TUJUH JEBAKAN KEPEMIMPINAN

Seringkali pemimpin yang sukses tetapi tidak berhasil menjaga kesuksesannya karena jatuh pada jebakan-jebakan kesuksesan seorang pemimpn:

KESALAHAN #1: TINGGI HATI (kesombongan)

  • Banyak orang sukses / kaya dan kemudian menjadi sombong.
  • Ams.18:12 Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan.
  • Ketika  seorang pemimpin menjadi sombong, maka dia mulai membuat keputusan-keputusan secara sembrono.
  • Sebagai seorang pemimpin kita harus terus menjaga hati kita agar selalu rendah hati.
  • Mazmur 37:11 Orang yang rendah hati akan mewarisi tanah itu, dan menikmati kemakmuran yang berlimpah.
  • Ams.22:4 Ganjaran kerendahan hati dan takut akan TUHAN adalah kekayaan, kehormatan dan kehidupan.

KESALAHAN #2: TERJEBAK PADA PERSAINGAN

  • Terlibat dalam persaingan dan permainan membandingkan diri dengan pemimpin lain.
  • Tidak puas dengan apa yang telah dicapai, berpikir bahwa harus bisa lebih besar, lebih sukses, dan lebih terkenal dari yang lain. (Luk.22:24-27)
  • Contoh: Saul
  • Setiap pemimpin harus tahu apa yang menjadi panggilannya dan teritori yang ditugaskan kepadanya, sehingga kita tidak perlu bersaing dengan pemimpin lain; dan sebaliknya dapat memiliki rasa aman sedemikian rupa sehingga dapat berkolaborasi dengan pemimpin-pemimpin lain.

KESALAHAN #3: BERPUAS DIRI

  • Di sisi yang lain, banyak orang merasa telah bekerja keras sehingga berhasil, dan sekarang saatnya menikmati buahnya. Sebenarnya ini sikap yang baik karena menunjukkan bahwa kita dapat mengembangkan sikap cukup dan bersyukur. Namun ada yang kemudian menjadi berpuas diri dan kehilangan passion untuk terus berbuah.

KESALAHAN #4: BERHENTI BELAJAR DAN BERTUMBUH

  • Anda merasa sukses, merasa telah menemukan kunci kesuksesan
  • Merasa tidak lagi perlu belajar dan tidak perlu “mengasah gergajinya.”
  • Tanpa terasa kepemimpinannya makin tumpul, makin membosankan, tidak ada innovasi, dan makin ketinggalan jaman.
  • Akibatnya anda berhenti berubah dan menjadi tidak relevant dengan jaman ini.
  • Ams.18:15 Orang yang bijaksana selalu ingin belajar lebih banyak sehingga mereka mendengar lebih baik, untuk mendapatkan pengetahuan. 
  • Ams.23:12 Perhatikanlah ajaran gurumu dan belajarlah sebanyak mungkin. (BIMK)
    • Listen to your teacher and learn all you can. (ERV) 

Anyone who stops learning is old, whether at twenty or eighty. Anyone who keeps learning stays young. The greatest thing in life  is to keep your mind young.” (Henry Ford)

  • Jangan pernah ijinkan gergaji anda menjadi tumpul; terus belajar, mengembangkan diri, terus berubah dan berbenah!

KESALAHAN #5: TIDAK LAGI MAU MENDENGAR ORANG LAIN

  • Kesuksesan dapat membuat seseorang merasa lebih tahu dari orang-orang lain sehingga tidak lagi mau mendengar nasehat / masukan dari orang lain.
  • Ams.12:15 Orang dungu merasa dirinya tak pernah salah, tapi orang bijaksana suka mendengarkan nasihat. (BIMK)
  • Ams.13:10 Kesombongan menimbulkan perselisihan, tetapi orang yang mendengarkan perkataan orang lain adalah bijaksana. (VMD)
  • Ams.19:20 Jika engkau suka belajar dan mendengar nasihat, kelak engkau menjadi orang yang berhikmat. (BMIK)
  • Ams.18:1 Jika ada yang mengabaikan teguran, dia hanya menyiksa dirinya, tetapi yang mendengarnya akan memperoleh lebih banyak pengertian. (2) Orang bodoh tidak mau belajar dari orang lain. Orang itu hanya ingin mengatakan pendapatnya sendiri.
  • Ams.12:1 Orang yang cinta kepada pengetahuan senang mendapat teguran; tapi orang yang tidak suka ditegur adalah orang dungu. (BIMK)
  • Ams.13:18 Jika orang tidak mau belajar dari kesalahannya, ia menjadi miskin dan malu, tetapi yang mendengarkan teguran akan dihormati. (VMD)
  • Ams.15:31–32 Untuk diperhitungkan menjadi orang bijak, orang harus belajar menerima kritik yang membangun. (32) Jika ada yang mengabaikan teguran, dia hanya menyiksa dirinya, tetapi yang mendengarnya akan memperoleh lebih banyak pengertian.
  • Ams.29:1 Siapa terus membangkang kalau dinasihati, suatu waktu akan hancur dan tak dapat diperbaiki lagi.
  • Hal terbaik yang anda dapat lakukan setelah sukses adalah memiliki kerendahan hati untuk mendengarkan nasehat / masukkan yang baik dari orang-orang yang dapat anda percayai.

KESALAHAN #6: KEHILANGAN FOKUS  (distracted)

  • Kesuksesan dapat membuat orang kehilangan fokus.
  • Sebenarnya yang membuat dia mengalami kesuksesan adalah karena sebelumnya sangat fokus kepada satu atau sedikit hal saja.
  • Ketika resorces dan perhatian mulai terbagi ke banyak hal, maka tingkat ekselensi mulai menurun, ada banyak standar yang telah mengalami penurunan.
  • Jangan ijinkan perhatian terpecah kepada terlalu banyak hal yang counter-productive.
  • Bagaimana dengan anda? apakah anda masih terus terfokus kepada hal-hal penting yang menjadi tujuan utama?

#7. TIDAK MELAKUKAN KADERISASI

  • Keberhasilan seorang pemimpin dapat menempatkan seorang pemimpin dalam posisi seolah-olah tidak tergantikan. 
  • Bisa saja karena para pengikut yang memiliki pengharapan bahwa pengganti harus punya level yang sama dengan si pemimpin. Serigkali ini perbandingan yang tidak fair, karena si pemimpin telah mengantongi jam terbang yang jauh lebih banyak, tentu lebih berpengalaman dari siapapun yang akan menggantikan.
  • Seringkali dari sisi si pemimpin sendiri yang merasa belum ada orang yang layak menggantikan dia.
  • Apapun alasannya, kalau terlambat melakukan kaderisasi akan berakibat sangat fatal, si pemimpin bertambah tua, dan tidak ada yang dipersiapkan menggantikan dia.
  • Oleh karena itu setiap pemimpin harus selalu menyiapkan kader untuk menggantikan dia.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s