BECOMING A DISCIPLESHIP CHURCH

PEOPLE IS OUR MISSION

Connect with God, Make disciples

Mat.28:18 Yesus mendekati mereka dan berkata: “Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di sorga dan di bumi. (19) Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, (20) dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman.”

PEMURIDAN bukanlah sebuah pilihan, ini adalah THE GREAT COMMANDMENT dari Tuhan Yesus sendiri kepada gereja-Nya. Dimulai dengan memberitakan Injil : Keselamatan karena kasih karunia, bukan karena perbuatan baik. Alkitab mengatakan bahwa Injil ini adalah KEKUATAN ALLAH yang menyelematkan manusia dari kebinasaan. Untuk mereka yang percaya pada pemberitaan kabar baik ini, mereka menerima ANUGERAH dosanya dihapuskan dan sebagai akibatnya tidak akan binasa (memperoleh hidup kekal). Ada banyak peristiwa penting dan dasyat yang terjadi saat seseorang menerima Injil dan mengakui bahwa keselamatannya hanya ada di dalam Yesus, antara lain: DIBENARKAN (posisinya tidak lagi sebagai orang bersalah yang patut menerima hukuman, tetapi sebagai orang benar), DIPULIHKAN (statusnya sebagai “segambar dengan Tuhan” dan sebagai “anak Allah), dan DIBERKATI (menerima favor Tuhan). Harus diingat semua ini kita terima sebagai sebuah KASIH KARUNIA (anugerah Maka CONNECTING PEOPLE TO GOD melalui pemberitaan Injil (Kabar baik) harus menjadi bagian inti (core) sebuah gereja, karena untuk inilah gereja ada.

Selanjutnya apa yang kita lakukan kepada mereka yang telah percaya dan menerima Injil? MENGAJAR mereka melakukan segala sesuatu yang Yesus ajarkan. Dengan kata lain membangun kehidupan sesuai dengan apa yang diwahyukan Tuhan di Alkitab. Segala aspek kehidupan harus mulai diubah (Mengalami sanctification dan metamorphosa) sebagai suatu proses yang kita alami seumur hidup. Dimulai dari perubahan pikiran yang diselaraskan dengan Alkitab (perubahan nilai dan prinsip hidup), kemudian dimanifestasikan dalam pilihan-pilihan yang kita buat, lalu DILAKUKAN dalam keluarga, pekerjaan dan pelayanan. Di sinilah kemudian ada harga yang harus dibayar yang kita kenal sebagai THE COST OF DISCIPLESHIP, yaitu KETAATAN tanpa kompromi kepada Alkitab. Artinya tugas DISCIPLESHIP (Pemuridan) gereja adalah membangun gaya hidup sebagai hasil ketaatan kepada Alkitab.

Sebagai sebuah gereja, tugas DISCIPLESHIP / PEMURIDAN harus dilakukan dengan INTENTIONAL (Baca: NIAT). Kita harus menjadikan ini sebagai tugas utama yang kita DIPRIORITASKAN. PENGINJILAN dan PEMURIDAN (kualitas hidup yang sesuai Alkitab) harus diutamakan daripada kuantitas jemaat (jumlah jemaat suatu gereja.)

Pemuridan adalah perjalanan menuju kedewasaan.

Tanda kedewasaan adalah tanggung jawab.

Definisi KEDEWASAAN adalah KESERUPAAN dengan KRISTUS

STRATEGI YANG TUHAN BERIKAN KEPADA KITA ADALAH DISCIPLESHIP JOURNEY

DISCIPLESHIP JOURNEY bukanlah tentang mengikuti kelas-kelas, tetapi suatu pergerakan dari suatu level ke level yang lebih tinggi dalam tanggung jawab.

  • Di Come, tanggung jawab seseorang adalah terhadap dirinya sendiri, dengan secara teratur menghadiri Sunday Services.
  • Di tahapan Grow, tanggung jawab mulai meningkat dengan komitmen kepada teman-teman di iCare.
  • Di tahapan Serve, seseorang mulai bertanggung jawab atas tugas pelayanannya.
  • Di Level Lead, seseorang bertanggung jawab atas kehidupan orang-orang yang di bawahnya. Karena itu setiap orang ICL atau pemimpin lain, harus tahu pasti berapa jumlah orang yang berada di bawah tanggung jawabnya dan dapat dengan penuh tanggung jawab mengatakan bahwa “saya bertanggung jawab atas 12 kehidupan di bawah saya.”

THINK PROGRESS, NOT PROGRAM

DICIPLESHIP adalah membawa seseorang satu langkah maju dalam kedewasaan.

Karena itu setiap pengajar harus tahu bahwa tujuan setiap kelas bukan hanya penyampaian infomasi dan pengetahuan, tetapi PERUBAHAN HIDUP. Sebagai contoh: di kelas SAVED BY GRACE, tujuan utamanya adalah memastikan setiap peserta menerima keselamatan. Karena itu di kelas Come ada beberapa tujuan yang harus dicapai:

  1. Menerima keselamatan
  2. Baptis air dan baptis selam
  3. Covenant member

Di kelas Grow:

  1. Memiliki habit membaca Alkitab secara pribadi
  2. Terlibat dalam setiap ibadah yang diikuti
  3. Memberikan persembahan dan perpuluhan
  4. Tertanam dalam iCare

Di kelas Serve: tujuan utamanya adalah setiap jemaat dapat menemukan kebenaran bahwa tujuan hidup adalah melayani Tuhan melalui gereja lokal. Kita percaya bahwa di sinilah seseorang akan menemukan arti kehidupan, ketika menemukan suatu tujuan hidup yang lebih besar dari kenyamanan, keinginan ataupun kesenangan pribadinya. Pada akhirnya, hidup dengan tujuan inilah yang akan memberikan arah, kegairahan, energi, kekuatan dalam menghadapi kehidupan. Berikutnya akan membawa seseorang untuk terus bertumbuh di dalam kerohaniannya (pengenalan akan Tuhan, perubahan karakter dan prioritas hidup, perubahan nilai-nilai).

Di kelas Lead: seseorang diberikan pengenalan dan sekaligus tantangan untuk menjadi seorang ICL. Dengan menjadi seorang ICL maka dia akan bertanggung jawab bukan saja atas dirinya sendiri, tetapi juga atas kehidupan orang-orang lain. Tanggung jawab inilah yang akan terus memacu pertumbuhan pribadinya. Di harapkan seseorang akan terus berkembang dalam pelayanan sesuai dengan semua talenta dan karunianya, mencapai potensi puncaknya.

Sekali lagi perlu diingat bahwa DISCIPLESHIP JOURNEY ini adalah sebuah strategi, kelas-kelas adalah sarana, tetapi roh discipleship adalah HUBUNGAN. Tanpa adanya HUBUNGAN pribadi dan dalam kelompok maka discipleship akan menjadi program yang tidak akan membawa perubahan dalam hidup orang-orang Kristen.

Sekali lagi tujuan DISCIPLESHIP adalah perubahan hidup: Perubahan pengertian tentang kehidupan dan tujuan kehidupan, menyeleraskan pikiran dan nilai-nilai kehidupan yang kemudian diwujudkan dalam semua aspek kehidupan, sedemikian rupa sehingga memiliki cara hidup yang berbeda dari mereka yang bukan pengikut Kristus. Tentu ada banyak detail tentang cara hidup orang percaya, seperti: membangun hubungan dengan Tuhan, servanthood, stewardship, dll. Maka perubahan itu harus inside-out, kuasa perubahan dari dalam, bukan karena acaman hukuman.

Sebagai sebuah gereja, tugas DISCIPLESHIP / PEMURIDAN harus dilakukan dengan INTENTIONAL (Baca: NIAT). Kita harus menjadikan ini sebagai tugas utama yang kita DIPRIORITASKAN. PENGINJILAN dan PEMURIDAN (kualitas hidup yang sesuai Alkitab) harus diutamakan daripada kuantitas jemaat (jumlah jemaat suatu gereja.)

Ketika proses discipleship berjalan dengan baik di sebuah gereja, maka SEMUA orang terlibat dalam proses dimuridkan dan memuridkan. Mungkin kita tidak memetakan dengan kaku siapa dimuridkan oleh siapa. Kita lebih mengandalkan hubungan-hubungan dalam konteks iCare. Saya membayangkan hasilnya akan menjadi apa yang yang dikatakan oleh Alkitab sebagai “Priesthood of all believers” (imamat rajani) di mana semua orang percaya menyadari bahwa dia dipanggil dan diurapi menjadi imam-iman, bagi keluarganya dan bagi dunia. Gereja tidak bergantung kepada beberapa “imam” (pendeta), tapi semua orang percaya (jemaat) berfungsi menurut kapasitas masing-masing mememuni panggilan dan tugas menjadi “imam.”

Discipleship harus terjadi di mana saja dan setiap hari. @budihidajat88

Gereja akan menjadi sangat kuat karena semua anggota (tubuh Kristus) berfungsi dan bergerak. Gereja tidak hanya berfungsi dalam empat tembok gereja, melainkan di mana ada orang percaya di situ gereja hadir. Discipleship terjadi di mana saja dan setiap hari. Hari-hari ini kita sedang ada dalam situasi di mana kita kita tidak dapat mengadakan kebaktian. Situasi ini harus menjadi a wake up call untuk kita lebih NIAT dalam melakukan discipleship. Sehingga apapun bisa terjadi, tetapi selama kita masih dapat membangun hubungan-hubungan pribadi maka tidak ada yang dapat menghentikan gereja menjalankan panggilannya untuk MEMURIDKAN BANGSA-BANGSA. Penginjilan tidak lagi bertumpu pada acara-acara besar dan mahal, tetapi pada hubungan-hubungan pribadi. Pendewasaan tidak lagi menjadi sebuah program (yang jalan tanpa terukur keberhasilan dan kontribusinya pada pemuridan.) Gereja menjadi seperti apa yang Tuhan inginkan: suatu Kerajaan Imam yang tidak dalap dihentikan oleh apapun juga, bahkan oleh ancaman maut sekalipun.

DISCIPLESHIP IS A LIFESTYLE, NOT AN EVENT

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s