BUDAYA MENGANTRI

2555159.main_image.jpg

Salah satu ukuran yang saya pakai untuk mengukur tingkat ‘kebiadaban” suatu bangsa adalah kemampuan untuk mengantri. Harus diakui bahwa bangsa kita – INDONESIA _ masih harus belajar banyak dalam membangun budaya mengantri. Mengapa “mengantri” merupakan budaya yang penting untuk kita bangun di tengah-tengah bangsa kita?

Seorang guru di Australia pernah berkata: “Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.”

“Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?”  Inilah jawabannya:

Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

images (23)
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?

”Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;”

  • Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
  • Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
  • Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..
  • Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
  • Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
  • Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
  • Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

Marilah kita memulai untuk MEMBANGUN BUDAYA MENGANTRI:

  1. RESPONSIBILITY BEGINS WITH ME: Dimulai dari masing-masing diri kita untuk mau tertib mengantri, di manapun kita berada, di jalan, di sekolah, di gereja, ataupun di tempat-tempat umum lainnya.
  2. JADILAH PROMOTOR BUDAYA MENGANTRI: Ketika kita in-charge untuk suatu tempat yang ada kemungkinan orang mengantri — misalkan di sekolah, di tempat kerja, di gereja, di suatu pesta — ciptakan suatu SISTEM ANTRIAN sedemikian rupa sehingga kita bisa MENDIDIK orang untuk mengantri dengan tertib.

 

Tips menciptakan antrian yang tertib:

Mengetahui Nomer Antrian Membuat Seseorang Lebih Tenang

Banyak penelitian menyebutkan bahwa seseorang yang sedang menunggu akan merasa lebih tenang dan terhindar dari kecemasan bahkan stress jika ia mengetahui nomor urut antriannya. Pemberian nomor antrian pada customer seperti ini sudah banyak di aplikasikan contohnya yang paling sering adalah di kantor-kantor bank. Tak hanya nomor urut dan jumlah orang yang mengantri yang customer ketahui, ada juga LCD nomer urut berapa yang akan dilayani.

Dengan adanya kepastian dipanggil, secara psikologi orang-orang merasa lebih tenang dan juga lebih sabar dalam mengantri karena ia tahu bahwa ia akan mendapat giliran. Berbeda tentunya dengan antrian yang tidak teratur dan tidak ada kejelasan waktunya. Hal seperti ini justru malah membuat seseorang semakin cemas karena tidak ada kepastian dan waktu menunggu kemungkinan akan jauh lebih lama.

rata-rata-lama-mengantri.jpeg

Penanganan Antrian yang Efektif ala Disneyland

Disney Land sebagai tempat bermain yang sangat diminati tentu banyak menimbulkan antrian-antrian panjang di tiap wahana permainannya. Merupakan perusahaan yang memperhatikan kenyamanan pengunjung, Disney Land bahkan memiliki divisi khusus untuk mengatasi masalah antrian dengan merekrut lebih dari 75 insiyur-insiyur dari bidang industri.

Mereka juga tak segan untuk mempelajari sisi psikologis para customer agar mereka tetap merasa bahagia meskipun harus mengantri. Fastpass dan juga LCD pengukur antrian adalah sejumlah metode yang diterapkan di Disney Landuntuk menangani masalah antrian di tiap wahana.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s