EQ dan SQ

listening-skills

Hari-hari ini saya banyak berdikusi dengan beberapa orang di dunia usaha. Saya mengamati bahwa cara orang berinteraksi mangat beragam, ada yang sancta emosional alias paper, ada yang kurang bisa mendengar, cenderung mendominasi percakapan tanpa berusaha mendengar dari orang lain. Dari situ saya mengambil kesimpulan bahwa ada kecerdasan dan ketrampilan yang sangat penting untuk kita kembangkan dalam hidup kita.

  1. EQ (Emotional Quotient / kecerdasan emosi)

Semakin tinggi tingkat kecerdasan emosi seseorang, semakin baik dia mengendalikan emosinya ketika berinterasksi dengan orang lain. Kadang kita sedang membahas suatu situasi, lalu teman saya menjadi emosional, sedangkan saya bisa tenang saja; lain waktu dia menjadi panik, padahal saya menghadapi situasi yang sama. Saya pikir malas situasi ini dibawa ke rumah tangga dan caranya menghadapi pembicaraan sama, tidak heran banyak orang “berantem” di rumah tangga. Kesimpulan saya, kecerdasan emosional adalah sebuah skill yang perlu kita latih dan bangun dalam hidup kita. Dengan demikian kita akan lebih cerdas dalam berkomunikasi; sehingga komunikasi kita akan lebih efektif dan produktif, dalam suasana yang damai dan menyenangkan.

Ams.25:28 “Orang yang tidak dapat menguasai dirinya seperti kota yang telah runtuh pertahanannya.”

Ams.16:32 Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

2. SQ (Spiritual Quotient) 

Ketika duduk semeja dengan teman-teman bisnis saya, saya mulai mengukur tingkat kerohanian mereka. Walaupun saya tahu bahwa ini akan sangat subyektif, tapi saya mulai mencoba memberikan nilai, sambil menghubungkan dengan kemampuan mereka masing-masing menghadapi tekanan dalam bisnis. Kesimpulan subyektif saya: Semakin tinggi SQ seseorang, semakin tenang dalam menghadapi tekanan dan situasi yang tidak menentu.  Semakin tinggi keimanan seseorang, semakin dia tidak mengandalkan kekuatan manusia, dan demain mengandalkan Tuhan dan berserah kepada Tuhan; maka dia akan lebih tenang karena percaya bahwa ada kuasa yang lebih besar dari dirinya sendiri sedan turut bekerja. Karena itu rajinlah ibadah dan  bangun kehidupan rohani anda dengan sungguh-sungguh; karena ini akan monolong kita menghadapi tantangan-tantangan dalam kehidupan.

Maz.62:1 Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku. (2) Hanya Dialah gunung batuku dan keselamatanku, kota bentengku, aku tidak akan goyah.

3. Listening Skill (Ketrampilan untuk mendengar)

Sebagian besar orang tidak merasa perlu untuk belajar mendengar. Mereka pikir kita punya telinga dengan pendengaran yang baik, otomatis bisa mendengar. Ternyata saya jumpai banyak orang kemampuan mendengarnya jauh di bawah kemampuan bicaranya. Padahal kemampuan mendengar sama pentingnya dengan kemampuan berbicara. Orang yang lemah ketrampilan mendengarnya, cenderung mendominiasi pembicaraan; bahkan ketika mereka sedang jeda berbicara, mereka tidak sungguh-sungguh berusaha mengerti apa yang sedang dikomunikasikan lawan bicaranya. Ketika lawan bicaranya sedang berbicara, mereka tidak menyimak kata-katanya, mereka sedang menyusun di kepala mereka apa yang akan mereka katakan berikutnya. Akibatnya seringkali mereka miss informasi-informasi penting yang membuat percakapan menjadi tidak produktif, menimbulkan salah paham, atapun membuat kita kehilangan kesempatan-kesempatan yang bisa kita mengerti ketika kita dapat menjadi orang yang sungguh-sungguh memperhatikan ketika lawan bicara kita sedang berbicara.

Ams.18:13 “Menjawab sebelum mendengar adalah perbuatan yang bodoh dan tercela.” Ams.18:15 Wise people want to learn more, so they listen closely to gain knowledge. (ERV)

Hal-hal diatas termasuk soft-skill penting dalam kehidupan kita, yang menolong kita untuk dapat memiliki relationship yang lebih baik, menjauhkan kita dari miss-communication dan misunderstanding yang tidak perlu, membuat kita dapat dapat melihat kesempatan-kesempatan bisnis, dan membuat keputusan-keputusan yang lebih baik dalam hidup kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s