SEHINGGA KITA DAPAT DAPAT BERFOKUS PADA HAL-HAL YANG PALING PENTING DALAM KEHIDUPAN.

#1. BANGUN RITME KEHIDUPAN YANG SEHAT

Kalau anda naik mobil ke luar kota, apakah anda perhatikan ada batas kecepatan. Biasanya taat apa tidak taat?

Dalam hidup kita juga harus terus mengevaluasi kecepatan kehidupan kita dan pastikan masih di bawah batas kecepatan yang kita mampu melalui kehidupan dengan aman dan sehat, tanpa merusak kebiasaan-kebiasaan baik dan penting dalam hidup kita. Kecepatan dalam kehidupan berbicara tentang berapa banyak yang ingin kita lakukan dalam sehari. 

KEHIDUPAN MODERN MEMBUAT KITA TERLALU SIBUK UNTUK MEMBANGUN POLA HIDUP YANG SEHAT SEHINGGA DAPAT MEMILIKI JASMANI YANG SEHAT, KEHIDUPAN ROHANI YANG SEHAT, JIWA DAN EMOSI YANG SEHAT.

  • Seringkali kesibukan membuat saat teduh menjadi hal pertama yang hilang dari hidup kita.
  • Kesibukan merampas kemampuan kita hadir dalam hubungan-hubungan penting dalam hidup kita. 
  • Kita menjadi terbiasa dengan hubungan yang hanya di permukaan, kita harus dapat menikmati hubungan yang dalam dengan Tuhan, dengan keluarga dan dengan orang-orang di sekitar kita.

Audit kehidupan:

  • Apakah saya selalu merasa melakukan segala sesuatu dengan terburu-buru?
  • Apakah saya selalu merasa kekurangan waktu untuk menyelesaikan semua yang saya harus lakukan setiap hari?
  • Apakah saya dapat mengurangi waktu yang saya pakai untuk TV, internet, soc-media, dipergunakan untuk hal-hal yang lebih penting?

Buat saya ritme kehidupan yang sehat adalah ketika kita masih dapat menikmati setiap moment yang kita lalui sepanjang hari, dapat memiliki hubungan yang dalam dengan Tuhan dan keluarga, dan menjaga kebiasaan-kebiasan penting dalam kehidupan.

Ketika kita hidup dalam RITME yang sehat, maka kita akan lebih efektif dalam hidup, karena segala sesuatu kita lakukan dalam KETENANGAN (bukan kepanikan) dan KEDAMAIAN.

#2. BANGUN POLA HIDUP DENGAN MARGIN YANG CUKUP

Margin adalah jarak antara beban yang sedang kita pikul dengan batas kemampuan kita. 

MENGAPA PENTING UNTUK KITA HIDUP DENGAN MARGIN MENJADI BAGIAN DARI GAYA HIDUP KITA?

Dalam hidup kita pasti diperhadapkan pada hal-hal yang tidak terduga, kalau kita tidak punya margin, seluruh resources kita sudah terpakai, maka hal2 mendadak ini akan memaksa kita hidup melampaui kekuatan dan kemampuan kita.

Hidup tanpa margin dalam hidup kita akan merusak keseimbangan kehidupan (kesehatan jasmani dan rohani); menguras energi emosi kita (sering break down atau meledak) membuat kita hidup dalam keadaan letih lesu dan berbeban berat.

EMPAT AREA UNTUK KITA MEMBANGUN MARGIN

  • FISIK
  • EMOSI
  • SPIRITUAL
  • KEUANGAN

Audit kehidupan: seberapa sehat margin dalam hidup anda?

  • Apakah seringkali terlambat ketika berjanji bertemu?
  • Apakah setiap bulan tidak ada uang yang tersisa?
  • Apakah Tuhan dan keluarga mendapatkan sisa-sisa waktu dan energi?
  • Apakah saya memiliki emosi yang tidak sehat (mudah marah, mudah tersinggung, mudah terluka)?
  • Apakah saya selalu merasa lelah dalam kehidupan?

Hidup dengan MARGIN berarti menyadari keterbatasan kita, dan dengan sengaja membuat jarak antara beban yang saya sedang pikul dengan batas kemampuan saya.

Ketika kita hidup dalam MARGIN yang sehat, maka kita akan lebih efektif dalam hidup, karena segala sesuatu kita lakukan dalam KEKUATAN (bukan KELELAHAN) dan KESEGARAN.

#3. BANGUN RASA CUKUP DALAM HIDUP KITA

Harus bisa membedakan antara ambisi vs. nafsu.

  • Ambisi adalah keinginan untuk berbuah.
  • Nafsu memaksakan diri untuk mendapat apa yang saya inginkan, bila perlu mengorbankan hal-hal penting dalam hidup.
JANGAN TERTIPU MITOS: The more you have, the happier you will be. [Identitasmu ditentukan oleh seberapa banyak yang anda miliki].

WARNING DARI FIRMAN TUHAN

Mark.4:19  … lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan dan keinginan-keinginan akan hal yang lain masuklah menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.

(19) … tetapi mereka kuatir tentang kebutuhan hidupnya di dunia, dan mereka terpengaruh karena ingin menjadi kaya. Jadi mereka sibuk mencari bermacam hal yang mereka inginkan. Semua keinginan itu menjadi seperti rumput berduri yang menghambat ajaran itu sehingga tidak berhasil dalam hidup mereka. (TSI)

Mat.6:24 “Perhatikanlah contoh ini: Tidak baik kalau seseorang mempunyai dua majikan. Karena tidak mungkin dia melayani kedua-duanya dengan baik. Dia pasti akan mengasihi dan setia kepada majikan yang satu, tetapi membenci dan masa bodoh terhadap majikan yang lain. Demikian juga, kamu tidak bisa menjadi hamba Allah dan sekaligus menjadi hamba uang.” (TSI)

Masalahnya bukan seberapa banyak yang kita boleh miliki, masalahnya adalah nafsu untuk selalu memiliki lebih.

  • Nafsu mengorbankan apa saja untuk mencapai keinginannya (waktu, hubungan, kehidupan rohani)
  • Yang dapat menjaga ambisi supaya tidak berubah menjadi nafsu adalah RASA CUKUP.
  • Hidup tanpa rasa cukup akan merampas kemerdekaan kita untuk memiliki kehidupan dan fokus pada apa yang penting dalam hidup kita. 

BANGUN RASA CUKUP DALAM HIDUP KITA

Fil.4:11 Kukatakan ini bukanlah karena kekurangan, sebab aku telah belajar mencukupkan diri dalam segala keadaan. (12) Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan.

Ketika kita memiliki rasa cukup, kita dimerdekakan dari nafsu untuk memiliki lebih. Kebahagiaan kita tidak tergantung apa yang kita dapatkan atau apa yang kita tidak dapatkan.

Audit kehidupan: apakah anda hidup dengan RASA CUKUP atau dengan nafsu?

  • Apakah ambisi saya untuk mencapai sesuatu, telah mengorbankan hal-hal penting dalam hidup saya?
  • Kalau keinginan saya memiliki sesuatu tidak tercapai, apakah akan mempengaruhi kebahagiaan saya?
  • Apakah keinginan untuk memiliki lebih banyak telah menghalangi saya menjadi seorang yang murah hati?

Ketika kita hidup dengan RASA CUKUP, maka kita akan lebih efektif dalam hidup, karena segala sesuatu kita lakukan dalam KEMERDEKAAN (bukan NAFSU) dan SUKACITA.

Penutup

Kita telah belajar membangun KESEDERHANAAN dalam gaya hidup kita.

  • KESEDERHANAAN bukan berarti kemiskinan.
  • KESEDERHANAAN tidak identik dengan kehidupan dengan kualitas yang rendah.
  • KESEDERHANAAN tidak sama dengan produktifitas yang rendah (hidup tidak berbuah)

KESEDERHANAAN adalah sikap hati yang diwujudkan dalam gaya hidup untuk menggunakan waktu, uang, talenta dan harta kita untuk hal-hal paling penting dalam kehidupan.

KESEDERHANAAN ADALAH KEMERDEKAAN DALAM MEMBANGUN GAYA HIDUP SEHINGGA KITA DAPAT DAPAT BERFOKUS PADA HAL-HAL YANG PALING PENTING DALAM KEHIDUPAN.

Hari ini kita belajar bagaimana membangun KESEDERHANAAN dalam hidup kita.

  • Bangun ritme kehidupan yang sehat
  • Bangun pola hidup dengan margin yang cukup
  • Bangun rasa cukup dalam hidup kita.
Sekali lagi ini penting bukan saja supaya kita memiliki kehidupan rohani yang sehat; tetapi juga supaya jasmaninya sehat, jiwanya sehat, emosinya sehat. Dengan kata lain ini tentang kualitas kehidupan: hidup dalam ketenangan, kelegaan, kedamaian, kesegaran, dan sukacita. Harus dimulai dengan keinginan dan keberanian untuk memilih yang benar dan melakukan berubahan dalam pola hidup kita. Saya berharap saudara belajar sesuatu, membuat keputusan untuk membangun gaya hidup seperti yang Yesus ajarkan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s