WORKING FOR THE KING

Seri kotbah Faithful and Fruitful berbicara tentang STEWARDSHIP, yaitu bagaimana kita menjadi PENGELOLA yang baik dari apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita. Prinsip STEWARDSHIP adalah Tuhan sebagai pemilik segala sesuatu mempercayakan kepada orang-orang yang dapat dipercaya untuk mengelola milik-Nya. Dengan kata lain STEWARDSHIP adalah pertumbuhan kita dari orang percaya menjadi orang kepercayaan Tuhan, untuk mengelola apa yang menjadi milik Tuhan.

Salah satu area penting untuk kita kelola dengan baik adalah PEKERJAAN kita.  40% hidup kita ada di area ini, karena itu penting untuk kita belajar bagaimana kita menggunakan pekerjaan kita untuk memenuhi penggilan kita sebagai pengelola yang baik dari apa yang Tuhan sudah percayakan kepada kita.

#1. PEKERJAAN ADALAH SARANA TUHAN MENYEDIAKAN KEBUTUHAN KITA.

(PROVISION)

Kej.1:26 Berfirmanlah Allah: ”Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (27) Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. 

Kej.1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: ”Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi.”

(MSG) “ … Be responsible for fish in the sea and birds in the air, for every living thing that moves on the face of Earth.”

Kej.2:15 Tuhan Allah mengambil manusia itu dan menempatkannya dalam taman Eden untuk mengusahakan dan memelihara taman itu.

Kej.2:15 (ESV) The Lord God took the man and put him in the garden of Eden to work it and keep it.

Karena mandat ini diberikan sebelum manusia jatuh ke dalam dosa. Pekerjaan bukalah “kutukan” akibat dosa. Akibat dosa adalah : pekerjaan tanpa sukacita (susah payah dan keluh kesah), kemakmuran tanpa moralitas, kesuksesan tanpa makna (kepuasan). Kabar baiknya di dalam Kristus kita sudah ditebus dari semua “kutukan” itu.

Pekerjaan adalah bagian dari design Tuhan untuk manusia MENGELOLA ciptaan Tuhan bagi Tuhan.

1Tes.4:11 Dan anggaplah sebagai suatu kehormatan untuk hidup tenang, untuk mengurus persoalan-persoalan sendiri dan bekerja dengan tangan, seperti yang telah kami pesankan kepadamu.

(BIS) Berusahalah hidup dengan tenang dan tidak mencampuri persoalan orang lain. Hendaklah kalian bekerja mencari nafkah sendiri, sebagaimana kami dahulu sudah perintahkan kepadamu.

PEKERJAAN adalah sebuah KEPERCAYAAN yang Tuhan berikan, karena itu kita harus bekerja SEPENUH HATI.

Kol.3:23 (BIS) Pekerjaan apa saja yang diberikan kepadamu, hendaklah kalian mengerjakannya dengan sepenuh hati, seolah-olah Tuhanlah yang kalian layani, dan bukan hanya manusia.

Ams.13:4 (BIS) Si malas banyak keinginan tapi tak satu pun yang dicapainya; orang yang bekerja keras mendapat segala yang diinginkannya.

(NLT) … but those who work hard will prosper.

Tuhan tidak menentang kelimpahan, yang Tuhan tidak suka adalah keserakahan dan kemalasan. Tuhan ingin anak-anak-Nya mengalami keberhasilan dan kelimpahan.

Maz.35:27b (Amp.) “Let the Lord be magnified, who delights and takes pleasure in the prosperity of His servant.”

Biarlah Tuhan diagungkan, Dia senang dan bergembira atas kemakmuran hamba-Nya.

Ula.28:8 TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu.

(BIS) TUHAN Allahmu akan memberkati usahamu dan mengisi lumbung-lumbungmu dengan gandum.

Tuhan menciptakan setiap orang unik dengan memberikan potensi — kombinasi dari bakat/talenta, kepribadian, karunia Roh dan kemampuan/ketrampilan — untuk memiliki kehidupan yang produktif dan berbuah sehingga dapat berhasil dalam pekerjaan. Tuhan sudah memberikan potensi yang unik bagi setiap orang, yaitu kombinasi dari bakat/talenta, kepribadian, karunia Roh dan kemampuan/ketrampilan.

Tuhan mau supaya setiap orang menemukan sebuah pekerjaan di mana dia bisa mengaktualisasikan potensi itu, sehingga berhasil dalam pekerjaannya, sehingga melalui pekerjaan itu dia dapat memenuhi kebutuhannya dan keluarganya serta memiliki sebuah kehidupan yang berbuah.

Keberhasilan dalam pekerjaan adalah hasil aktualisasi semua potensi yang Tuhan sudah berikan.

Mat.25:22 Lalu datanglah hamba yang menerima dua talenta itu, katanya: Tuan, dua talenta tuan percayakan kepadaku; lihat, aku telah beroleh laba dua talenta.

Mat.25:23 Maka kata tuannya itu kepadanya: Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar. Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.

Mat.25:24 Kini datanglah juga hamba yang menerima satu talenta itu dan berkata: … (25) Karena itu aku takut dan pergi menyembunyikan talenta tuan itu di dalam tanah: Ini, terimalah kepunyaan tuan!

Mat.25:26 Maka jawab tuannya itu: Hai kamu, hamba yang jahat dan malas ….

Tuhan tidak senang dengan talenta yang disembunyikan  saja. Tuhan mau supaya semua potensi yang Tuhan sudah berikan dapat diaktualisasikan melalui pekerjaan kita, sehingga kehidupan kita produktif dan berbuah.

Mat.25:28 Sebab itu ambillah talenta itu dari padanya dan berikanlah kepada orang yang mempunyai sepuluh talenta itu.

Tuhan mau kita mengalami keberhasilan dan kelimpahan sebagai hasil aktualisasi semua potensi yang Tuhan sudah berikan.

Bagaimana anda tahu suatu pekerjaan cocok untuk anda? Dengan menggali potensi apa yang Tuhan sudah berikan; semua potensi itu adalah kekuatan anda untuk berhasil dalam pekerjaan dan kehidupan, yaitu dengan mengaktualisasikan semua potensi itu, sehingga anda BERBUAH dan mengalami KEPUASAN dalam pekerjaan.

Keberbuahan, sukacita dan kepuasan hidup akan kita alami kalau kita dapat mengaktualisasikan semua potensi yang Tuhan sudah berikan, sehingga melaluinya kita dapat memenuhi kebutuhan hidup kita dan bahkan mengalami kelimpahan; terlebih penting kita memenuhi panggilan Tuhan menjadi seorang steward yang baik. 

Meaning matters more than money

Ams.22:26-27 (MSG) “Don’t gamble on the pot of gold at the end of the rainbow, hocking your house against a lucky chance. The time will come when you have to pay up; you’ll be left with nothing but the shirt on your back.”

Jangan bertaruh untuk ”sebuah periuk emas di ujung pelangi,” menggadaikan rumah anda untuk suatu hal yang untung-untungan. Akan tiba waktunya anda harus membayar; tidak ada yang akan tersisa untuk anda kecuali sebuah baju di punggung anda.

Jangan mudah tergiur dengan investasi / skema bisnis yang menjanjikan cara mudah dan cepat menjadi kaya, lalu kita mengabaikan potensi yang Tuhan berikan dan mengejar “periuk emas di ujung Pelangi” 

Note: “periuk emas di ujung Pelangi” adalah sebuah dongeng.

#2. PEKERJAAN MERUPAKAN EKSPRESI DARI IDENTITAS DAN IMAN KITA.

(EXPRESSION)

Pemikiran yang salah tentang pekerjaan: Fungsi utama pekerjaan adalah sarana mencari uang.

Pola pikir yang benar: Fungsi utama pekerjaan adalah sarana untuk kita dapat menjalankan panggilan stewardship, menjadi pengelola milik Tuhan.

PIKIRAN YANG SALAH TENTANG DUNIA KERJA: Kita hanya dapat mengekspresikan iman kita dan nilai-nilai kita di lingkungan yang rohani, tetapi kita tidak dapat mengekspresikan iman kita di dunia kerja .

Akibatnya banyak orang Kristen berkepribadian ganda, menjadi pribadi yang berbeda di gereja dan di pekerjaan. Banyak orang Kristen yang berperilaku duniawi di dunia kerja, terutama ketika berkaitan dengan uang atau kekuasaan.  Kalau sudah bicara tentang uang atau kekuasaan, nilai dan perilakunya sama dengan orang dunia.

Pekerjaan adalah sarana terbaik untuk kita mengekpresikan identitas kita dan iman kita kepada dunia.

Mat.5:14-16 (BMIK) “Kalian adalah terang dunia. Kota yang terletak di atas bukit tidak dapat disembunyikan. (15) Tidak ada orang yang menyalakan lampu, lalu menutup lampu itu dengan tempayan. Ia malah akan menaruh lampu itu pada tempat lampu, supaya memberi terang kepada setiap orang di dalam rumah. (16) Begitu juga terangmu harus bersinar di hadapan orang, supaya mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik, lalu memuji Bapamu di surga.”  

“Terang dunia adalah identitas kita.”

“Bersinar” di hadapan orang adalah ekspresi dari apa yang kita percaya sebagai identitas kita, diekpresikan melalui nilai-nilai yang tercermin melalui keputusan dan perbuatan kita.

“ … supaya mereka melihat perbuatan-perbuatanmu yang baik, lalu memuji Bapamu di surga.”  

1Pet.2:12 Milikilah cara hidup yang baik di tengah-tengah bangsa-bangsa bukan Yahudi, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai orang durjana, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka.

#3. PEKERJAAN ANDA JUGA PELAYANAN ANDA

(MISSION)

Tuhan memanggil kita untuk memiliki TUJUAN yang lebih besar dalam pekerjaan kita. Tujuan akan memberikan makna. Pekerjaan yang tidak memiliki makna lain selain mencari uang, lebih mendekati perbudakan daripada kebebasan.

Transforming from wealth builder to kingdom builder.

Ketika kita bekerja untuk TUJUAN yang lebih besar – melampaui “cari uang” — yaitu untuk menjadi KINGDOM BUILDER, maka kita akan mulai bertanya bagaimana saya dapat menggunakan pekerjaan saya untuk Kerajaan Allah. Melalui pemberian kita untuk pekerjaan Tuhan dan untuk orang-orang yang membutuhkan.

Pertanyaannya tidak lagi berapa yang saya bisa dapatkan melalui pekerjaan saya, tetapi berapa yang saya bisa berikan melalui pekerjaan saya.

Kis.20: 33 Perak atau emas atau pakaian tidak pernah aku ingini dari siapapun juga. (34) Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku.

Kis.20:35 Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima.”

“Dapatkan sebanyak Anda bisa, tanpa menyakiti diri sendiri dan orang lain. Simpan sebanyak yang Anda bisa, potong pengeluaran yang tidak perlu. Beri sebanyak Anda bisa, simpan harta kekal disurga”. (John Wesley)

Meggembalakan dan memuridkan “jemaat” anda di dunia kerja: Kata memuridkan berarti membawa seseorang satu langkah lebih dekat kepada Tuhan, artinya pemuridan dapat dilakukan jauh sebelum seseorang mengenal Tuhan. Siapa saja orang-orang yang ada di inner circle anda? Kita dapat menyediakan diri kita untuk orang datang ketika mereka punya masalah.

Siapa saja yang akan terdampak dari keputusan-keputusan kita? Adakah yang dapat saya lakukan untuk menyatakan Kasih Kristus kepada mereka?

Mat.6:19 “Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. (20) Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s