12 rules of SIMPLE life

Cheerful-family-taking-selfie

#1. Put God first

Ams.3:6 In everything you do, put God first, and He will direct you and crown your efforts with success. (TLB) | Dalam segala hal yang Anda lakukan, dahulukan Tuhan di tempat yang UTAMA, dan Dia akan mengarahkan Anda dan menganugerahi usaha Anda dengan kesuksesan (terjemahan bebas)

Yoh.3:30 He must become greater and greater, and I must become less and less. (NLT) | He must become more and more important, and I must become less important. (ERV)

#2. Love your family: keluarga lebih penting daripada kesuksesan dalam bisnis dan pelayanan. #familyfirst

1Tim.5:8 Anyone who does not provide for their relatives, and especially for their own household, has denied the faith and is worse than an unbeliever.

Jangan korbankan keluarga untuk apapun juga (pekerjaan, kekayaan, uang bahkan pelayanan). Nikmati setiap moment bersama keluarga.

#3. Love what you do, Do what you love

Pengkot.5:17 Lihatlah, yang kuanggap baik dan tepat ialah, kalau orang makan minum dan bersenang-senang dalam segala usaha yang dilakukan dengan jerih payah di bawah matahari selama hidup yang pendek, yang dikaruniakan Allah kepadanya, sebab itulah bahagiannya. (18) Setiap orang yang dikaruniai Allah kekayaan dan harta benda dan kuasa untuk menikmatinya, untuk menerima bahagiannya, dan untuk bersukacita dalam jerih payahnya–juga itupun karunia Allah. (19) Tidak sering ia mengingat umurnya, karena Allah membiarkan dia sibuk dengan kesenangan hatinya.

Temukan apa yang anda benar-benar menikmati ketika anda melakukannya. Jangan bekerja hanya karena sebuah pekerjaan. Temukan passion anda, temukan apa yang anda benar-benar mahir untuk melakukaanya, seolah-olah anda dilahirkan untuk melakukan hal itu.

#4. Don’t sweat small things 

Hidup kita tidak akan pernah sempurna sesuai dengan keinginan kita. Selalu ada hal-hal yang akan berjalan tidak sesuai dengan apa yang kita inginkan. Seringkali berhubungan dengan orang-orang lain, seperti mis-understanding, disalah-mengertikan, disakiti, dilukai, dirugikan, dan banyak hal negative lainnya yang orang bisa lakukan kepada anda. Seringkali hal-hal itu menjengkelkan dan membuat kita tidak merasa nyaman. Tapi kita harus belajar untuk mengabaikan hal-hal “kecil” itu dalam hidup kita, supaya kita dapat fokus kepada hal-hal di depan kita.  Jangan ijinkan perkataan orang, perlakukan orang ‘mencuri” potensi hidup kita untuk melakukan hal-hal besar.

Mat.10:14 Dan apabila seorang tidak menerima kamu dan tidak mendengar perkataanmu, keluarlah dan tinggalkanlah rumah atau kota itu dan kebaskanlah debunya dari kakimu.

Belajar untuk “mengebaskan debu” dan melanjutkan hidup, daripada mengurusi hal-hal negative yang orang lakukan kepada anda. Fokus pada hal-hal besar yang Tuhan sediakan di depan anda.

$5. Forgive easily

Beberapa orang suka menyimpan kepahitan atas perlakukan negative yang orang lain lakukan dalam hidupnya. Ada pepatah : “Kita tidak bisa mencegah orang membuang sampah di ruang tamu kita, tapi kita bisa memutuskan untuk membuang sampah itu. ” Jadilah orang yang mudah melepaskan pengampunan, melupakan apa yang sudah terjadi masa lampau dan jangan menyimpan kepahitan.

Kol.3:11 Sabarlah kamu seorang terhadap yang lain, dan ampunilahseorang akan yang lain apabila yang seorang menaruh dendam terhadap yang lain, sama seperti Tuhan telah mengampuni kamu, kamu perbuat jugalah demikian.

Ams.20:22 Janganlah engkau berkata: “Aku akan membalas kejahatan,” nantikanlah TUHAN, Ia akan menyelamatkan engkau.

Sebaliknya jaga hati kita, supaya tidak ada akar kepahitan. Jangan ijinkan sampah-sampah yang ditaruh orang lain dalam hatimu tetap ada di sana. Ambil keputusan untuk mengampuni dan dengan demikian anda membuang sampah-sampah itu dari hidupmu.

Ams.4:23 Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.

#6. Be humble (Don’t seek honor from people)

Seringkali kita hidup untuk diterima atau supaya dihormati orang lain. Tidak ada salahnya untuk kita bersosialisasi dan dapat memiliki banyak teman. Tapi hidup untuk diterima dan diakui orang lain membuat hidup kita menjadi complicated dan seringkali menempatkan kita pada persaingan gengsi dan mengejar hal-hal yang sebenarnya sia-sia.

Luk.14:7 Karena Yesus melihat, bahwa tamu-tamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Ia mengatakan perumpamaan ini kepada mereka: (8) “Kalau seorang mengundang engkau ke pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan, sebab mungkin orang itu telah mengundang seorang yang lebih terhormat dari padamu,  (9) supaya orang itu, yang mengundang engkau dan dia, jangan datang dan berkata kepadamu: Berilah tempat ini kepada orang itu. Lalu engkau dengan malu harus pergi duduk di tempat yang paling rendah. (10) Tetapi, apabila engkau diundang, pergilah duduk di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu: Sahabat, silakan duduk di depan. Dan dengan demikian engkau akan menerima hormat di depan mata semua tamu yang lain. (11) Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan.”

Gal.1:10 Now do you think I am trying to make people accept me? No, God is the one I am trying to please. Am I trying to please people? If I wanted to please people, I would not be a servant of Christ.

Ayat ini mengajarkan bahwa yang paling utama dalam hidup adalah untuk menyenangkan Kristus. Dia sudah menerima kita apa adanya, mengampuni dosa kita dan sekarang kita hidup untuk melayani Dia.

Hal yang perlu kita manage dengan baik adalah social media: jangan percaya semua yang anda lihat adalah hidup sebenarnya dari seseorang; sebagian besar apa yang mereka bagikan di social media adalah bagian yang baik saja dari hidup mereka. Kita juga harus berhati-hati menggunakan social media, jangan hidup hanya untuk mencari “like” (approval) dari orang lain.

#7. Mind your own business

Bahasa jaman now : “Jangan kepo!” jangan suka mengurusi urusan orang lain yang bukan urusan kita. Jangan suka bergossip, jangan suka terlibat dalam kehidupan orang lain yang sebenarnya bukan urusan kita (kecuali anda diminta dan diundang.)

#8. Be positive

Kita hidup di dunia di mana berita negative lebih menarik (dan laku) daripada berita positive. Kita tidak usah mengajarkan anak-anak kita bagimana berperilaku negative atau berpikir negative. Sebaliknya kita perlu mengajar mereka untuk berperilaku positive dan berpikir positive. Menyadari hal itu marilah kita membuat keputusan untuk : “Staying positive in a negative world.” Belajar untuk selalu memilih sisi positive dalam setiap kesempatan. Selalu memilih berpikir positive: iman, pengharapan, mengasihi, mengampuni, percaya, perkataan positif, antusias, dll.

#9. Live to serve others

Kita punya pilihan hidup untuk dilayani atau hidup untuk melayani. Kalau kita memilih hidup untuk dilayani,berarti kita hidup tergantung kepada orang lain. Kita akan mudah kecewa ketika orang tidak “melayani” kita seperti yang kita harapkan. Sebaliknya ketika kita memilih untuk hidup melayani, maka kita akan merasakan hidup yang berguna dan bernilai.

Mat.20:25 Tetapi Yesus memanggil mereka lalu berkata: “Kamu tahu, bahwa pemerintah-pemerintah bangsa-bangsa memerintah rakyatnya dengan tangan besi dan pembesar-pembesar menjalankan kuasanya dengan keras atas mereka. (26) Tidaklah demikian di antara kamu. Barangsiapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu, (27) dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu; (28) sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

#10. Live within your means

Jangan hidup untuk mengejar gengsi, jangan hidup dalam persaingan dengan orang lain.   Miliki gaya hidup seseuai kemampuan, jangan membeli barang yang diluar kemampuan, apalagi hanya demi gengsi.

#11. Be an authentic person

“Be an original version of yourself.” Ini adalah nasehat yang sangat mahal. Membebaskan anda dari persaingan yang tidak perlu. Membebaskan anda dari menyia-nyiakan potensi yang sesungguhnya ada di dalam anda untuk mengejar sesuatu yang bukan anda. Jadilah dirimu sendiri, kenalilah kekuatan dan kelemahan anda. Tidak perlu meninggikan diri lebih dari yang sebenarnya siapa anda; juga tidak perlu merendahkan diri berlebihan. Nikmati menjadi dirmu sendiri.

#12. Enjoy good company

Miliki orang-orang di sekeliling anda — keluarga, teman-teman — yang mencintai anda, menerima anda apa-adanya, dan senang bersama-sama anda. Miliki teman-teman yang memiliki “chemistry” yang baik. Miliki teman-teman yang memberikan encouragement buat anda. Miliki teman-teman yang menambahkan “energy kehidupan” ke dalam diri anda. Enjoy good company!.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s