MUNGKINKAH TUHAN MENGHENDAKI PERCERAIAN?

Ada seseorang datang kepada saya menceritakan kesulitan dalam rumah tangga nya. Ternyata situasi cukup “gawat.” Dia mengatakan sudah berusaha untuk menyelamatkan rumah tangganya (tentu versi dia ya…); tapi sepertinya keadaan tidak bertambah baik, malahan memburuk. Situasi lebih parah karena saudara-saudaranya memberi nasehat “rohani” untuk dia berserah kepada Tuhan: “Kalau Tuhan menghendaki perceraian ya sudah berserah saja; kalau Tuhan tidak menghendekai perceraian, maka tidak akan terjadi perceraian.”

Waktu saya mendengar nasehat ini saya kaget, tertegun, speechless. Ini nasehat paling ngawur yang saya pernah dengar. Memang sekilas sepertinya rohani  …. “berserah kepada Tuhan”. Tetapi jelas nasehat ini ngawur. [Maka hati-hati meminta dan mendengar nasehat; apa yang masuk akal, apa yang kelihatan nya rohani, belum tentu benar.]

Sambil mendengar orang ini terus bercerita, saya berpikir: “Mungkinkah Tuhan mengehendaki perceraian?” Dalam situasi yang sangat “ruwet” mungkinkah Tuhan putus asa lalu memberikan keputusan: “Ya udah cerai saja. ” Jujur saja, dalam beberapa kali mendengar orang menceritakan situasi rumah tangga mereka yang amburadul dan ruwet; saya hanya geleng-geleng kepala (walau hanya dalam hati) dan berkata (dalam hati juga): “suami seperti itu kok masih mau kamu pertahankan, ceraiin aja.” atau “istri seperti itu kok masih mau dipertahankan, ceraiin aja, cari yang baru.”

Tapi apakah Tuhan pernah membuat keputusan: “Ya udah dalam kasus ini saya memperbolehkan kalian cerai”?? Sepanjang yang saya tahu, Tuhan TIDAK PERNAH menghendaki perceraian.

Kalaupun ada orang Kristen bercerai, kalaupun pendeta memberikan “fatwa” boleh cerai dengan alasan KDRT, perselingkuhan, atau alasan-alasan pembenaran lain … itu adalah keputusan manusia. Harus diakui kadang-kadang perceraian dapat menjadi solusi masalah dalam rumah tangga: SELESAI. Tetapi sejauh yang saya tahu: TUHAN TIDAK PERNAH MENGHENDAKI PERCERAIAN.

Karena itu, seburuk apapun situasinya, keadaannya, sekuat apapun alasan pembenarannya (KDRT, perselingkuhan dll. yang biasa menjadi alasan pembenaran untuk sebuah perceraian), kita perlu berpikir 1000 kali sebelum memutuskan akan bercerai. Setidaknya kita punya alasan cukup kuat untuk berjuang mempertahankan rumah tangga kita, tidak menyerah apapun situasinya, karena satu alasan: TIDAK MUNGKIN TUHAN MENGHENDAKI PERCERAIAN RUMAH TANGGA SAYA. Karena itu berjuanglah terus … jangan menyerah.

Mar.10:9 Karena itu, apa yang telah dipersatukan Allah, tidak boleh diceraikan manusia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s