I WILL ALWAYS LOVE GOD’S HOUSE

TUJUH DASAR KEHIDUPAN #2

Maz.69:10 sebab cinta untuk rumah-Mu menghanguskan aku …

#1. BUKAN CINTA BIASA

Maz.69:10 | Semangatku berkobar karena cinta kepada Rumah-Mu … (BIS)

Pemazmur mengatakan bahwa kecintaannya kepada Rumah Tuhan bukanlah cinta yang biasa-biasa, tetapi sebuah cinta yang berkobar, cinta yang penuh gairah, bukan cinta biasa. Mungkin kita berpikir pernyataan ini “lebay”; tetapi buat pemazmur ini bukan sebuah kiasan, melainkan pernyataan yang tulus dan tegas yang menjelaskan posisi Rumah Tuhan dalam hidupnya.

Rumah Tuhan berbicara tentang totalitas umat Tuhan dan persekutuan, penyembahan dan ibadah, dan bahkan juga gedung atau tempat kita berkumpul. Buat pemazmur umat Tuhan (ekklesia), ibadah dan penyembahan dalam gedung, bukanlah sekedar kegiatan, liturgi atau perkumpulan (seperti ketika nonton konser); tetapi semua itu adalah Rumah dari Tuhan yang begitu dihormati dan dicintainya. Karena itu pemazmur merasa ada emotional-attachement ketika berbicara tentang Rumah Tuhan, sedemikian membara, bukan cinta yang biasa-biasa saja.

#2. ENGAGE

Jangan pernah mengganggap remeh posisi Rumah Tuhan dalam hidup kita. Bagi Bangsa Israel, Rumah Tuhan menjadi pusat kehidupan mereka. Semua aspek kehidupan mereka tidak dapat dipisahkan dari Rumah Tuhan. Bahkan Rumah Tuhan menjadi pusat dari kehidupan mereka, bukan hanya untuk hal-hal rohani.

Banyak orang yang pusat hidupannya jauh dari Rumah Tuhan. Ada orang yang hidupnya berpusat pada pekerjaannya, kecintaannya kepada pekerjaan mengalahkan semua hal lain dalam hidupnya. Ada orang yang hidupnya berpusat pada hobinya, sehingga hobi menjadi prioritas utama mengalahkan apapun juga. Ada orang yang hidupnya berpusat pada keluarga. Walaupun sepintas sepertinya bagus, karena mendahulukan keluarga, tetapi ketika keluarga menjadi penghalang untuk kita melayani di Rumah Tuhan, maka tanpa disadari kita membawa keluarga kita menjauh dari Rumah Tuhan.

Bagimana dengan anda? Bagaimana posisi Rumah Tuhan dalam hidup anda? Apakah Rumah Tuhan hanya suatu tempat dari banyak tempat yang anda kunjungi? Apakah Rumah Tuhan merupakan salah satu hal penting dalam hidupmu ataukah Rumah Tuhan menjadi pusat kehidupan anda, dan segala sesuatu yang lain harus menyesuaikan dengan engagement anda di Rumah Tuhan?

Salah satu tanda orang yang mencintai Rumah Tuhan adalah menikmati dan mencintai ibadah-ibadah yang dilakukan di Rumah Tuhan. Mereka tidak dengan mudah “bolos” ibadah oleh karena alasan-alasan sepele ataupun selalu dikalahkan ketika berbenturan dengan kegiatan lain seperti kondangan, liburan, atau pekerjaan.

Ibr.10:25 Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita saling menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat.

#3. CONTRIBUTE

Tidak ada cinta tanpa pengorbanan. Tidak ada cinta tanpa ingin memberikan yang terbaik. Demikian juga kecintaan kepada Rumah Tuhan akan membawa kita untuk memiliki kerinduan supaya Rumah Tuhan menjadi Rumah yang indah. Sekali lagi Rumah Tuhan tidak hanya berbicara tentang sebuah gedung, tetapi juga tentang persekutuan umat Tuhan, penyembahan dan ibadah.

Hag.2:10 Adapun Rumah ini, kemegahannya yang kemudian akan melebihi kemegahannya yang semula, firman TUHAN semesta alam, dan di tempat ini Aku akan memberi damai sejahtera, demikianlah firman TUHAN semesta alam.”

Karena gereja adalah Rumah Tuhan, maka Tuhan sendiri memiliki kerinduan agar Rumah-Nya menjad sebuah Rumah yang indah. Tuhan memerintahkan dan memberi kesempatan kepada orang-orang yang mau merespon panggilan Tuhan untuk membangun Rumah Tuhan.

Hag.1:8 Jadi naiklah ke gunung, bawalah kayu dan bangunlah Rumah itu; maka Aku akan berkenan kepadanya dan akan menyatakan kemuliaan-Ku di situ, firman TUHAN.

Daud adalah orang yang mengerti hati Tuhan untuk rumah Tuhan dan merespon panggilan untuk pembangunan Rumah Tuhan. Daud melakukan apa yang dia bisa lakukan untuk pekerjaan besar ini, bahkan melakukan pengorbanan yang sangat besar untuk rumah Tuhan.

1Taw.29:1 Berkatalah raja Daud kepada segenap jemaah itu: “Salomo, anakku yang satu-satunya dipilih Allah adalah masih muda dan kurang berpengalaman, sedang pekerjaan ini besar, sebab bukanlah untuk manusia bait itu, melainkan untuk TUHAN Allah. (2) Dengan segenap kemampuan aku telah mengadakan persediaan untuk rumah Allahku, yakni emas untuk barang-barang emas, perak untuk barang-barang perak, tembaga untuk barang-barang tembaga, besi untuk barang-barang besi, dan kayu untuk barang-barang kayu, batu permata syoham dan permata tatahan, batu hitam dan batu permata yang berwarna-warna, dan segala macam batu mahal-mahal dan sangat banyak pualam. (3) Lagipula oleh karena cintaku kepada rumah Allahku, maka sebagai tambahan pada segala yang telah kusediakan bagi rumah kudus, aku dengan ini memberikan kepada rumah Allahku dari emas dan perak kepunyaanku sendiri (4) tiga ribu talenta emas dari emas Ofir dan tujuh ribu talenta perak murni untuk menyalut dinding ruangan, (5) yakni emas untuk barang-barang emas dan perak untuk barang-barang perak dan untuk segala yang dikerjakan oleh tukang-tukang. Maka siapakah pada hari ini yang rela memberikan persembahan kepada TUHAN?”

Daud mengajak bangsa Israel mempersembahkan kepada Tuhan melalui persembahan untuk membangun Rumah Tuhan.

1Taw.29:6 Lalu para kepala puak dan para kepala suku Israel dan para kepala pasukan seribu dan pasukan seratus dan para pemimpin pekerjaan untuk raja menyatakan kerelaannya. (7) Mereka menyerahkan untuk ibadah di rumah Allah lima ribu talenta emas dan sepuluh ribu dirham, sepuluh ribu talenta perak dan delapan belas ribu talenta tembaga serta seratus ribu talenta besi. (8) Siapa yang mempunyai batu permata menyerahkannya kepada Yehiel, orang Gerson itu, untuk perbendaharaan rumah TUHAN. (9) Bangsa itu bersukacita karena kerelaan mereka masing-masing, sebab dengan tulus hati mereka memberikan persembahan sukarela kepada TUHAN; juga raja Daud sangat bersukacita. (10) Lalu Daud memuji TUHAN di depan mata segenap jemaah itu. Berkatalah Daud: “Terpujilah Engkau, ya TUHAN, Allahnya bapa kami Israel, dari selama-lamanya sampai selama-lamanya.

Buat saya menarik apa yang Daud katakan di ayat selanjutnya, bahwa harta yang dia persembahakan untuk pembangunan Rumah Tuhan sebenarnya berasalh dari Tuhan sendiri.

1Taw.29:11 Ya TUHAN, punya-Mulah kebesaran dan kejayaan, kehormatan, kemasyhuran dan keagungan, ya, segala-galanya yang ada di langit dan di bumi! Ya TUHAN, punya-Mulah kerajaan dan Engkau yang tertinggi itu melebihi segala-galanya sebagai kepala. (12) Sebab kekayaan dan kemuliaan berasal dari pada-Mu dan Engkaulah yang berkuasa atas segala-galanya; dalam tangan-Mulah kekuatan dan kejayaan; dalam tangan-Mulah kuasa membesarkan dan mengokohkan segala-galanya.

Saya percaya bahwa di akhir jaman ini Rumah Tuhan akan menjadi pusat dari kehidupan.

Efe.1:23 The church, you see, is not peripheral to the world; the world is peripheral to the church. The church is Christ’s body, in which he speaks and acts, by which he fills everything with his presence.

Sedemikian rupa sehingga bahwa bangsa-bangsa akan datang ke Rumah Tuhan.

Yes.2:2 Akan terjadi pada hari-hari yang terakhir: gunung tempat rumah TUHAN akan berdiri tegak di hulu gunung-gunung dan menjulang tinggi di atas bukit-bukit; segala bangsa akan berduyun-duyun ke sana, (3) dan banyak suku bangsa akan pergi serta berkata: “Mari, kita naik ke gunung TUHAN, ke rumah Allah Yakub, supaya Ia mengajar kita tentang jalan-jalan-Nya, dan supaya kita berjalan menempuhnya; sebab dari Sion akan keluar pengajaran dan firman TUHAN dari Yerusalem.”

Let’s not just go to church, let’s be the Church.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s