LEADING THROUGH CRISIS

LEAD NIGHT #2  – 6 April 2020

Kemana krisis ini akan membawa kita? Semua orang bertanya kapan krisis ini akan berakhir? ke mana ujung krisis ini? Sedalam apakah krisis ini? kapan hidup saya dapat kembali normal? semua pernyataan itu valid, unfortunately tidak ada seorangpun yang dapat memberikan jawaban pasti. Yang kita tahu dan percaya “badai pasti berlalu.” Suatu kali pasti krisis ini akan mereda, tetapi tidak ada orang yang dapat memperkirakan perubahan yang disebabkan oleh krisis ini. Krisis akan menyebabkan banyak hal berubah secara signifikan dalam gaya hidup, bisnis dan bahkan pelayanan.

PERTANYAAN YANG LEBIH PENTING: Mungkin kita tidak akan pernah mendapat jawaban yang pasti apakah hidup kita setelah krisis akan kembali “normal” seperti sebelum krisis. Tetapi sebenarya ada satu pertanyaan lebih penting:

Akan jadi seperti apakah kita setelah krisis?

  • Apakah kita akan menjadi bitter (orang yang mengalami kepahitan karena hal-hal buruk yang kita alami akibat kiris) ataukah kita menjadi better (orang yang lebih baik daripada sebelum krisis).
  • Apakah kita akan menjadi weaker (ketakutan dapat melemahkan) atau menjadi stronger (orang yang memiliki perspektif yang benar tentang Tuhan dan kehidupan, sehingga kita menjadi orang yang lebih kuat menghadapi naik – turunnya kehidupan.)
  • Apakah kita menjad orang yang smaller (hatinya lebih kecil, perspektifnya lebih sempit, lebih egois dan mementingkan diri sendiri) ataukah kita menjadi orang yang bigger (hatinya lebih besar sehingga dapat merasakan dan menolong orang lain, pikirannya lebih luas.)

Semua ini tergantung perspektif kita melihat krisis dan bagaimana kita merespon krisis.

Jadikan krisis sebagai kesempatan untuk mengevaluasi hidup kita, memperbaiki diri, dan bertumbuh mencapai destiny yang sejati.  @budihidajat88

#1. Jangan tinggal di zona kebingungan dan ketakutan, masuklah ke dalam zona PEMBELAJARAN dan PERTUMBUHAN.

CRISIS CREATES CLARITY

ZONA PERTUMBUHAN:

  • Mengenal identitas diri
  • Mengenal panggilan hidup
  • Mengenal Holy Discontent
  • Mengenal esensi kehidupan

Semakin sedikit kita melayani diri sendiri, semakin banyak energi yang kita miliki untuk melayani orang lain. @budihidajat88

Mat.20:26 Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, 27 dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; 28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

#1. TURN OUR HEARTS TOWARD GOD

Jangan jadikan agama hanya sebagai kumpulan ritual, aturan dan kewajiban. Kekristenan adalah hubungan penuh cinta antara Tuhan dan umatNya, dimulai dengan Tuhan terlebih dahulu mengasihi dan mencintai kita. Gunakan waktu ini untuk merenungkan CINTA Tuhan buat anda.

#2. TURN OUR HEARTS TOWARD HOME

Krisis ini menyadarkan kita bahwa GEREJA harus dimulai dari RUMAH. Setiap ayah harus mengambil peran sebagai imam di keluarga masing-masing.

#3. TURN OUR HEARTS TOWARD OTHERS

Social isolation does not mean heart isolation (Ps Sam Hartanto)

Ams.17:17 Sahabat sejati selalu setia, dan orang yang memberi pertolongan pada waktu diperlukan adalah bagaikan seorang saudara. (FAYH)

Strength is for Service

Situasi memaksa kita tidak dapat pergi ke gereja, tetapi memanggil kita MENJADI GEREJA. @budihidajat88

#2. DI MASA KRISIS DIPERLUKAN PEMIMPIN-PEMIMPIN UNTUK BANGKIT DAN MEMIMPIN.


Para pemimpin di Alkitab yang bangkit oleh karena mereka (atau bangsa mereka) menghadapi krisis:

  • Zerubabel.
  • Nehemia.
  • Ester.

Setiap tokoh alkitab ini menghadapi situasi yag sulit, berat bahkan mengancam keselamatan mereka. Namun demikian mereka tidak menjadi takut dan lemah. Sebaliknya mereka bangkit dan memimpin umat Tuhan menghadapi persoalan meraka dan dengan mengandalkan Tuhan melewati berbagai kesulitan.

Inilah waktunya untuk kita bangkit dan berfungsi sebagai pemimpin. Dunia sedang membutuhkan orang-orang yang berani berdiri di tengah krisis dan memimpin untuk membawa umat MELEWATI KRISIS.

Ams.24:10 Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.

Karena itu penting untuk anda sebagai pemimpin menyuarakan pengharapan dan memberikan kekuatan kepada orang-orang di sekitar anda. Ini bukan saatnya menjadi pasif dan tawar hati karena situasi sulit yang kita hadapi.

#3. EVERY CRISIS CREATES AN UNPRECEDENTED OPPORTUNITY

“Iman bukan menyangkal realita, tetapi tidak menyerah pada realita, karena Iman berarti kita bersandar pada sumber yang lebih besar daripada persoalan yang kita hadapi — yaitu Tuhan.” Ps JR

IMAN tidak membuat kita menjadi pasif, tetapi memotivasi kita untuk berpikir kreatif dan inovatif.

Mat.16:18 Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini Aku akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya.

 I will build my church The power of deathwill not be able to defeat my church. (ERV)

Krisis ini menyebabkan banyak kesulitan dalam hidup kita, dalam bisis dan dalam pelayanan. Tetapi Gereja yang didirikan oleh Tuhan Yesus sendiri, tidak akan dikalahkan oleh krisis apapun, artinya tidak boleh menghambat kita untuk terus berfungsi sebagai GEREJA dan menjadi kepanjangan tangan Tuhan di tengah krisis ini. Gereja harus terus memberitakan KABAR BAIK dan memberitakan KERAJAAN Allah. Gereja tidak boleh diintimidasi oleh krisis sehingga kita masuk dalam fase hybernate. Saya percaya di saat seperti inilah gereja harus bangkit dan menjadi garam dan terang, dimulai kepada jemaat kita sendiri, kemudian terang itu menyentuh masyarakat di sekitar kita.

1Pet.2:9 Tetapi kamulah bangsa yang terpilih, imamat yang rajani, bangsa yang kudus, umat kepunyaan Allah sendiri, supaya kamu memberitakan perbuatan-perbuatan yang besar dari Dia, yang telah memanggil kamu keluar dari kegelapan kepada terang-Nya yang ajaib.

Inilah waktunya kita menyadari bahwa gereja tidak boleh tergantung kepada satu atau dua orang saja. Gereja harus menjadi imamat yang rajani, artinya semua orang percaya berfungsi. Banyak pemimpin harus bangkit dan menjalankan fungsinya masing-masing. Dengan demikian gereja akan menjadi lebih kuat karena akan mejadi seperti sebuah tentara dengan kekuatan yang besar.

Situasi yang kita hadapi tidak boleh menghalangi Gereja untuk terus melakukan DISCIPLESHIP dan BUILDING GENERATIONS OF LEADERS. Karena itu setiap kita harus melakukan innovasi dan mencari cara-cara kreatif agar gereja dapat terus berfungsi selama masa krisis ini.

Generations are not replacement but reinforcement. (Ps How)

Maz.145:4 Angkatan demi angkatan akan memegahkan pekerjaan-pekerjaan-Mu dan akan memberitakan keperkasaan-Mu.

Each generation will praise You and tell the next generation about the great things You do. (ERV)

Hari-hari ini menyebabkan banyak orang lebih banyak punya waktu luang dan dan hidup dalam kecemasan (kegalauan) Situasi ini memberikan kesempatan untuk kita reaching out kepada jemaat yang belum tergabung ke dalam iCare:

  • iCare adalah sebuah komunitas kecil dimana kita saling mengasihi, bertumbuh bersama dan saling melayani satu dengan yang lain.
  • Melalui komunitas iCare, kami ingin semua orang memiliki komunitas yang sehat dan sebuah keluarga secara rohani.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s