GLORIOUS EXCHANGE #1

cross-2713356__340

Saya senang HARI KEMATIAN YESUS tidak disebut sebagai the black Friday tetapi Good Friday atau Jumat Agung.

Efe.1:7 Sebab, oleh kematian Kristus, kita dibebaskan oleh Allah, berarti Ia sudah mengampuni kita dari dosa-dosa kita. (8) Ia melakukan itu karena Ia sangat mengasihi kita, dan kasih itu dilimpahkan-Nya kepada kita dengan penuh kebijaksanaan dan pengertian.

Efe.1:9 Menurut kemauan-Nya sendiri, Allah memberitahukan kepada kita rahasia rencana-Nya; Ia sudah memutuskan bahwa rencana-Nya itu akan diselesaikan melalui Kristus. (BIS)

Efe.1:11 It’s in Christ that we find out who we are and what we are living for. (Msg)

DARI KEMATIAN KEPADA KEHIDUPAN

Efe.1:7 Sebab, oleh kematian Kristus, kita dibebaskan oleh Allah, berarti Ia sudah mengampuni kita dari dosa-dosa kita. (BIS)

  • Ketika di bumi banyak pilihan, di kekekalan hanya ada dua pilihan: Sorga atau neraka.

Efe.1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya. (TB)

  • Dan bahwa tidak ada orang yang dibenarkan di hadapan Allah karena melakukan hukum Taurat adalah jelas …Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: “Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!” (Galatia 3:11, 13 TB)
  • Kita mungkin tahu dan percaya bahwa kita menerima hidup kekal di dalam Kristus; tetapi belum menjadi suatu keyakinan yang mengubah cara pandang kita terhadap kehidupan, cara kita berpikir, nilai-nilai dalam hidup kita.
  • Kemarin teman kita Edwin telp saya dan menceritakan dia mendapat kesempatan untuk mendoakan orang-orang yang sdgn menantikan hukuman mati di Nusa Kambangan.
  • Saya membayangkan orang-orang yang hidup untuk menantikan hari dimana penghukuman itu datang (Kematian kekal di neraka), dan orang-orang yang hidup menantikan hari di mana kita akan masuk dalam kehidupan yang Mulia bersama Tuhan di sorga; akan memiliki perspektif yang sangat berbeda terhadap kehidupan.

#1. Hidup adalah anugrah

  • Karena hidup adalah anugrah, maka kita harus bisa bersyukur untuk kehidupan yang diberikan Tuhan.
  • Maz.118:24 This [is] the day the LORD has made; We will rejoice and be glad in it.

#2. Hidup adalah sebuah kepercayaan

  • Karena hidup adalah kepercayaan maka kita harus memiliki sikap yang bertanggung jawab dalam menjalani kehidupan kita.
  • Hidupnya bertanggung jawab (dalam tindakan, keputusan-keputusan, pilihan-pilihan yang diambil)
  • Orang yang tidak tahu bahwa hidupnya adalah sebuah kepercayaan maka hidupnya sembrono, ngawur, dan sembarangan.

#3. Hidup adalah penugasan sementara

  • Menyelesaikan calling kita dengan baik 
  • Peran dalam keluarga, masyarakat dan gereja (rumah Tuhan)

#4. Hidup adalah persiapan menuju kekekalan

  • Karena hidup adalah persiapan untuk kehidupan kekekalan, maka kita harus memastikan bahwa kita akan berada di tempat yang benar dalam kehidupan kekekalan yang akan datang.
  • Harta di sorga.

2Kor.5:1 Karena kami tahu, bahwa jika kemah (skenos) tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman (oikodome) di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.

  • Ketika kita hidup dengan mempertimbangkan kekekalan, nilai-nilai kita berbeda.
  • Kita menggunakan waktu dan uang kita secara lebih bijak. Kita menghargai lebih tinggi pada hubungan dan karakter daripada kepopuleran atau kekayaan atau prestasi atau bahkan kesenangan. Prioritas-prioritas kita ditata ulang. Soal mengikuti trend, model pakaian, dan nilai-nilai popular tidaklah penting lagi. 
  • Orang yang tidak memiliki perspektif kekekalan nilai-nilai hidup mereka akan terlihat dari apa yang dilakukannya. Fokusnya hanya perkara-perkara duniawi saja.

Fil 3:19-20 Kesudahan mereka ialah kebinasaan, Tuhan mereka ialah perut mereka, kemuliaan mereka ialah aib mereka, pikiran mereka semata-mata tertuju kepada perkara duniawi. Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat.

Pilihlah untuk hidup mengumpulkan harta surgawi. (Mat.6:20; Luk.12:33; Luk.18:22)

  • Penderitaan yang harus kita tanggung adalah demi kita terus bertahan dalam hidup yang benar dan berkenan kepada Alah, yaitu hidup seturut firman dan menjalankan kehendaknya.  Penderitaan terjadi, karena hidup yang ditawarkan oleh dunia adalah sangat bertolak belakang dengan hidup dalam jalan kebenaran (yang diberikan oleh Yesus Kristus). Tetapi jika kita memiliki perspektif kekekalan maka semua penderitaan itu menjadi ringan bagi kita. 

Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar daripada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tidak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” (2 Kor 4:16-18)

DARI PENGHUKUMAN KEPADA KEBEBASAN

Efe.1:7 Sebab di dalam Dia dan oleh darah-Nya kita beroleh penebusan, yaitu pengampunan dosa, menurut kekayaan kasih karunia-Nya. (TB)

Efe.1:7 Because of the sacrifice of the Messiah, his blood poured out on the altar of the Cross, we’re a free people—free of penalties and punishments chalked up by all our misdeeds. And not just barely free, either. Abundantly free! (MSG)

YESUS membebaskan wanita yang berzinah (Yoh.8:2-11)

Yoh.8:2 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. (3) Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. (4) Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: “Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah.

Yoh.8:5 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari (MENGHAKIMI) perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?”

(6) Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. (7) Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Yoh.8:8 Lalu Ia membungkuk pula dan menulis di tanah. (9) Tetapi setelah mereka mendengar perkataan itu, pergilah mereka seorang demi seorang, mulai dari yang tertua. Akhirnya tinggallah Yesus seorang diri dengan perempuan itu yang tetap di tempatnya.  (10) Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” 

“Woman, where are they? Has no one condemned you?”

Rom.8:1 Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus. | So now there is no condemnation for those who belong to Christ Jesus. (NLT)

Di hadapan Yesus, semua tuduhan dan penghukuman satu demi satu harus pergi dari kehidupan kita:

  • Rasa bersalah atas kesalahan kita 
  • Rasa tidak berharga
  • Selalu merasa tidak layak melayani Tuhan (perasaan tidak layak)
  • Merasa tidak berdaya karena kelemahan kita atau ketidaksempurnaan kita.

Yoh.8:10 Lalu Yesus bangkit berdiri dan berkata kepadanya: “Hai perempuan, di manakah mereka? Tidak adakah seorang yang menghukum engkau?” (11) Jawabnya: “Tidak ada, Tuhan.” Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

Yesus tidak MENGHAKIMI KITA BERDASAR MASA LALU KITA; jangan ijinkan siapapun menghakimi anda atas dosa masa lalu kita.

  • Di dalam Yesus setiap orang memiliki masa depan.
  • Condemnation tidak akan membawa kita kepada pertobatan, tetapi sebaliknya akan membawa kita mengalami RASA BERSALAH, masuk dalam perasaan TIDAK LAYAK dan membuat kita semakin jauh dari Tuhan.
  • Condemnation seperti penjara yang membuat orang di bawah kuasa dosa!

Yoh.1:17 sebab hukum Taurat diberikan oleh Musa, tetapi kasih karunia dan kebenaran datang oleh Yesus Kristus. | … but grace and truth came through Jesus Christ.

  • Tetapi ketika kita berhadapan dengan Tuhan Yesus, kita tidak menerima penghakiman melainkan KASIH KARUNIA dan KEMERDEKAAN karena Tuhan Yesus telah mematahkan “penjara” dosa

Rom.8:3 Sebab apa yang tidak mungkin dilakukan hukum Taurat karena tak berdaya oleh daging, telah dilakukan oleh Allah. Dengan jalan mengutus Anak-Nya sendiri dalam daging, yang serupa dengan daging yang dikuasai dosa karena dosa, Ia telah menjatuhkan hukuman atas dosa di dalam daging. | And so he condemned sin in the flesh…

Rom.8:3 … And in that body God declared an end to sin’s control over us by giving his Son as a sacrifice for our sins. (NLT)

Yoh.3:17 Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

Yoh.8:11 Lalu kata Yesus: “Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”

  • Penghukuman (condemnation) membuat kita hidup di bawah kuasa dosa; Kasih Karunia membuat kita bebas dari dosa!

Rom.6:14 Sin is no longer your master, for you no longer live under the requirements of the law. Instead, you live under the FREEDOM of God’s grace. (NLT)

DARI KEHINAAN KEPADA KEMULIAAN

Efe.1:11-12 It’s in Christ that we find out who we are and what we are living for. Long before we first heard of Christ and got our hopes up, he had his eye on us, had designs on us for GLORIOUS LIVING, part of the overall purpose he is working out in everything and everyone.

  • Tanpa Kristus kita hidup dalam “kehinaan”(Rom.3:23).
  • Manusia kehilangan “rupa dan gambar Allah”

Kisah anak yang terhilang. (Luk.15:11-24)

Luk.15:11 Yesus berkata lagi, “Ada seseorang mempunyai dua anak laki-laki. (12) Kata yang bungsu kepada ayahnya: Bapa, berikanlah kepadaku bagian harta milik yang menjadi hakku. Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka. >> broken relationships with God and with people!

Luk.15:13 Beberapa hari kemudian anak bungsu itu menjual seluruh bagiannya itu lalu pergi ke negeri yang jauh. Di sana ia memboroskan harta miliknya itu dengan hidup berfoya-foya.  >> he wasted his money living like a fool. (ERV) Hidup tanpa tujuan

Luk.15: 14 Setelah dihabiskannya semuanya, timbullah bencana kelaparan di dalam negeri itu dan ia pun mulai melarat. >> bangkrut: morally, spiritually

(15) Lalu ia pergi dan bekerja pada seorang warga negeri itu. Orang itu menyuruhnya ke ladang untuk menjaga babinya. (16) Lalu ia ingin mengisi perutnya dengan ampas yang menjadi makanan babi itu, tetapi tidak seorang pun yang memberikan sesuatu kepadanya.  >> tidak lagi punya harga diri (lebih rendah daripada babi)

Luk.15:17 Lalu ia menyadari keadaannya, katanya: Betapa banyaknya orang upahan bapaku yang berlimpah-limpah makanannya, tetapi aku di sini mati kelaparan. (18) Aku akan bangkit dan pergi kepada bapaku dan berkata kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, (19) aku tidak layak lagi disebut anak Bapa; jadikanlah aku sebagai salah seorang upahan Bapa. (20) Lalu bangkitlah ia dan pergi kepada bapanya. 

Luk.15:20 … Ketika ia masih jauh, ayahnya telah melihatnya, lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan. Ayahnya berlari mendapatkan dia lalu merangkul dan mencium dia. (21) Kata anak itu kepadanya: Bapa, aku telah berdosa terhadap surga dan terhadap Bapa, aku tidak layak lagi disebut anak Bapa. (22)  Tetapi ayah itu berkata kepada hamba-hambanya: Lekaslah bawa kemari jubah yang terbaik, pakaikanlah itu kepadanya dan kenakanlah cincin pada jarinya dan sepatu pada kakinya.

Luk.15:23 Ambillah anak lembu yang gemuk itu, sembelihlah dan marilah kita makan dan bersukacita. (24) Sebab anakku ini telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali. Lalu mulailah mereka bersukaria.

  • Jubah:  belong to Christ
  • Cincin: Spirit of adoption (covenant)
  • Sepatu: harga diri / dignity / martabat
  • Pesta: setiap anda berharga di mata Tuhan

Jubah:  belong to Christ

Gal.3:26-27 Sebab kamu semua adalah anak-anak Allah karena iman di dalam Yesus Kristus. Karena kamu semua, yang dibaptis dalam Kristus, telah mengenakan Kristus.

And all who have been united with Christ in baptism have put on Christ, like putting on new clothes. (NLT)

Cincin: Spirit of adoption (covenant)

God did this so that he could buy the freedom of those who were under the law. God’s purpose was to make us his children. Since you are now God’s children, he has sent the Spirit of his Son into your hearts. The Spirit cries out, “ Abba, Father.” Now you are not slaves like before. You are God’s children, and you will receive everything he promised his children. (Gal.4:5-7 ERV)

Sekali kita mengerti kehidupan seperti apa yang Tuhan berikan; kita tidak ingin lagi kembali kepada kehidupan yang lama >> kemuliaan yang semu; kebebasan yang semu

Freedom that destroy freedom (Rom.6:16)

Gal.5:1 We have freedom now, because Christ made us free. So stand strong in that freedom. Don’t go back into slavery again. (ERV)

Penutup: semua penuduh sudah pergi dari hidupmu; tinggal anda berhadapan dengan Tuhan; apa yang anda akan katakan? Apa yang akan anda lakukan dengan hidupmu?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s