FACING THE GIANTS

Bil.13:1 Tuhan berfirman kepada Musa: (2) ”Suruhlah beberapa orang mengintai tanah Kanaan, yang akan Kuberikan kepada orang Israel; dari setiap suku nenek moyang mereka haruslah kausuruh seorang, semuanya pemimpin-pemimpin di antara mereka.” (3) Lalu Musa menyuruh mereka dari padang gurun Paran, sesuai dengan titah Tuhan; semua orang itu adalah kepala-kepala di antara orang Israel.

Bil.13:25 Sesudah lewat empat puluh hari pulanglah mereka dari pengintaian negeri itu, (26) dan langsung datang kepada Musa, Harun dan segenap umat Israel di Kadesh, di padang gurun Paran. Mereka membawa pulang kabar kepada keduanya dan kepada segenap umat itu dan memperlihatkan kepada sekaliannya hasil negeri itu. (27) Mereka menceritakan kepadanya: ”Kami sudah masuk ke negeri, ke mana kau suruh kami, dan memang negeri itu berlimpah-limpah susu dan madunya, dan inilah hasilnya.” (28) Hanya, bangsa yang diam di negeri itu kuat-kuat dan kota-kotanya berkubu dan sangat besar, juga keturunan Enak telah kami lihat di sana. (29) Orang Amalek diam di Tanah Negeb, orang Het, orang Yebus dan orang Amori diam di pegunungan, orang Kanaan diam sepanjang laut dan sepanjang tepi sungai Yordan.” (30) Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: ”Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!”  (31) Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: ”Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.” 

Kel.14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. (2) Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: ”Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! (3) Mengapakah Tuhan membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”  

Bil.14:6 Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, (7) dan berkata kepada segenap umat Israel: ”Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. (8) Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. (9 ) Hanya, janganlah memberontak kepada Tuhan, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang Tuhan menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” 

Mereka menjelajahi tanah Kanaan dan menemukan bahwa Tanah yang dijanjikan Tuhan kepada bangsa Israel adalah benar-benar negeri yang berlimpah susu dan madu, hanya saja ada penduduknya yang berperawakan tinggi, bahkan para pengintai ini memberikan label “raksasa” kepada penghuni tanah Kanaan pada waktu itu.

Raksasa-raksasa ini melambangkan hal-hal yang menghalangi kita untuk bergerak maju dalam hidup dan menghalangi kita untuk mencapai “tanah perjanjian” kita, destiny yang Tuhan sudah sediakan, sesuai dengan janji Tuhan. 

#1. DON’T JUDGE LIFE JUST BECAUSE YOU ARE FACING GIANTS

Jangan menilai kehidupan hanya berdasarkan sepotong kehidupan kita yaitu ketika kita sedang menghadapi raksasa-raksasa.

Bil.13:30 Kemudian Kaleb mencoba menenteramkan hati bangsa itu di hadapan Musa, katanya: ”Tidak! Kita akan maju dan menduduki negeri itu, sebab kita pasti akan mengalahkannya!” (31) Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: ”Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”  (32) Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: ”Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

Cerita siapa yang akan kita percaya? Sepuluh pengintai melihat raksasa dan melupakan janji Tuhan; Kaleb dan Yosua melihat raksasa dan percaya kepada janji Tuhan.

Setiap hari kita punya pilihan sikap hidup: “karena ada raksasa-raksasa … ” atau “walaupun ada raksasa-raksasa …” 

Kel.14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. (2) Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: ”Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! Celakanya dan bisa diduga, Sebagian besar orang Israel percaya kepada 10 pengintai yang mengatakan bahwa karena ada raksasa-raksasa, maka mereka tidak akan bisa masuk dan memiliki tanah Kanaan, walaupun ini adalah tanah yang dijanjikan Tuhan kepada mereka (Tanah Perjanjian).

Mereka bersungut-sungut, berputus-asa sampai berpikir bahwa mereka lebih baik mati daripada menghadapi raksa-raksasa (harus ingat mereka belum menghadapi raksasa-raksasa, mereka baru mendengar kabar bahwa di tanah Kanaan ada penduduknya yang kuat dan bahwa kalau mereka mau memiiki tanah Kanaan, mereka harus berperang).

Jangan cepat-cepat membuat kesimpulan bahwa anda kalah dalam kehidupan, dan membuat kesimpulan tidak ada lagi harapan. Jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan bahwa anda kalah dalam kehidupan, dan mau membuat keputusan untuk bunuh diri. Banyak orang berharap hidup dalam janji Tuhan berarti kita hidup bebas dari peperangan, seringkali dalam peperanganlah kita mengalami penyertaan dan janji Tuhan.

Maz.34:18  TUHAN itu dekat kepada orang-orang yang patah hati, dan Ia menyelamatkan orang-orang yang remuk jiwanya. (19) Kemalangan orang benar banyak, tetapi TUHAN melepaskan dia dari semuanya itu…

(TLB) The good man does not escape all troubles—he has them too. But the Lord helps him in each and every one.

Jangan ijinkan “raksasa-raksasa” yang sedang anda hadapi menghentikan anda untuk bergerak maju menggenapi rencana Tuhan dan menerima janji Tuhan. Hidup dengan mentalitas “walaupun ada raksasa-raksasa tetapi aku percaya janji Tuhan pasti digenapi dalam hidupku” berarti menjalani hari demi hari bersama Tuhan, terus bergerak maju, menghadapi raksasa-raksasa satu persatu.

Yos.21:43 Jadi seluruh negeri itu diberikan Tuhan kepada orang Israel, yakni negeri yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah untuk diberikan kepada nenek moyang mereka. Mereka menduduki negeri itu dan menetap di sana. 

Yos.21:44 Dan Tuhan mengaruniakan kepada mereka keamanan ke segala penjuru, tepat seperti yang dijanjikan-Nya dengan bersumpah kepada nenek moyang mereka. Tidak ada seorang pun dari semua musuhnya yang tahan berdiri menghadapi mereka; semua musuhnya diserahkan Tuhan kepada mereka. (45) Dari segala yang baik yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi.

Jangan menilai kehidupan hanya berdasarkan musim-musim ketika anda sedang menghadapi raksasa-raksasa.

Kalau kita melihat kehidupan kita secara utuh maka kita akan melihat bahwa sekalipun kita menghadapi raksasa-raksasa Tuhan SELALU ada di sana dan memberikan kemenangan.

Pada akhirnya kita akan melihat rencana Tuhan selalu baik dan semua janji-Nya pasti akan digenapi. “Everything will be good in the end. If it’s not good, it’s not the end. ”

#2. DON’T JUDGE YOURSELF BASED ON THE SIZE OF THE GIANTS

Jangan menghakimi diri sendiri, hanya karena anda menghadapi tantangan yang lebih besar dari kekuatan anda.

Bil.13:32 Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: ”Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya. (33) Juga kami lihat di sana orang-orang raksasa, orang Enak yang berasal dari orang-orang raksasa, dan kami lihat diri kami seperti belalang, dan demikian juga mereka terhadap kami.”

Raksasa-raksasa ini menggambarkan tantangan yang besar yang sedang kita hadapi, yang membuat kita merasa tidak berdaya dan membuat kita hidup dalam ketakutan. Seringkali ”bayangan tentang raksasa-raksasa” mendatangi hidup kita mendahului ”raksasa-raksasa yang sebenarnya,” melumpuhkan iman kita dan mengintimdasi kita dengan ketakutan. Masalah yang lebih besar adalah kekuatiran kita tentang masalah yang kita hadapi lebih dari dari masalah itu sendiri, membuat kita merasa seperti belalang, tidak berdaya dan tidak berharga.

Saat-saat kita menghadapi “raksasa-raksasa” sangat mudah untuk kita menghakimi diri sendiri, karena kelemahan kita, kesalahan kita atau kemalangan kita. Ada tantangan yang lebih besar dari raksasa-raksasa yang kita hadapi, yaitu musuh yang ada di dalam diri kita, ketika datang tuduhan-tuduhan “apa yang salah dengan saya?” mulai mengintimdasi kita, membuat perasaan bersalah dan tidak berharga.

Yoh.9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya. (2) Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: “Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?” (3) Jawab Yesus: “Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.

Kita tahu bahwa tuduhan-tuduhan ini bukan dari Tuhan, karena Tuhan tidak memberikan tuduhan. Kalau ada yang salah dengan kita Dia memberikan conviction utuk membawa kita kepada pertobatan dan pemulihan.  

Failing is not a disgrace unless you make it the last chapter of your book. Jack Hyles

[Kegagalan bukanlah sebuah aib kecuali Anda menjadikannya bab terakhir dari buku Anda.]

Bil.13:31 Tetapi orang-orang yang pergi ke sana bersama-sama dengan dia berkata: “Kita tidak dapat maju menyerang bangsa itu, karena mereka lebih kuat dari pada kita.”

Kita selalu punya pilihan, mengijinkan besarnya tantangan atau masalah yang sedang kita hadapi mendefinisikan siapa kita dan menentukan apa yang dapat (atau tidak dapat) kita lakukan atau memilih bahwa siapa kita (dan apa yang dapat kita lakukan) ditentukan oleh besarnya Tuhan yang menyertai kita.

Kel.14:(6) Tetapi Yosua bin Nun dan Kaleb bin Yefune, yang termasuk orang-orang yang telah mengintai negeri itu, mengoyakkan pakaiannya, (7) dan berkata kepada segenap umat Israel: ”Negeri yang kami lalui untuk diintai itu adalah luar biasa baiknya. (8) Jika Tuhan berkenan kepada kita, maka Ia akan membawa kita masuk ke negeri itu dan akan memberikannya kepada kita, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya. 

Kel.14:9  Hanya, janganlah memberontak kepada Tuhan, dan janganlah takut kepada bangsa negeri itu, sebab mereka akan kita telan habis. Yang melindungi mereka sudah meninggalkan mereka, sedang Tuhan menyertai kita; janganlah takut kepada mereka.” 

When something bad happens, you have two choices: you can either let it define you or let it REFINE you.

@budihidajat88

#3. DON’T JUDGE GOD BASED ON THE STRENGTH OF THE GIANTS

Jangan cepat-cepat mengambil kesimpulan Tuhan tidak peduli atau Tuhan tidak menolong.

Kel.13:(32) Juga mereka menyampaikan kepada orang Israel kabar busuk tentang negeri yang diintai mereka, dengan berkata: ”Negeri yang telah kami lalui untuk diintai adalah suatu negeri yang memakan penduduknya, dan semua orang yang kami lihat di sana adalah orang-orang yang tinggi-tinggi perawakannya.

(ERV) They said, “The land we saw is full of strong people. They are strong enough to easily defeat anyone who goes there.

Kel.14:1 Lalu segenap umat itu mengeluarkan suara nyaring dan bangsa itu menangis pada malam itu. (2) Bersungut-sungutlah semua orang Israel kepada Musa dan Harun; dan segenap umat itu berkata kepada mereka: ”Ah, sekiranya kami mati di tanah Mesir, atau di padang gurun ini! (3) Mengapakah Tuhan membawa kami ke negeri ini, supaya kami tewas oleh pedang, dan isteri serta anak-anak kami menjadi tawanan? Bukankah lebih baik kami pulang ke Mesir?”  

(NLT)“Why is the Lord taking us to this country only to have us die in battle?  

Mereka menggerutu, Tuhan membawa mereka keluar dari Mesir untuk mereka mati dan anak-anak mereka menjadi tawanan, seolah-olah Tuhan merancangkan sesuatu yang jahat kepada mereka. Padahal Tuhan mau membawa mereka untuk mewarisi tanah Kanaan, yang menjadi Tanah Perjanjian mereka. Tuhan tidak pernah merancangkan yang jahat, rancangannya selalu rancangan untuk kebaikan kita dan masa depan yang penuh pengharapan (ref. Yer.29:11) 

Sikap mereka juga menunjukkan bahwa seolah-olah raksasa-raksasa itu lebih besar dari Tuhan, sehingga Tuhan tidak dapat menolong mereka mengalahkan raksasa-raksasa yang mereka hadapi. Jangan cepat-cepat mengatakan “kita tidak bisa, tidak mampu atau tidak mungkin” karena itu berarti kita mengatakan bahwa masalah yang kita hadapi lebih besar dari Tuhan . Masalah yang kita hadapi bisa saja lebih kuat dari kekuatan kita, tetapi kita punya Tuhan yang lebih besar dari semua masalah yang kita hadapi.

Ada satu tokoh di Alkitab yang pernah berperang melawan raksasa: Daud

1Sam.17:1 (TSI) Lalu bangsa Filistin mengumpulkan pasukan mereka untuk berperang melawan bangsa Israel… (2) Saul juga mengumpulkan tentara Israel dan berkemah di Lembah Elah. Mereka bersiap-siap untuk menghadapi pasukan Filistin. (3) Pasukan Filistin berada di satu bukit dan pasukan Israel berada di bukit sebelahnya, dengan lembah terbentang di antara mereka. (4) Lalu dari barisan tentara Filistin keluarlah seorang jagoan perang yang bernama Goliat, orang Gat. Tingginya tiga meter.

1Sam.17: 8 (TSI) Goliat berdiri dan berteriak kepada pasukan Israel, “…. Pilihlah seorang dari antara kalian untuk bertarung melawan saya. (9) Jikalau dia mampu mengalahkan dan membunuh saya, maka bangsa kami akan menjadi budak kalian. Namun, apabila saya yang mengalahkan dan membunuh dia, maka bangsa kalian yang akan menjadi budak kami. (10) Saya menantang pasukan Israel hari ini! Berikanlah kepada saya satu orang saja supaya kami dapat bertarung satu lawan satu.” (11) Ketika Saul dan seluruh orang Israel mendengar kata-kata Goliat itu, mereka sangat cemas dan ketakutan.

1Sam.17:32 (TSI) Berkatalah Daud kepada Saul, “Janganlah seorang pun yang patah semangat karena Goliat. Hambamu ini akan pergi melawan orang Filistin itu.” (33) Tetapi Saul menjawab, “Tidak mungkin kamu sanggup mengalahkan dia, sebab kamu masih muda, sedangkan dia sudah biasa berperang sejak masa mudanya.”

Saat kita membuat keputusan untuk tidak menyerah dan menghadapi raksasa-raksasa akan selalu ada yang mengatakan “ anda tidak bisa” atau “itu tidak mungkin,” JANGAN DENGARKAN MEREKA

1Sam.17:41 (TSI) Goliat pun berjalan mendekat ke arah Daud, dan di depannya ada pembawa perisainya. (42) Goliat memandang lalu menghina dia, karena Daud masih muda, kemerah-merahan, dan elok parasnya. (43) Goliat membentak Daud, “Kamu anggap aku ini anjing, sehingga kamu mendatangi aku dengan membawa sepotong kayu?!” Lalu dia mengutuki Daud atas nama para dewanya. (44) Goliat menantang Daud, “Ayo maju! Lawanlah aku dan aku akan memberikan dagingmu kepada burung-burung dan binatang-binatang liar.”

Saat kita membuat keputusan untuk tidak menyerah dan menghadapi raksasa-raksasa akan selalu ada intimidasi.

1Sam.17:45 (TSI) Tetapi Daud menjawab, “Kamu mendatangi aku dengan pedang, tombak, dan lembing. Tetapi aku mendatangi kamu atas nama TUHAN Yang Mahakuasa, yaitu Allah pasukan Israel yang sudah kamu hina itu. 

1Sam.17:46 (TSI) Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan kamu ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan kamu serta memenggal kepalamu. Mayatmu dan mayat para tentara Filistin akan menjadi makanan burung-burung dan binatang-binatang liar, sehingga seluruh dunia tahu bahwa Israel melayani Allah yang hidup. 

1Sam.17:47 (TSI) Dan setiap tentara yang terkumpul di sini akan mengetahui bahwa TUHAN tidak perlu pedang dan tombak untuk menyelamatkan umat-Nya. Sebab peperangan ini berada dalam kekuasaan TUHAN sendiri. Dia akan menyerahkan semua pasukanmu ke tangan kami.”

Peperangan apa yang sedang anda hadapi? Tuhan kita lebih besar dan lebih kuat dari semua raksasa yang kita hadapi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s