THE CHALLENGE

LIVING IN FREEDOM

1Pet.2:16 Hiduplah sebagai orang MERDEKA dan bukan seperti mereka yang menyalahgunakan kemerdekaan itu untuk menyelubungi kejahatan-kejahatan mereka, tetapi hiduplah sebagai hamba Allah.

Tuhan memberikan anugerah terbesar yang kita terima kita lahir baru dan menerima penebusan Yesus yaitu untuk kita hidup dalam sebuah kemerdekaan sejati. Kemerdekaan sejati adalah kemerdekaan dari dosa, dan kematian kekal; kemerdekaan dari intimidasi, ketakutan dan hidup dalam kesia-siaan. Kemerdekaaan itu memberikan kepada kita hak untuk memilih yang baik buat kehidupan kita. Kemerdekaan itu juga memberikan kepada kita kebebasan untuk memilih menjadi hamba Tuhan dan melayani Tuhan. Tetapi ada sebuah CHALLENGE (tantangan) yang kita akan hadapi supaya kita bisa menjaga kebebasan itu dalam hidup kita.

2Pet.2:1-3

(1) Sebagaimana nabi-nabi palsu dahulu tampil di tengah-tengah umat Allah, demikian pula di antara kamuakan ada guru-guru palsu. Mereka akan memasukkan pengajaran-pengajaran sesat yang membinasakan, bahkan mereka akan menyangkal Penguasa yang telah menebus merekadan dengan jalan demikian segera mendatangkan kebinasaan atas diri mereka. (2) Banyak orang akan mengikuti cara hidup mereka yang dikuasai hawa nafsu, dan karena mereka Jalan Kebenaran akan dihujat. (3) Dan karena serakahnya guru-guru palsu itu akan berusaha mencari untung dari kamu dengan ceritera-ceritera isapan jempol mereka. Tetapi untuk perbuatan mereka itu hukuman telah lama tersedia dan kebinasaan tidak akan tertunda. 

Petrus memberikan peringatan untuk kita berhati-hati dengan apa yang kita percaya — dari siapapun — sebagai KEBENARAN, karena apa yang kita percaya menentukan apakah kita hidup dalam KEMERDEKAAN atau sebaliknya dalam KESESATAN yang MEMBINASAKAN.

TANTANGAN #1: MEMBEDAKAN KEBENARAN DENGAN KEPALSUAN

The Salvator Mundi

Karya agung Leonardo Da Vinci bernama The Salvator Mundi, yang artinya Savior of the world (Kristus Juru Selamat Dunia), terjual pada tanggal 15 November 2017di Balai Lelang Christie di NY, dengan harga yang fantastis, yaitu USD450,3 million, atau sekitar Rp 6,2 triliun. Lukisan ini menuai kontroversi karena dicurigai bukan yang dilukis langsung oleh sang Maestro Leonardo Da Vinci; kemungkinan copy oleh salah satu muridnya atau sebenarnya lukiasan asli Leonardi Da Vinci tetapi pernah mendapatkan sentuhan dari orang lain. Dikabarkan bahwa pembelinya adalah Mohammed Bin Salman (Putra Mahkota Saudi Arabia) 

ASLI VS PALSU?

Mengapa seringkali tidak mudah membedakan KEBENARAN dan KEPALSUAN? Karena seringkali kepalsuan berangkat dari kebenaran yang mengalami pergeseran atau percampuran.

Dalam ilmu statistik ada istilah Standar Deviasi, mengukur bagaimana nilai-nilai data tersebar. Bisa juga didefinisikan sebagai: rata-rata jarak penyimpangan titik-titik data diukur dari nilai rata-rata data tersebut. Di sebuah distribusi yang disebut normal adalah ketika 68% populasi menyimpang tidak lebih dari satu standar deviasi, sedangkan sisanya menyimpang (berjarak) lebih dari satu standar deviasi dari mean (rata-rata).

Tapi dalam kehidupan kita menjadi murid Yesus, hal ini tidak berlaku. Tidak ada penyimpangan atau pergeseran dari kebenaran yang bisa diterima sebagai disebut “normal.” Kita tidak happy ketika statistik menyatakan bahwa 68% jemaat kita hidup dalam satu standar deviasi dari kebenaran. “nyimpang sih tapi gak parah-parah amat.” Atau secara pribadi, 68% perbuatan kita bergesar tidak lebih dari satu standar deviasi. “gak suci-suci amat, tapi ya gak jelek-jelek amat sih.”

Tuhan mau untuk kita tidak memberikan ruang untuk terjadinya pencemaran dalam hidup kita bahkan walaupun hanya 0.05% (secara statistik dianggap benar). Seperti kalau kita beli air minum dalam kemasan, kita berharap 100% air yang bersih dan sehat; dan tidak happy kalau tercemar virus walaupun hanya 0,05%.

Jangan beri ruang kepada pencemaran kebenaran terjadi dalam hidup kita. Pencemaran kebenaran terjadi karena orang mencampur adukkan kebenaran dengan filosofi dunia, tradisi – tradisi yang tidak berdasarkan Firman Tuhan atau bahkan pikiran manusia.

Ams 16:25 Ada jalan yang disangka lurus, tetapi ujungnya menuju maut. |(TLB) Before every man there lies a wide and pleasant road he thinks is right, but it ends in death.

  • Apa yang kita pikir jalan yang baik, ujungnya mencelakakan
  • Apa yang sepertinya menguntungkan, tetapi sebenarnya jebakan
  • Apa yang sepertinya berkat, ternyata malapetaka.

Kel.23:2 (VMD) Jangan lakukan sesuatu hanya karena orang lain melakukannya. Jika sekelompok orang melakukan yang salah, jangan bergabung dengan mereka. 

Jangan beri ruang kepada pencemaran kebenaran; setiap tradisi, prinsip, filosofi dan pikiran kita harus DIUJI dengan FIRMAN TUHAN.

Di bulan September 1983, pesawat Korean Airlines dengan nomor penerbangan 007 berangkat dari Alaska menuju Korea. Rupanya ada kesalahan “kecil” pada komputer navigasi yang tidak diketahui oleh para awak pesawat.  Arah penerbangan bergeser 1,5 derajat saat berangkat. Pesawat 747 itu terus melenceng dari jalur yang seharusnya, hingga akhirnya melintasi wilayah udara Uni Soviet. Radar Rusia menangkap kesalahan itu, dan jet Rusia mencegat Korean Airlines 007 dan mengeluarkan tembakan yang menyebabkan semua penumpang Korean Airlines meninggal. Hanya gara-gara selisih 1,5 derajat!

Pergeseran kebenaran dimulai dengan mengkompromikan hal-hal kecil dalam hidup kita, tanpa sadar kita melenceng dari jalan kebenaran.

Jika anda sudah memutuskan memilih kebenaran, jangan minta discount; bayar dengan harga penuh.

Rom.12:2 (MSG) Don’t become so well-adjusted to your culture that you fit into it without even thinking.  | (TPT) Stop imitating the ideals and opinions of the culture around you … 

UNTUK MENGENALI YANG PALSU, KITA HARUS MENGENAL YANG BENAR.

Yoh.17:17 Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; firman-Mu adalah kebenaran.

“Jangan hanya menyelidiki Firman Tuhan, tetapi ijinkan Firman Tuhan menyelidiki hidup kita.“ 

@budhidajat88

Kebenaran memerdekakan

Yoh.8:31-32 Maka kata-Nya kepada orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya: “Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku (32) dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

Yoh.8:32 (TPT) “For if you embrace the truth, it will release true freedom into your lives.” | “Karena jika Anda memeluk kebenaran, kebenaran akan melepaskan kebebasan sejati ke dalam hidup Anda.”

Kebenaran akan memerdekakan kita dari pikiran yang salah, nilai-nilai yang salah, hidup yang sia-sia, tujuan hidup yang salah. Ini yang disebut sebagai KEMERDEKAAN SEJATI

KEBENARAN MEMBERIKAN DAMAI SEJAHTERA

Rom.14:17 Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus.

Kalau kita tidak mengalami damai sejahtera dalam hidup kita; jangan-jangan anda belum berada dalam KEBENARAN.

Yes.32:17 Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya.

TANTANGAN #2: TERIMA KEBENARAN, JANGAN HANYA MENCARI PEMBENARAN

Mat.19:16-22 (TSI) Ada seorang laki-laki muda yang datang kepada Yesus dan bertanya, “Guru yang baik, perbuatan baik apa yang harus saya lakukan untuk mendapatkan hidup yang kekal?” (17) Yesus menjawab, “Mengapa kamu mengatakan Aku baik? Hanya Allah satu-satunya yang baik. Kalau kamu mau mendapat hidup yang kekal, taatilah perintah-perintah dalam Hukum Taurat.” (18) Orang itu bertanya lagi, “Perintah-perintah manakah yang harus saya taati?” Jawab Yesus, “Jangan membunuh, jangan berzina, jangan mencuri, jangan memberikan kesaksian palsu, (19) hormatilah ayah dan ibumu, dan kasihilah sesamamu seperti kamu mengasihi dirimu sendiri.” (20) Orang muda itu berkata, “Semuanya itu sudah saya taati sejak masa muda. Apa lagi yang perlu saya lakukan?” (21) Yesus berkata lagi kepada orang itu, “Kalau kamu mau menjadi sempurna, pergilah dan juallah seluruh hartamu. Lalu bagi-bagikanlah uangnya kepada orang miskin. Dengan begitu kamu akan memperoleh harta di surga. Kemudian datanglah kembali dan ikutlah Aku.” (22) Mendengar jawaban Yesus, orang muda itu pergi dengan sedih karena dia sangat kaya dan tidak mau melepaskan hartanya.

KEBENARAN ATAU PEMBENARAN?

Anak muda ini bertanya bukan untuk belajar kebenaran, tetapi hanya mencari pembenaran atas apa yang menjadi pikirannya dan apa yang dilakukan. Dia hanya ingin dengar apa yang dia mau dengar. Dalam Alkitab beberapa kali dituliskan “Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar!”

Seringkali Firman Tuhan tidak “berbicara” dalam hidup kita karena kita mem-filter apa yang kita mau dengar.

Apakah anda datang kebaktian untuk BELAJAR atau hanya ingin dikotbahi? Kalau mau belajar, datang dengan hati dan pikiran yang mau menerima apa yang diajarkan, dan mencatat apa yang berbicara dalam hidup anda. Karena Firman yang kita dengar belum menjadi KEBENARAN dalam hidup kita sampai kita hidupi.

Hidup anda tidak akan banyak berubah jika selalu mencari PEMBENARAN dan tidak belajar menerima KEBENARAN.

TANTANGAN #3: BERANI HIDUP BERSAMA KEBENARAN.

Kebenaran bukanlah rahasia yang harus diselidiki, melainkan sebuah PRIBADI yang harus dikenal.

Yoh.14:6 Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku.

Hidup bersama kebenaran adalah tentang keputusan menjadi murid Yesus dan belajar hidup dari Yesus.

Selama kita masih mendua hati, menghidupi kebenaran menjadi sesuatu yang sulit dan berat; tetapi begitu kita membuat keputusan menjadi murid Yesus sepenuhnya, menghidupi kebenaran mendatangkan KEMERDEKAAN SEJATI dan DAMAI SEJAHTERA. Artinya tidak lagi menjadi aturan2 yang kita harus pelajari, tetapi menjadi KEMERDEKAAN. 

2Pet.2:4-9 Sebab jikalau Allah tidak menyayangkan malaikat-malaikat yang berbuat dosa tetapi melemparkan mereka ke dalam nerakadan dengan demikian menyerahkannya ke dalam gua-gua yang gelap untuk menyimpan mereka sampai hari penghakiman; (5) dan jikalau Allah tidak menyayangkan dunia purba, tetapi hanya menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu, dengan tujuh oranglain, ketika Ia mendatangkan air bah atas dunia orang-orang yang fasik (6) dan jikalau Allah membinasakan kota Sodom dan Gomora dengan api,dan dengan demikian memusnahkannya dan menjadikannya suatu peringatan untuk mereka yang hidup fasikdi masa-masa kemudian, (7) tetapi Ia menyelamatkan Lot,orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum dan yang hanya mengikuti hawa nafsu mereka saja (8) sebab orang benar ini tinggal di tengah-tengah mereka dan setiap hari melihat dan mendengar perbuatan-perbuatan mereka yang jahat itu, sehingga jiwanya yang benar itu tersiksa …

2Pet.2:5 (Tuhan) menyelamatkan Nuh, pemberita kebenaran itu …

2Pet.2:7 Ia menyelamatkan Lot,orang yang benar, yang terus-menerus menderita oleh cara hidup orang-orang yang tak mengenal hukum

2Pet.2:9 … maka nyata, bahwa Tuhan tahu menyelamatkan orang-orang saleh dari pencobaan …. | (BIS) Tuhan tahu bagaimana menyelamatkan orang-orang yang menuruti kemauan-Nya bila mereka menghadapi cobaan-cobaan.

Ketika anda berjalan Bersama Kebenaran, anda tidak sendiri. Bukan berarti perjalanan akan menjadi mudah, bahkan penuh TANTANGAN, karena kita seperti “domba di tengah serigala.” Ada banyak godaan untuk kita berkompromi, ada banyak godaan untuk kita bergesar, ada banyak ancaman untuk kita menyerah, tetapi ketika kita terus melangkah di jejak kaki Yesus, anda akan melihat penyertaan dan pembelaan Tuhan.

Itulah artinya menjadi murid Kristus dan itulah Kekristenan.

End.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s