TUJUAN PERNIKAHAN ADALAH KEUTUHAN (oneness).

Ps Jeffrey Rachmat.

Tiga prinsip dalam membangun pernikahan:

  1. Apapun yang kita biarkan akan menurun kondisinya.
  2. Kalau kita mau sesuatu tetap pada konsisinya harus DIRAWAT, dan untuk merawat tidak memerlukan banyak biaya (contoh dalam pernikahan adalah dating.)
  3. Kalau kita ingin sesuatu lebih baik keadaannya, harus mau BERINVESTASI.

Kesalahan terbesar dalam pernikahan adalah berhenti merawat dan berinvestasi. JR

Efe.5:32 Rahasia ini besar, tetapi yang aku maksudkan ialah hubungan Kristus dan jemaat.

Pernikahan adalah sebuah blueprint hubungan kita dengan Kristus, artinya anak-anak harus melihat blue print yang baik supaya mereka mudah mengenal Kasih Tuhan.

Sejak pernikahan segala sesuatu dalam hidup kita akan berusaha menghancurkan nya dan memisahkan. Contoh: hobi, pekerjaan dll.

Tujuan pernikahan adalah KEDEWASAAN

Stages of growing up:

  1. Fase KETERGANTUNGAN (dependency): anak yang baru lahir hanya bisa tergantung kepada orang lain.
  2. Fase MANDIRI (interdependent) : ketika seseorang dapat mengurus dirinya sendiri dan tidak membutuhkan orang lain
  3. Fase KEDEWASAAN (interdependency) : saling ketergantungan

Banyak orang usianya tua tetapi mentalitasnya masih di fase ketergantungan, contoh tidak dapat membuat keputusan. Karena itu pernikahan bukan 50% + 50%; sehingga yang terjadi adalah seseorang yang belum UTUH lalu berpikir bahwa penikahan yang akan membuatnya utuh, sehingga menuntut pasangannya melengkapi kekurangannya.

Karena itu pernikahan yang baik tidak boleh terjadi antara dua orang yang terus ada di fase mandiri (hidup sendiri-sendiri). Dalam pernikahan seperti ini fokusnya masih “aku” dan selalu mementingkan “keinginanku” dan “kepentinganku.”

PERNIKAHAN yang SEHAT adalah 100% + 100%. Pernikahan yang sehat adalah antara dua orang yang sudah ada di fase MANDIRI tetapi mengambil keputusan untuk bersinergi supaya lebih berbuah dengan memiliki hubungan INTERDEPENDENCY. Karena itu tujuan pernikatan adalah ONENESS (KEUTUHAN). Fokusnya bukan lagi “aku” tetapi “kita.” Dalam hubungan ini “I” harus mati. Karena itu bukannya saling menuntut, tetapi saling mengalah. Pernikahan yang sehat adalah sebuah team work.

TUJUAN PERNIKAHAN ADALAH ONESS (KEUTUHAN). JR

  • Keberhasilan dalam pernikahan bukan “marrying the right person”, tetapi “be the right person” dan “do the right things.”
  • Pernikahan dibangun dengan keputusan demi keputusan yang tidak egois (series of unselfish decisions.)
  • Dalam pernikahan harus memegang prinsip ” yang waras ngalah.”

KUNCI KEUTUHAN DALAM PERNIKAHAN

Ams.24:3 Dengan hikmat rumah didirikan, dengan kepandaian itu ditegakkan, (4) dan dengan pengertian kamar-kamar diisi dengan bermacam-macam harta benda yang berharga dan menarik.

Untuk membangun rumah tangga yang kuat diperlukan lebih dari CINTA, yaitu PENGETAHUAN.

#1. ACCEPTANCE

  • Bukan tugasmu merubah pasanganmu.
  • Menerima realita lebih menguntungan daripada berusaha merubah pasanganmu.
  • Menjadi pasangan sepadan, artinya “kontras.”

#2. ADJUST (menyesuaikan diri)

  • Seperti pasangan ganda di bulu tangkis, jangan berebut, saling mengalah.

#3. APPRECIATE

  • Bahasa empaty: “o gitu “

#4. Amazing Marriage

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s