BEKAL DAN FONDASI

photo-cornerstone-temple-1622782-wallpaper

Beberapa waktu yang lalu seseorang datang pada saya menceritakan situasi yang dihadapinya. Wah ternyata cukup “gawat”. Lebih gawat lagi karena dia merasa putus asa, tidak punya pengharapan dan menyerah kepada keadaan yang dihadapinya. Saya juga heran, orang yang saya pikir seharusnya cukup kuat dan tangguh ternyata gampang menyerah menghadapi kesulitan hidupnya. Saya berusaha memberikan semangat kepada orang ini, karena situasi yang dihadapinya membutuhkan dia untuk bangkit, berjuang dan “berperang.” Ini bukan saatnya untuk menyerah kalah begitu saja.

Tapi ada daya, ternyata “bekal” nya tidak cukup banyak untuk dia berperang. Fondasinya tidak cukup kuat untuk dia bertahan. Yang saya maksudkan adalah bekal rohani dan fondasi kehidupan rohaninya. Apa boleh buat, akhirnya dia menyerah. Bekal rohani berbicara tentang nilai-nilai rohani yang atasnya kita membuat keputusan-keputusan hidup. Fondasi yang saya maksudkan adalah pengenalan kita akan Tuhan, karya Tuhan menyelamatkan kita, hubungan pribadi kita dengan Dia.

Dalam keadaan baik-baik, tidak ada bedanya orang Kristen yang fondasi nya kuat atau tidak. Tetapi dalam keadaan menghadapi tantangan, ternyata bekal dan fondasi ini menentukan apakah kita akan survive atau tidak. Menentukan apakah kita akan keluar sebagai pemenang atau sebagai pecundang. Banyak orang pada saat semua sedang baik-baik, lalai untuk menimbun bekal dan membangun fondasi. Mereka pikir bekal mereka cukup dan fondasi mereka cukup tangguh. Dan saat kita menyadari bahwa bekal kita tidak cukup, fondasi kita goyah, maka semuanya sudah terlambat.

Karena itu, sebelum kita diperhadapkan pada badai kehidupan, pastikan anda menimbun cukup bekal dan membangun fondasi yang kokoh. Anda harus PASTIKAN bahwa bekalmu cukup dan fondasimu kokoh. Kalau anda selalu didorong untuk BERTUMBUH, untuk TERTANAM dalam gereja lokal, untuk BERAKAR dalam Firman Tuhan semuanya itu adalah untuk kepentingan anda sendiri. Setiap orang pasti dalam hidup akan menghadapi badai; dan saat itulah anda bersyukur bahwa anda punya cukup bekal dan punya fondasi yang kokoh.

Kol.2:6 Kamu telah menerima Kristus Yesus, Tuhan kita. Karena itu hendaklah hidupmu tetap di dalam Dia. (7) Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur.

Doa saya, kalau saja badai datang dalam hidup anda, maka engkau akan keluar sebagai pemenang, karena  anda sudah memiliki bekal yang cukup dan membangun fondasi yang kuat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s