I WANT TO KNOW WHAT LOVE IS

cross_equals_love_website

“I want to know what love is” adalah lagu yang populer pada tahun 84-85an, mungkin sebagian besar dari anda tidak tahu lagu ini. Tapi lagu ini menggambarkan “isi hati” sebagian besar manusia bahwa cinta adalah sebuah misteri yang sangat menarik. Cinta merupakan topik yang paling populer untuk tema lagu, film, novel dan puisi.

Edwin Lois Cole menuliskan dengan sangat indah definisi dari cinta:  “CINTA berkeinginan untuk menguntungkan orang lain dengan pengorbanan diri, karena cinta ingin memberi. Nafsu berkeinginan untuk keuntungan diri dengan mengorbankan orang lain, karena nafsu berkeinginan untuk mendapatkan.”

Efe.5:2 Observe how Christ loved us. His love was not cautious but extravagant. He didn’t love in order to get something from us but to give everything of himself to us. (MSG)

Cinta seringkali disalah artikan, karena terlalu gampang orang melabel sebuah perasaan atau tindakan atas nama cinta. Tetapi Edwin Lois Cole dengan sangat baik menunjukkan kepada kita perbedaan LOVE dengan LUST.

Dari mana kita belajar tentang CINTA? Tentu dari Sang Pencipta cinta itu sendiri.

Efe.5:1 You are God’s dear children, so try to be like him. (2) Live a life of love. Love others just as Christ loved us. He gave himself for us—a sweet-smelling offering and sacrifice to God. (ERV)

Kristus memberikan teladan mencintai bukan hanya dengan kata-kata tetapi dengan pemberian dan persembahan yang terbaik, yaitu hidup-Nya sendiri. Sebaliknya kehidupan yang dikuasai nafsu membuat seseorang tidak pernah puas, dipenuhi ke-egoisan untuk memuaskan keinginannya.

(3) But there must be no sexual sin among you. There must not be any kind of evil or selfishly wanting more and more, because such things are not right for God’s holy people.

(5) You can be sure of this: No one will have a place in the kingdom of Christ and of God if that person commits sexual sins, or does evil things, or is a person who selfishly wants more and more. A greedy person like that is serving a false god.

Bahkan orang yang hidupnya dikuasai nafsu, selalu ingin memenuhi keinginannya bahkan dengan mengorbankan orang lain, dimasukkan ke dalam kelompok yang sama dengan orang yang melakukan dosa sexual dan dengan penyembah berhala.

Prakteknya kehidupan yang dikuasai cinta adalah saling menghargai, saling ber-emphati dan berbelaskasihan, mengalah demi kebaikan orang lain.

Efe.5:2 … and walk continually in love [that is, value one another — practice empathy and compassion, unselfishly seeking the best for others], just as Christ also loved you and gave Himself up for us, an offering and sacrifice to God [slain for you, so that it became] a sweet fragrance. (AMP)

Cinta mau mengalah, cinta mau berkorban, cinta mau mengampuni:

Orang yang mengasihi orang-orang lain, sabar dan baik hati. Ia tidak meluap dengan kecemburuan, tidak membual, tidak sombong. Ia tidak angkuh, tidak kasar, ia tidak memaksa orang lain untuk mengikuti kemauannya sendiri, tidak juga cepat tersinggung, dan tidak dendam. Orang yang mengasihi orang-orang lain, tidak senang dengan kejahatan, ia hanya senang dengan kebaikan. Ia tahan menghadapi segala sesuatu dan mau percaya akan yang terbaik pada setiap orang; dalam keadaan yang bagaimanapun juga orang yang mengasihi itu tidak pernah hilang harapannya dan sabar menunggu segala sesuatu.’ 1 Korintus 13:4-7 BIMK

Kita diperhadapkan pada dua pilihan, hidup diisi dengan LOVE atau LUST.  Akhirnya kita kembali kepada esensi arti hidup itu sendiri: hidup tidak ada nilainya kalau semua berpusat kepada saya, apa yang saya mau dan apa yang saya inginkan. Hidup hanya bernilai kalau kita memilih untuk meneladani Kristus hidup untuk MENGASIHI dan bukan untuk memuaskan nafsu.

‘Meskipun saya dapat berbicara dengan berbagai bahasa manusia, bahkan dengan bahasa malaikat sekalipun, tetapi saya tidak mengasihi orang lain, maka ucapan-ucapan saya itu hanya bunyi yang nyaring tanpa arti. Meskipun saya pandai menyampaikan berita dari Allah, dan mengerti semua hal yang dalam-dalam, dan tahu segala sesuatu serta sangat percaya kepada Allah sehingga dapat membuat gunung berpindah, tetapi saya tidak mengasihi orang-orang lain, maka saya tidak berarti apa-apa! Meskipun semua yang saya miliki, saya sedekahkan kepada orang miskin, dan saya menyerahkan diri saya untuk dibakar, tetapi saya tidak mengasihi orang-orang lain, maka semuanya itu tidak ada gunanya sama sekali. ‘ 1 Korintus 13:1-3 BIMK

1Kor.13:4 Kasih itu sabar; kasih itu murah hati; ia tidak cemburu. Ia tidak memegahkan diri dan tidak sombong. (5) Ia tidak melakukan yang tidak sopan dan tidak mencari keuntungan diri sendiri. Ia tidak pemarah dan tidak menyimpan kesalahan orang lain. (6) Ia tidak bersukacita karena ketidakadilan, tetapi karena kebenaran. (7) Ia menutupi segala sesuatu, percaya segala sesuatu, mengharapkan segala sesuatu, sabar menanggung segala sesuatu. (8) Kasih tidak berkesudahan; nubuat akan berakhir; bahasa roh akan berhenti; pengetahuan akan lenyap.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s