BERKAT ATAU KETAATAN

2012aprilgeneralconference-presidentmonson-map

Bagi sebagian besar orang Kristen topik mengenai berkat lebih menarik daripada topik tentang ketaatan. Yang dimaksud adalah ingin mencari cara agar data mengalami berkat Tuhan tanpa harus melewati tahap ketaatan kepada perintah Tuhan. Bila perlu “berkorban” (yang, waktu, tenaga dll.) untuk mendapatkan favor dari Tuhan, sehingga Tuhan punya alasan untuk memberkati; hanya saja kata “ketaatan” sepertinya sudah ketinggalan jaman. Orang berlomba mencari pengajaran dan jurus-jurus serta mantra-mantra, yang intinya adalah short-cut menuju berkat. Hal ini menjadikan berkat Tuhan seperti sebuah misteri yang tanya orang-orang tertentu yang mengerti mantra-nya akan dapat akses kepada berkat Tuhan.

Tapi apa yang saya mengerti dari Firman Tuhan berbicara hal yang berbeda. Berkat Tuhan bukanlah sebuah misteri; tapi sebuah kondisi (conditional).

Ula.28:1 Jika engkau baik-baik mendengarkan suara TUHAN, Allahmu, dan melakukan dengan setia segala perintah-Nya yang kusampaikan kepadamu pada hari ini, maka TUHAN, Allahmu, akan mengangkat engkau di atas segala bangsa di bumi. (2) Segala berkat ini akan datang kepadamu dan menjadi bagianmu, jika engkau mendengarkan suara TUHAN, Allahmu: (3) Diberkatilah engkau di kota dan diberkatilah engkau di ladang. (4) Diberkatilah buah kandunganmu, hasil bumimu dan hasil ternakmu, yakni anak lembu sapimu dan kandungan kambing dombamu. (5) Diberkatilah bakulmu dan tempat adonanmu. (6) Diberkatilah engkau pada waktu masuk dan diberkatilah engkau pada waktu keluar. (7) TUHAN akan membiarkan musuhmu yang maju berperang melawan engkau, terpukul kalah olehmu. Bersatu jalan mereka akan menyerangi engkau, tetapi bertujuh jalan mereka akan lari dari depanmu. (8) TUHAN akan memerintahkan berkat ke atasmu di dalam lumbungmu dan di dalam segala usahamu; Ia akan memberkati engkau di negeri yang diberikan kepadamu oleh TUHAN, Allahmu. … Dan seterusnya…

Yang kita dapat belajar: BERKAT adalah akibat dari KETAATAN.

Saya percaya bahwa perkataan di atas adalah sebuah hukum yang sebab akibatnya jelas. Sebagai contoh: hukum gravitasi; kalau anda jatuh, pasti ke bawah (dan sakit).

Demikian juga dengan berkat, bukan suatu misteri yang dapat dibuka dengan jurus-jurus tertentu atau mantra-mantra tertentu yang hanya sebagian orang yang tahu; lalu kita mencari pengajaran tertentu untuk mendapatkan “kunci” nya. Kita pikir “kunci” ini akan dapat memberikan akses kepada berkat tanpa harus melewati KETAATAN.

Sekali lagi, BERKAT adalah buah dari KETAATAN kita kepada perintah Tuhan. Buah ini pasti akan dituai dan dinikmati oleh orang yang sungguh-sungguh ingin membangun hidupnya dengan nilai-nilai Alkitab. Buah ini pasti dinikmati oleh orang-orang yang sungguh-sungguh mau membangun hidupnya untuk menjadi pelaku Firman.

1Sam.15:22 Tetapi Samuel berkata, “Manakah yang lebih disukai Tuhan, ketaatan atau kurban persembahan? Taat kepada Tuhan lebih baik daripada mempersembahkan kurban. Patuh lebih baik daripada lemak domba. 23Sebab membangkang terhadap Tuhan sama jahatnya seperti melakukan sihir, dan hati yang sombong sama jahatnya seperti menyembah dewa. Karena Baginda telah melawan perintah Tuhan, maka Tuhan pun tidak mengakui Baginda lagi sebagai raja.” (BIMK)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s