GEREJA YANG SEHAT

Tujuan gereja bukanlah KESEMPURNAAN, melainkan KEDEWASAAN.

Segala sesuatu yang SEHAT akan BERTUMBUH.

Gereja yang sehat mampu melakukan apa yang Yesus lakukan.

#1. SEHAT DALAM KELUARGA.

Terutama keluarga para pemimpin. Everything starts from home. Jangan membangun karier dengan mengorbankan keluarga. Sangat menyakitkan kalau kita dihormati di mana-mana tetapi tidak dihormati di rumah. Jangan sampai anak-anak berpikir bahwa orang lain (pelayanan / customer / teman) lebih penting dari mereka.

Jangan hanya pintar membangun pelayanan, lebih penting pintar membangun KEHIDUPAN.

Belajar berkata TIDAK. Belajar hidup seimbang. Keseimbangan bukan sesuatu yang statis, tetapi sesuatu yang dinamis: mencurahkan perhatian pada saat kita harus mencurahkan perhatian.

#2. SEHAT DALAM KEPEMIMPINAN

Sehat berarti tidak punya ketergantungan. Gereja harus belajar untuk bebas dari ketergantungan kepada siapapun termasuk kepada senior pastornya, dengan cara membangun kepemimpinan di setiap level; sehingga tidak ada ketergantungan kepada siapapun di semua level.

Perhatikan kehidupan para pemimpin dan staff (terutama fultimer). Buat mereka bangga dengan pelayanan dan pekerjaannya. Buat para pemimpin dan volunteers bangga bahwa mereka adalah bagian dari pelayanan.

#3. SEHAT DALAM KEUANGAN

Gereja yang sehat mampu melakukan apa yang Tuhan suruh lakukan. Gereja tidak sehat kalau selalu kekurangan. Gereja tidak sehat kalau keuangannya tergantung kepada beberapa orang saja. Kuncinya adalah membangun sistem keuangan yang dapat dipercaya dan dikelola dengan baik.

#4. SEHAT DALAM PENGAJARAN

Kita bisa membuat banyak program yang bagus; tetapi harus ingat bahwa yang membebaskan orang (mengubahkan) adalah KEBENARAN. Karena itu kembangkan pengajaran yang mentransformasi hidup jemaat, dengan membagikan nilai-nilai yang dapat diaplikasikan untuk membangun kehidupan. Karena itu jangan tergantung kepada guest speaker.

#5. SEHAT DALAM HUBUNGAN

Para pemimpin harus dapat membangun hubungan-hubungan yang sehat dengan para pemimpin lain. Juga harus dapat membangun hubungan yang sehat dengan para business people. Hati-hati menerima gifts, jangan sampai membuat kita “sungkan” untuk menegor mereka.

Hati-hati untuk membandingkan diri dengan orang lain atau pemimpin lain. Hati-hati dengan apa yang kita posting di social media. Kita bisa bermaksud baik tetapi orang menangkapnya salah.

Comparison is the thief of joy. (Theodore Roosevelt)

KEKUATANMU adalah sekuat kelemahanmu. Iblis akan bekerja bukan di titik kekuatanmu, melainkan di titik kelemahanmu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s