BEBAN ATAU BERKAT?

IMG_6184

Kemarin saya mendapat pengalaman baru, untuk pertama kalinya masuk “apartemen burung”, yaitu bangunan 4 sampai 6 lantai dengan banyak kamar untuk tempat tinggal burung (dan membuat sarang). Yang membuat saya kagum burung-burung ini setiap pagi pergi mencari makan sendiri, dan sore hari bisa tahu pulang ke sarangnya. Segera saya ingat Firman Tuhan: “Lihatlah burung di udara. Mereka tidak menanam, tidak menuai, dan tidak juga mengumpulkan hasil tanamannya di dalam lumbung. Meskipun begitu Bapamu yang di surga memelihara mereka! Bukankah kalian jauh lebih berharga daripada burung?” (Matius‬ ‭6:26‬). Sesungguhkan anda harus percaya bahwa BAPA memeliharakan hidup anda dan keluargamu.

Tapi kemudian saya mendapatkan insight bahwa pemilik “apartemen burung” ini tidak perlu memberi makan burung2 ini; tetapi justru burung-burung inilah yang menjadi berkat bagi pemilik rumah burung itu.

Demikianlah setiap orang  punya pilihan dalam hidup, menjadi “beban” (bagi keluarga, bagi teman-teman, bagi perusahaan tempatnya bekerja, bahkan jadi beban buat masyarakat dan pemerintah), atau kita memilih HIDUP menjadi BERKAT (bagi keluarga, bagi teman2, bagi perusahaan tempatnya bekerja, bahkan jadi berkat buat masyarakat dan gereja), yaitu kehidupan yang memberikan nilai tambah bagi orang lain.
ANDA SUDAH DIBERKATI UNTUK MENJADI BERKAT.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s