MONOPOLY

monopoly-3d

Waktu liburan Natal kemarin saya melihat anak-anak saya dan beberapa sepupu mereka main permainan yang seru sekali yaitu Monopoly. Sebagian besar dari kita juga mungkin pernah main. Ketika kita berusaha mengumpulkan uang dari beberapa “tugas” lalu ketika mendapat kesempatan — dan punya cukup uang — membeli property, yang di atasnya kita membangun rumah hijau dan ketika mencapai lima rumah hijau kita menukarkan dengan satu hotel merah. Kalau ada orang berhenti di property kita maka kita akan mengenakan sewa, dan semakin banyak rumah hijau di atasnya, sewanya semakin mahal, paling mahal dan berlipat kali kalau sudah ada hotel merah di atasnya. Permainan ini sangat sederhana, tapi menggambarkan hal-hal yang sebenarnya terjadi in real life, dan kita bisa belajar beberapa prinsip hidup / bekerja dari permainan itu.

‘Peliharalah ternakmu baik-baik, karena kekayaan tidak akan kekal, bahkan kuasa untuk memerintah pun tidak akan tetap selama-lamanya. Rumput di ladang dan di gunung dipotong dan dikumpulkan untuk ternakmu itu, tapi sementara itu tumbuhlah rumput yang baru. Dari bulu domba-dombamu engkau mendapat pakaian, dan dari uang penjualan sebagian kambing-kambingmu engkau dapat membeli tanah yang baru. Dari kambing-kambingmu yang lain engkau mendapat susu untuk dirimu dan keluargamu serta pelayan-pelayanmu.’ Amsal 27:23-27 BIMK

  1. Bekerjalah dengan sepenuh hati

“Peliharalah ternakmu baik-baik, karena kekayaan tidak akan kekal, bahkan kuasa untuk memerintah pun tidak akan tetap selama-lamanya.”

Karena apapun yang tidak dipelihara akan rusak. Hal yang sama dengan bisnis atau pelayanan atau apapun juga. Banyak orang suka memulai, tapi malas untuk memelihara. “Peliharalah ternakmu baik-baik” : apapun pekerjaanmu lakukan dengan baik, terbaik, jangan asal-asalan.

2. Perlu kesabaran

“Rumput di ladang dan di gunung dipotong dan dikumpulkan untuk ternakmu itu, tapi sementara itu tumbuhlah rumput yang baru. Dari bulu domba-dombamu engkau mendapat pakaian, dan dari uang penjualan sebagian kambing-kambingmu engkau dapat membeli tanah yang baru. Dari kambing-kambingmu yang lain engkau mendapat susu untuk dirimu dan keluargamu serta pelayan-pelayanmu.”

3. Tidak melakukan kesalahan

Mungkin orang akan tertawa kalau saya mengatakan bahwa tugas utama seorang manager atau eksekutif adalah menghindari kesalahan. Bukankah dalam bisnis selalu ada resiko? Jawabannya ya benar, justru karena kesadaran itulah maka kita harus berusaha mengelola resiko itu seminimal mungkin, dan berhati-hati agar kita tidak melakukan kesalahan yang terjadi karena kebodohan atau kesalahan kita sendiri. Jangan sampai apa yang sudah dengan susah payah kita kumpulkan, hilang sekejab hanya karena kesalahan.

4. Step-by-step semua bisa punya hotel mewah.

“Rumput di ladang dan di gunung dipotong dan dikumpulkan untuk ternakmu itu, tapi sementara itu tumbuhlah rumput yang baru. Dari bulu domba-dombamu engkau mendapat pakaian, dan dari uang penjualan sebagian kambing-kambingmu engkau dapat membeli tanah yang baru. Dari kambing-kambingmu yang lain engkau mendapat susu untuk dirimu dan keluargamu serta pelayan-pelayanmu.”

Ada proses yang harus kita lalui step by step, perlu kesabaran, jangan terpancing short cut. Dari monopoly kita bisa belajar prinsip sederhana: Tukarkan lima rumah hijau dengan satu hotel merah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s