THE LIFESTYLE OF JESUS (EREMOS)

Kita mau belajar dari kehidupan YESUS: bagaimana kita dapat mengalami kehidupan yang utuh seperti yang Tuhan sediakan. 

Yoh.10:10 My purpose is to give life in all its fullness. (TLB)

Yaitu hidup dalam kesegaran, kedamaian dan kelegaan. Bagaimana kita dapat hidup dengan merasakan kehadiran Tuhan setiap hari.

Living with a greater awareness of God everyday.”

1Pet.1:18 Your life is a journey you must travel with a deep consciousness of God.  (MSG)

Mat.11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. (29) Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. (30) Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.”

#1. UNDANGAN UNTUK HIDUP DALAM KELEGAAN

Mat.11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.

“Letih lesu dan berbeban berat” bukanlah gambaran kehidupan yang Tuhan mau kita hidupi.  Tuhan mengundang kita keluar dari lingkaran kehidupan yang digambarkan “letih lesu dan berbeban berat” ”Letih lesu dan berbeban berat” bukan hanya karena kita menghadapi banyak permasalahan dalam kehidupan sehingga rasanya beban hidup menjadi sangat berat; tetapi lebih dalam daripada itu, yaitu keadaan ketika seseorang merasakan kegelisahan dalam jiwanya, kehilangan apa yang namanya KETENANGAN, KEDAMIAN dan SUKACITA SEJATI. Sumber kegelisahan itu adalah karena kita tidak merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita sehari-hari (setiap hari) 

Beberapa tanda-tanda orang yang “letih lesu dan berbeban berat”

  • Kegelisahan dalam hidupnya: Perasaan ada yang hilang atau kurang dalam hidupnya. Tidak mengalami sukacita dan damai sejahtera. Kita mencoba entertainment, hobi, makan, pekerjaan, dll ; tapi semuanya tidak bisa memuaskan kegelisahan dalam hati kita.
  • Emosi yang tidak sehat: mudah tersinggung, mudah marah. Kita sendiri benci emosi ini.
  • Kita merasa hidup tidak ada tujuannya: merasa kehilangan identitas dan panggilan dalam hidupnya.
  • Kehidupan rohani sebagai ritual yang kosong dan membosankan: tidak membuat kita mengalami Tuhan dan tidak menolong kita menjalani kehidupan. Kita mencoba membaca Alkitab tapi tidak bicara apa-apa, kita mencoba berdoa tetapi pikiran kita tdak bisa fokus kepada Tuhan.
  • Anda merasa telah telah kehilangan hidupmu: tidak seperti yang anda inginkan. Mar.8:36 Apa untungnya bagi seseorang, kalau seluruh dunia ini menjadi miliknya, tetapi ia kehilangan hidupnya? (BIS)

Ini gambaran kehidupan sebagian besar manusia: “letih lesu dan berbedan berat “dalam menjalami kehidupan. Banyak orang Kristen yang juga merasakan hal yang sama: lelah menjalani kehidupan. Kehidupan rohani hanyalah ritual yang kosong dan membosankan: tidak membuat kita mengalami Tuhan dan tidak memberikan kepada kita KETENANGAN dan KEDAMAIAN dalam perjalanan kehidupan kita. Tuhan menawarkan dan memanggil kita untuk mengalami KEHIDUPAN YANG BERBEDA.

Mat.11:28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat …  Aku akan memberi kelegaan kepadamu. | Come to me … I’ll show you how to take a real rest. (MSG)

Tuhan menawarkan dan memanggil kita untuk mengalami KEHIDUPAN YANG BERBEDA: 

  • Hidup dalam keadaan KELEGAAN (REST)
  • Hidup dalam ketenangan jiwa, sehingga jiwa kita dalam keadaan dipuaskan. “I will refresh your life.” (TPT)
  • Emosi yang stabil: tidakmudah tersinggung, tidak mudah marah, tidak mudah terluka.
  • Hidup dengan DESTINY dan IDENTITAS yang jelas.
  • Menikmati Kekristenan bukan sebagai ritual yang kosong dan membosankan, melainkan cara kita membangun kehidupan. Tuhan menjadi nyata dalam hidup sehari-hari. Kita merasakan dan menikmati hubungan kita dengan Dia.
  • Mengalami apa yang namanya Full and satisfiying life. Yoh.10:10 My purpose is to give life in all its fullness. (TLB) | Tujuan Ku adalah memberikan kehidupan dengan segala kepenuhannya.

Bagaimana caranya mengalami KEHIDUPAN YANG YESUS TAWARKAN?

  • Jawabannya bukan lIburan lebih banyak, bukan entertainment, bukan juga hobi, bukan makan, bukan kesuksesan dalam pekerjaan.
  • Ternyata bukan juga dengan ibadah lebih banyak, atau pelayanan lebih banyak.
  • Caranya adalah BELAJAR KEHIDUPAN DARI YESUS dan MEMBANGUN HIDUP CARA YESUS (A lifestyle of Jesus)

Mat.11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.

“kuk” mempunyai dua arti.

  • Arti literal atau harafiah adalah sebuah alat yang digunakan agar dua hewan dapat menarik beban bersama-sama. 
  • Misalkan ketika dua sapi atau kerbau digunakan untuk membajak sawah bersama-sama.
  • Arti kedua dari “kuk” adalah “pengajaran seorang Rabi.”
  • Pada waktu itu setiap Rabi punya pengajaran, yang diikuti dan dilakukan oleh murid2nya atau pengikutnya. Pengajaran ini disebut “kuk.”

Beberapa rabi punya pelajaran yang penuh ritual yang sangat memberatkan bagi pengikutnya, susah untuk dilakukan, sehingga menjadi beban yang berat dalam kehidupan rohani mereka. Bukannya menemukan Tuhan dan belajar bagaimana menghadapi kehidupan (yang berat) sehingga bisa mendapatkan ketenangan, sebaiknya kehidupan agama menjadi suatu ritual kosong yang membosankan dan aturan-aturan yang memberatkan. Tetapi Yesus megatakan bahwa “kuk” nya Dia BERBEDA; “kuk”-nya Dia tidak memberatkan dan mudah dilakukan.

Mat.11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati …

Mat.11:30 “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” | “ … ajaran yang Kuberikan mudah, dan tidak menjadi beban berat bagimu.” (AMD)

Selain memiliki “kuk” pengajaran, seorang Rabi juga memiliki murid-murid atau pengikut: Talmid (singular) atau Talmidim (Plural). Talmid adalah seorang yang mendedikasikan hidupnya kepada pengajaran gurunya, berusaha menjadi seperti gurunya dalam segala hal: pola pikirnya, nilai-nilainya, tingkah lakunya, gaya hidupnya, bahkan tujuan hidupnya. Mungkin lebih mudah dimengerti seperti seseorang yang jadi MURID dan belajar kepada seorang guru kungfu.

Yesus memanggil kita menjadi Talmid(im)-Nya.

Mat.11:29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku … | Take My yoke upon you and learn from Me [following Me as My disciple] … (Amp.)

UNDANGAN UNTUK BELAJAR KEHIDUPAN DARI DIA / MEMBANGUN HIDUP CARA YESUS

Mat.11:29 “Simply join your life with mine. Learn my ways and you’ll discover that I’m gentle,humble, easy to please… (TPT) | … Belajarlah cara-Ku dan engkau akan menemukan bahwa aku lemah-lembut dan rendah hati, tidak terlalu banyak menuntut…

Sebagai Talmid, kita belajar menjalani kehidupan dengan cara Yesus.

Bukan sekedar belajar pengetahuan Theology dan Etika (benar atau salah); tetapi belajar membangun gaya hidup dengan caranya Yesus. Membangun kebiasaan2 yang Yesus lakukan, membangun gaya hidup seperti Tuhan Yesus dan membangun ritme kehidupan seperti Yesus.

YOUR LIFE IS BY-PRODUCT OF YOUR LIFESTYLE.

Banyak orang jadi orang Kristen, tapi tidak mau belajar bagaimana menjalani kehidupan dari Yesus; mereka ikut cara dunia, yang akhirnya membuat hidup mejadi ruwet dan jauh dari ketenangan dan kedamaian.

UNDANGAN UNTUK BELAJAR KEHIDUPAN DARI DIA / MENGADOPSI GAYA HIDUP YESUS

Mat.11:29 Walk with me and work with me — watch how I do it. Learn the unforced rhythms of grace.” (MSG) | Berjalanlah bersama-Ku dan bekerja bersama Aku – Perhatikan bagaimana Aku melakukannya. Pelajari ritme-ritme kasih karunia yang tidak memaksa. 

  • [Bukan menjadi aturan atau kewajiban yang membebani, melainkan menjadi suatu yang memberikan kehidupan.]

Walk with me … “ 

Seorang Talmid mengikuti perjalanan gurunya. Sambil belajar pengajaran gurunya, tetapi juga cara hidupnya (life-style) gurunya.

“… and work with me…” 

Salah satu caranya adalah yang muda disandingkan dengan yang lebih tua, sehingga yang muda bisa belajar dari yang tua.

TUHAN mau kita seperti dua hewan yang disatukan oleh kuk untuk dapat berjalan bersama, menjalani kehidupan bersama Dia dan belajar dari Dia. 

Tuhan mengajak kita untuk berjalan di kuk yang sama, belajar dari Dia, membangun kebiasaan2 yang Yesus lakukan, membangun gaya hidup seperti Tuhan Yesus dan membangun ritme kehidupan seperti Yesus, yang tidak membuat kita hidup dalam “letih lesu dan berbeban berat” tetapi dapat MEMBERIKAN KEHIDUPAN. Berkaitan dengan bagaimana kita mengatur waktu, uang, prioritas hidup kita.

Mat.11:29 “Kenakanlah kuk yang Kupasang, yang enak dipakainya, karena beban yang Kuberikan hanyalah beban yang ringan; dan biarkanlah Aku mengajar kalian, karena Aku lemah lembut dan rendah hati, maka kalian akan mendapat ketentraman jiwa.”  (FAYH) | … and you will find rest for your souls.(NLT)

YESUS mengundang kita MENGADOPSI GAYA HIDUP – NYA: Pola pikir dan nilai-nilai, menyusun prioritas, membangun pola hidup, ritme kehidupan. Yesus menawarkan cara baru kita menjalani dan menghadapi kehidupan yang keras. Sedemikian rupa sehingga kita tidak perlu hidup “letih lesu dan berbeban berat” melainkan hidup dalam KELEGAAN.

Mat.11:30 “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” | “ … ajaran yang Kuberikan mudah, dan tidak menjadi beban berat bagimu.” (AMD)

#2. MEMBANGUN POLA HIDUP UNTUK DAPAT MENIKMATI SAAT TEDUH (SILENCE AND SOLITUDE)

Mat.4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun untuk dicobai Iblis. (2) Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. (3) Lalu datanglah si pencoba itu …

Kita akan bicara tentang dua hal ini: Padang gurun dan puasa sebagai gaya hidup Yesus.

Mat.4:1 Maka Yesus dibawa oleh Roh ke padang gurun (eremos) untuk dicobai Iblis.

Banyak orang berpikir padang gurun adalah kelemahan, karena Yesus dicobai di padang gurun, tetapi sebenarnya di padang gurun (eremos) Yesus mengalami kemenangan. Jadikan eremos sebagai tempat kekuatan dan kemenangan dalam hidup kita.

Mar.1:35 Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar. Ia pergi ke tempat yang sunyi (eremos) dan berdoa di sana.

Mar.6:31 Lalu Ia berkata kepada mereka: “Marilah ke tempat yang sunyi (eremos), supaya kita sendirian, dan beristirahatlah seketika!” Sebab memang begitu banyaknya orang yang datang dan yang pergi, sehingga makanpun mereka tidak sempat. (32) Maka berangkatlah mereka untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. | “Let’s get away from the crowds for a while and rest.” (TLB)

EREMOS:

  • Padang gurun
  • Tempat terpencil
  • Tempat yang sunyi
  • Tempat untuk menyendiri

IF YOU WANT THE  LIFE OF JESUS, YOU HAVE TO ADOPT THE LIFESTYLE OF JESUS.  – John Mark Comer

EREMOS MOMENT = SOLITUDE (SAAT TEDUH)

  • SOLITUDE adalah waktu kita keluar dari kesibukan untuk menyendiri bersama Tuhan.  
  • SOLITUDE adalah waktu kita menikmati keheningan dari kebisingan dunia sekitar kita (eksternal noise), sehingga kita dapat merasakan kehadiran-Nya.

When we feel God is at distance, it’s usually not because of the absence of His presence, but because of the presence of distractions.  @budihidajat88

SOLITUDE adalah waktu untuk kita meneduhkan jiwa kita dariinternal noise (pikiran, kekuatiran, ambisi, keinginan), sehingga kita dapat mendengar dari Tuhan.

Seringkali kesibukan membuat saat teduh menjadi hal pertama yang hilang dari hidup kita; sebaliknya jadikan saat teduh sebagai tempat kita “menghilang” di tengah kesibukan. @budihidajat88

Luk.5:15 Berita tentang kuasa Yesus tersiar makin cepat dan berduyun-duyun orang datang ingin mendengarkan khotbah-Nya dan ingin disembuhkan dari penyakit mereka. (16) Tetapi Ia sering mengasingkan diri ke padang gurun (eremos) untuk berdoa. (FAYH)

Without solitude it is virtually impossible to live a spiritual life… we do not take the spiritual life seriously if we do not set aside some time to be with God and listen to Him. (Henry Nouwen)

[Tanpa saat teduh, hampir tidak mungkin untuk memiliki kehidupan rohani (yang sehat) … kita tidak menganggap serius kehidupan rohani kita jika kita tidak menyisihkan waktu untuk bersama Tuhan dan mendengarkan Dia.]

Ketika kita terlalu sibuk untuk dapat memiliki saat teduh ….

  • Kita merasa terasing dari Tuhan (Tidak merasakan kehadiran Tuhan dalam hidup kita sehari-hari).
  • Kita merasa asing dengan diri sendiri (kebingungan atas identitas kita dan tujuan kehidupan kita).
  • Hidup dalam kegelisahan dan kekuatiran (no peace, no joy)
  • Merasa lelah dalam kehidupan dan mencari pemulihan serta kekuatan jiwa dari tempat-tempat lain (entertainment, hobby, pekerjaan dll.)
  • Emosi yang tidak sehat.

Apa yang kita lakukan di saat teduh (solitude)?

  • Apapun yang membuat kita merasa paling terbuka dan dekat dengan Tuhan: 
  • Baca Firman, Worship atau Prayer (atau kadang-kadang duduk diam di hadirat Tuhan).
  • Temukan tempat dan waktu di mana tidak ada distraction.
  • Jangan buru-buru.
  • Buka hatimu (the good, the bad and the ugly) 

Come to a place of freedom. Free to just be us. di tempat yang paling aman yaitu dalam Kasih Bapa.  Jadikan SOLITUDE menjadi saat yang paling kita nantikan. It’s a place of rest.

Mat.11:30 “Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan.” | “ … ajaran yang Kuberikan mudah, dan tidak menjadi beban berat bagimu.” (AMD)

#3. PUASA BUKAN KEWAJIBAN TETAPI BAGIAN DARI GAYA HIDUP KITA MENELADANI YESUS

Mat.4:2 Dan setelah berpuasa empat puluh hari dan empat puluh malam, akhirnya laparlah Yesus. 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s