GRACEFUL LEADERSHIP

Salah satu kebenaran yang khas Kristen adalah Kasih Karunia (Grace). Kasih karunia menceritakan tentang kebaikan Tuhan yang dinyatakan dengan mengutus Yesus datang ke dunia bukan untuk menghakimi, melainkan untuk menyelamatkan manusia yang berdosa (Yoh.3:17, 12:47). Kasih karunia ini mencerminkan sifat Tuhan yang penuh kasih, belaskasihan (merciful) dan anugrah (favor).

Sifat-sifat Tuhan ini harus menjadi teladan dan tercermin dalam kepemimpinan setiap pemimpin Kristen, baik dalam pelayanan maupun di marketplace. Teladan yang Kristus berikan adalah menjadi seorang hamba (doulos) yang memberikan diri untuk melayani orang lain. Seorang pemimpin dapat menjadi pemimpin yang graceful ketika dia menanggalkan egoisme dan keinginan selalu mementingkan diri sendiri.

Mat.20:28 “sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

#1. JANGAN MUDAH MENGHAKIMI ORANG LAIN

Rom.4:12 Demikianlah setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungan jawab tentang dirinya sendiri kepada Allah. (13) Karena itu janganlah kita saling menghakimi lagi! Tetapi lebih baik kamu menganut pandangan ini: Jangan kita membuat saudara kita jatuh atau tersandung!

‭‭Yakobus‬ ‭5:9 “Saudara-saudari, janganlah kita saling mencari dan saling membicarakan kesalahan dan kelemahan saudara-saudari kita. Lihat! Kedatangan Hakim yang adil Kristus sudah dekat, dan Dia akan menjatuhkan hukuman yang lebih berat kepada mereka yang suka melakukan hal yang seperti itu.”
‬(‭TSI)‬‬

Ciri-ciri pemimpin yang egois adalah:

  • Tidak senang kalau ada pemimpin lain berhasil
  • Bersukacita kalau ada pemimpin lain gagal atau jatuh
  • Suka mencari kesalahan pemimpin lain (didasari iri hati / persaingan)
  • Selalu memandang orang / pemimpin lain dengan kecurigaan, sehingga sulit percaya kepada orang lain, bahkan seringkali melihat potential leader sebagai ancaman, akibatnya susah untuk mendelegasikan pekerjaan dan susah melakukan regenerasi.
  • Cenderung melihat seseorang dari kekurangannya, bukan dari kelebihannya.
  • Membuat “penghakiman” dengan mengambil kesimpulan / keputusan tanpa mencari tahu keadaan sebenarnya

Pemimpin yang Graceful menyadari bahwa Tuhan sudah lebih dulu mengampuni dan tidak menghukum kita setimpal dengan kesalahan kita, karena itu wajiblah kita juga tidak menghakimi satu dengan yang lain. Karena itu seorang pemimpin yang graceful :

  • Tidak mudah menjatuhkan “vonis” hukuman tanpa mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi.
  • Berusaha melihat seseorang dari sisi positif atau kelebihannya, bukan hanya kekurangannya.
  • Senang melihat keberhasilan pemimpin lain.
  • Tidak mau terlibat persaingan dengan pemimpin lain.
  • Dapat mempercayai orang-orang (terutama potential leaders) sehingga dapat mendelegasikan tugas-tugas dan melakukan regenerasi.

#2. MENGAMPUNI DAN MEMBERI KESEMPATAN

Efe.4:32 Sebaliknya, hendaklah kalian baik hati dan berbelaskasihan seorang terhadap yang lain, dan saling mengampuni sama seperti Allah pun mengampuni kalian melalui Kristus.

Menyadari bahwa kita semua adalah “work-in-progress” karena itu tidak ada orang yang sempurna. Setiap kita pasti pernah melakukan kesalahan dan memiliki kekurangan, karena itu, kita harus juga memberikan ruang untuk orang melakukan kesalahan.

Seorang pemimpin perlu memiliki grace untuk dapat memberikan ampun ketika bawahannya melakukan kesalahan. Tidak dihakimi dan dibuang, tetapi meneladani Kristus, dengan kasih diberikan pintu kesempatan untuk memperbaiki diri dan mengusahkan pemulihan.

Mat.18:21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?” (22) Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.

#3. MEMBERIKAN KESEMPATAN UNTUK PERBEDAAN PENDAPAT

Ams.28:16 Siapa percaya kepada hatinya sendiri adalah orang bebal, tetapi siapa berlaku dengan bijak akan selamat.

Seorang pemimpin yang graceful percaya bahwa ada hikmat ketika kita mau berusaha untuk mendengar banyak masukan dan pendapat. Dia tidak akan memaksakan pendapatnya sendiri, walaupun dirasakan paling benar. Seorang pemimpin yang bijaksana menyadari bahwa seringkali ada lebih dari satu pendapat (cara) yang sama-sama baik dan benar, hanya orang-orang dapat memiliki pendapat yang berbeda karena memiliki sudut sudut pandang dan asumsi yang berbeda. Jadi dia akan dapat memberikan kesempatan untuk pendapat yang berbeda dengannya, untuk dapat dimplementasikan. Tapi pada saat yang bebeda, ketika ketika ada pendapat yang berbeda, dan pendapat itu “berbahaya” maka si pemimpin yang bijaksana akan mengambil keputusan berdasarkan apa yang dia anggap benar dan paling baik untuk organisasi.

#4. MENEGUR DENGAN KASIH UNTUK MEMULIHKAN DAN MEMBANGUN, BUKAN UNTUK MENGHAKIMI / MENJATUHKAN.

Yoh.3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia  bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Ayat ini menceritakan hati Tuhan yang tidak ingin menghakimi manusia, tetap justru ingin menyelematkan manusia dari kesalahan dan dosanya. Para pemimpin perlu meneladani Yesus, dengan tidak menjatuhkan hukuman yang membunuh karier atau masa depan seorang bawahan untuk kesalahan yang telah dilakukannya, melainkan ingin untuk orang yang telah melakukan kesalahan dapat bertobat, dapat memperbaiki diri dan menjadi lebih baik. Bukan berarti kita mentoleransi dosa. Ketika seseorang melakukan kesalahan, maka pemimpin akan menegur, tetapi bukan untuk “menghabisi” melainkan untuk “menyelamatkan” orang itu dari kesalahannya.

#5. MUDAH MENYADARI DAN MENGAKUI KESALAHANNYA

Seorang pemimpin yang rendah hati menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna, we are all work-in-progress. Karena itu seorang pemimpin perlu memiliki kerendahan hati untuk mudah menyadari kesalahannya dan mengakui kesalahannya, ketika membuat kesalahan. Dengan menyadari dan mengakui kesalahannya, maka dia dengan cepat dapat mengubah keputusan yang salah dan memperbaiki keadaan. Sebaliknya sorang pemimpin yang tinggi hati akan selalu merasa benar dan semua yang dia lakukan tidak pernah salah. Pemimpin seperti ini tinggal tunggu waktunya sekali waktu akan terjatuh oleh kesombongannya.

Benefit lain dari pemimpin yang mudah menyadari dan mengakui kesalahannya adalah dia akan belajar dari kesalahannya dan memperbaiki diri. Semua orang / pemimpin pasti pernah membuat kesalahan. Tetapi tidak semua orang mudah belajar dari kesalahannya. Sebagian menyalahkan orang lain atau keadaan atas kesalahan yang dia lakukan. Intinya tidak mau mengakui kesalahannya. Sebaliknya seorang pemimpin yang rendah hati akan menyadari dan mengakui kesalahannya, dan belajar untuk menjadi pemimpin yang lebih baik di masa depan.

Ketika seorang pemimpin mau mengakui kesalahannya, maka dia akan memiliki hubungan yang lebih baik dengan pengikutnya. Dia akan dilihat sebagai seorang yang authentic dan pengikut dengan senang hati akan membantu dia untuk menjadi pemimpin yang lebih baikk

#6. MEMILIKI KERENDAHAN HATI UNTUK MENERIMA KRITIK DAN UNTUK BELAJAR DARI ORANG LAIN

Kesuksesan dapat membuat seseorang menjadi sombong, dan merasa lebih tahu dari orang-orang lain sehingga tidak lagi mau mendengar nasehat / masukan dari orang lain.

  • Ams.12:15 Orang dungu merasa dirinya tak pernah salah, tapi orang bijaksana suka mendengarkan nasihat. (BIMK)
  • Ams.13:10 Kesombongan menimbulkan perselisihan, tetapi orang yang mendengarkan perkataan orang lain adalah bijaksana. (VMD)
  • Ams.19:20 Jika engkau suka belajar dan mendengar nasihat, kelak engkau menjadi orang yang berhikmat. (BMIK)
  • Ams.18:1 Jika ada yang mengabaikan teguran, dia hanya menyiksa dirinya, tetapi yang mendengarnya akan memperoleh lebih banyak pengertian. (2) Orang bodoh tidak mau belajar dari orang lain. Orang itu hanya ingin mengatakan pendapatnya sendiri.
  • Ams.12:1 Orang yang cinta kepada pengetahuan senang mendapat teguran; tapi orang yang tidak suka ditegur adalah orang dungu. (BIMK)
  • Ams.13:18 Jika orang tidak mau belajar dari kesalahannya, ia menjadi miskin dan malu, tetapi yang mendengarkan teguran akan dihormati. (VMD)
  • Ams.15:31–32 Untuk diperhitungkan menjadi orang bijakorang harus belajar menerima kritik yang membangun(32) Jika ada yang mengabaikan teguran, dia hanya menyiksa dirinya, tetapi yang mendengarnya akan memperoleh lebih banyak pengertian.
  • Ams.29:1 Siapa terus membangkang kalau dinasihati, suatu waktu akan hancur dan tak dapat diperbaiki lagi.

Hal terbaik yang anda dapat lakukan setelah sukses adalah memiliki kerendahan hati untuk mendengarkan nasehat / masukkan yang baik dari orang-orang yang dapat anda percayai.

#6. MEMBERIKAN RUANG UNTUK PARA PEMIMPIN LAIN

“Penyakit” seorang strong-leader adalah terlalu percaya diri sehingga tidak menyisakan ruang untuk pemimpin lain.

  • Kemungkinan juga karena ego yang terlalu kuat, sehingga tanpa sadar atau tidak sengaja, tidak memberikan ruang untuk pemimpin lain dapat memimpin bersama.
  • Terlibat dalam persaingan dan permainan membandingkan diri dengan pemimpin lain.
  • Tidak puas dengan apa yang telah dicapai, berpikir bahwa harus bisa lebih besar, lebih sukses, dan lebih terkenal dari yang lain. (Luk.22:24-27)
  • Contoh: Saul

Karena itu, setiap pemimpin harus tahu apa yang menjadi panggilannya dan teritori yang ditugaskan kepadanya, sehingga kita tidak perlu bersaing dengan pemimpin lain; dan sebaliknya dapat memiliki rasa aman sedemikian rupa sehingga dapat berkolaborasi dengan pemimpin-pemimpin lain. Bagi seorang pemimpin yang punya rasa aman, tidak peduli siapa yang dapat panggung dan lampu sorot. Bagi dia, lebih penting adalah bagaimana mencapi misi dan visi, udan untuk itu dia perlu pemimpin-pemimpin lain untuk membangun bersama, sehingga dapat LEADING TOGETHER, menjadikan sebuah kepemimpinan bersama yang sehat dan kuat.

Seorang pemimpin yang baik tidak melihat potential leader sebagai ancaman, melainkan dapat berbagi platform bahkan membuatkan infrastruktur agar pemimpim-pemimpin baru dapat dilahirkan dari kepemimpinannya.

BERSUKACITA UNTUK KEBERHASILAN ORANG LAIN.

Yoh.12:14 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa percaya  kepada-Ku, ia akan melakukan juga pekerjaan-pekerjaan yang Aku lakukan,  bahkan pekerjaan-pekerjaan yang lebih besar  dari pada itu.

Yesus memberikan teladan yang luar biasa, yaitu bahwa Dia menginginkan murid-murid-Nya melakukan hal-hal yang lebih besar dari apa yang Dia sudah kerjakan. Setiap pemimpin harus meneladani Yesus, untuk kita merindukan bahwa orang-orang yang kita pimpin akan melakukan hal-hal yang lebih hebat daripada apa yang kita lakukan.

Berikan pundak kita sehingga pemimpin berikutnya akan berdiri lebih tinggi karena ia berdiri di atas pundak kita. @bhidajat88

PEMIMPIN EGOISPEMIMPIN GRACEFUL
Mudah MenghakimiTidak mudah menghakimi orang lain
Menjatuhkan hukuman “menghabisi”Mengampuni dan memberi kesempatan
“Saya selalu paling benar”Memberikan ruang perbedaan pendapat
Menegur dengan amarah untuk menghukumMenegur dengan kasih untuk memulihkan
“saya selalu benar”Mudah menyadari dan mengakui kesalahan
Sombong dan anti kritikRendah hati untuk menerima kritik dan belajar
Tidak ada ruang untuk pemimpin lainMemberikan ruang untuk pemimpin lain
Melihat potential leader sebagai ancamanPotential leader sebagai asset
Ingin selalu di pusat perhatianBerbagi panggung dan membangun tangga untuk pemimpin baru
Hanya bersukacita untuk keberhasilan diri sendiriBersukacita untuk keberhasilan pemimpin lain

KESIMPULAN: Seorang pemimpin perlu “selesai dengan dirinya sendiri” dengan meneladani Tuhan Yesus ketika Ia mengosongkan diri-Nya dan mengambil rupa seorang hamba. Dia tidak lagi pedulu untuk mendapat kredit untuk dirinya sendiri. Pemimpin seperti ini tidak haus kekuasaan dan terlibat persaingan dengan pemimpin lain. Pemimpin ini akan dengan senang hati melihat pemimpin-pemimpin lain dibangun dan akan LEADING TOGETHER, sehingga kepemimpinannya menjadi sehat dan kuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s