TERTANAM DI RUMAH TUHAN

north-america-redwood-forest-625x450

Maz.92:13 Orang benar akan bertunas seperti pohon korma, akan tumbuh subur seperti pohon aras di Libanon; (14) mereka yang DITANAM di bait TUHAN akan bertunas di pelataran Allah kita. (15) Pada masa tua pun mereka masih berbuah, menjadi gemuk dan segar… 

Ayat di atas tidak sedang berbicara tentang pohon, tetapi tentang kehidupan orang benar (orang Kristen); yaitu jika seseorang mau ditanam di rumah Tuhan maka orang itu akan bertunas dan kemudian berbuah. Bertunas berarti bertumbuh, menjadi besar, menjadi kuat, artinya pohon itu sudah “jadi pohon.” Kita mengenal istilah “jadi orang” yang berarti menjadi orang yang dianggap sukses dalam kehidupan.

Maz.92:13 Planted in the house of the Lord, they shall flourish in the courts of our God. (Amp.) | “Flourish” (bertunas) =  grow, prosper, thrive, increase, multiply.

Tetapi berbuah lebih daripada kesuksesan, sebab buah selalu dinikmati orang lain. Seseorang yang disebut hidupnya “berbuah” berarti ada sesuatu yang keluar dari hidup orang itu yang dapat dinikmati juga oleh orang lain, melalui karya dan pengaruhnya.

#1. DIMULAI DENGAN SEBUAH KEPUTUSAN MAU TERTANAM DI GEREJA LOKAL.

Maz.92:13 Planted in the house of the Lord …

Seperti sebuah benih tidak akan dapat bertunas dan bertumbuh kecuali mau ditanam di suatu tempat (dan tidak berpindah-pindah). Menjadi jemaat atau menghadiri kebaktian di suatu gereja tidak sama dengan tertanam dalam gereja lokal. Tertanam artinya kita memiliki connection dengan gereja lokal dan itu menjadi bagian penting dari hidup kita.

Do not underestimate the importance of being connected to an incredible local church.

Kita harus memilih dimana kita akan tertanam. Seperti sebuah benih akan bertumbuh dengan baik (dan kemudian berbuah lebat) kalau ditanam di tanah yang subur (rich soil) dan kaya gizi, maka kita harus memilih untuk tertanam dalam sebuah gereja lokal yang memiliki pengajaran yang sehat dan menyediakan makanan rohani yang cukup untuk jemaat.

gardening

Setiap orang Kristen harus menemukan sebuah gereja lokal di mana dia harus dapat merasa bahwa gereja adalah bagian penting dari hidupnya, dan dia dapat menjadi bagian penting dari gereja lokalnya. [Budi Hidajat]

#2. MAU BERAKAR DI GEREJA LOKAL.

Setelah benih ditanam, biasanya tidak segera tampak pertumbuhan di atas tanah, karena yang bertumbuh pertama adalah akarnya.  Akar berguna untuk MENYERAP makanan bagi tanaman sehingga tanaman bisa bertumbuh. Demikian juga orang Kristen, setelah memutuskan untuk tertanam di sebuah gereja lokal, langkah berikutnya adalah “tertanam”, maksudnya adalah kita menyerap semua nilai-nilai yang diajarkan dan dipercayai oleh gereja kita, yaitu nilai-nilai kebenaran yang dapat mengubah hidup kita.

“BERAKAR” = MENYERAP [membangun kehidupan berdasarkan NILAI-NILAI Alkitab yang diajarkan di gereja kita]

Kita mengenal istilah “well-rooted” yang artinya akarnya sudah masuk jauh ke dalam tanah (tidak hanya dipermukaan). Pohon dengan akar yang jauh masuk ke dalam tanah biasanya sulit dicabut. Benefit lain adalah pohon ini akan kuat menghadapi badai dan tahan menghadapi kemarau, karena akarnya masuk jauh ke tanah. Penting untuk setiap orang Kristen juga well-rooted di gereja lokalnya (tandanya adalah tidak sering berpindah gereja.) Secara praktis ada dua hal yang saya lihat akan membuat seseorang well-rooted di gereja lokal:

  1. Memiliki komunitas di gereja lokalnya (iCare)
  2. Terlibat dalam pelayanan.

Survey menemukan bahwa orang ini dalam jangka 5 tahun kemungkinan pindah gereja hanya seperlima dari mereka yang tidak punya kemunitas di gereja lokal dan sama sekali tidak terlibat pelayanan di gereja lokal.

Seperti pohon yang well-rooted, maka seorang Kristen yang well-rooted di gereja lokalnya akan bertumbuh menjadi dewasa dan kuat, tahan menghadapi tantangan dan bahkan badai dalam hidupnya.

 

#3. MENEMUKAN HABITAT YANG BAIK

Setelah sebuah benih ditanam dan kemudian berakar, faktor berikutnya yang akan menjadi penentu pertumbuhan dan lebatnya buah adalah habitat. Sebuah pohon akan bertunas dengan baik dan berbuah dengan lebat kalau ditanan di habitat yang baik (dan cocok). Untuk tanaman hal ini berbicara tentang curah hujan yang tepat, suhu udara yang tepat, banyaknya sinar matahari yang tepat dan beberapa faktor lain.

Dalam konteks pertumbuhan seseorang, maka habitat berbicara tentang nilai-nilai dan budaya yang dibangun di gereja lokal tersebut. Habitat juga berbicara tentang apakah gereja lokal itu memiliki path-way yang jelas untuk  pertumbuhan jemaat menuju kedewasaan.  Lingkungan dengan budaya yang sehat (dibangun di atas nilai-nilai yang baik) akan membawa seseorang mengalami pertumbuhan yang pesat karena dia tidak berjuang sendiri, tetapi ada teman-teman yang membangun hidup atas nilai-nilai yang sama. Jika ada Discipleship path-way yang jelas, akan menjadi jalan bebas hambatan untuk seseorang mengakami pertumbuhan.

Dengan kata lain, anda harus memilih / menemukan gereja lokal dengan budaya yang sehat dan strategi yang jelas untuk kita mengalami pertumbuhan menuju kedewasaan (discipleship).

Saya berharap tiga hal di atas membantu kita untuk dapat melihat dengan lebih jelas bagaimana setiap kita bukan saja dapat mengalami keberhasilan dalam hidup, dan kemudian berbuah lebat. Dimulai dengam menyediakan diri untuk tertanam dalam sebuah gereja lokal – seperti rich soil – yang menyediakan makanan rohani yang cukup dan kemudian benih itu mulai berakar dan bertunas. Jika benih itu ada di habitat yang tepat dan sesuai maka benih itu akan bertumbuh dengan cepat, menjadi pohon yang kuat dan kokoh, dan pada akhirnya berbuah.

soil-with-plant-sprout

Pelajaran yang dapat kita petik adalah bahwa sebenarnya benih tidak perlu berjuang untuk bertumbuh. Yang lebih penting adalah benih itu tertanam di tanah yang bagus, memiliki akar yang masuk jauh ke dalam tanah dan hidup dalam habitat yang tepat, maka pertumbuhan menjadi sesuatu yang natural dan mudah.

Hal ini juga berlaku untuk kehidupan kita sebagai orang Kristen. Juga tiga “syarat-syarat” di atas terpenuhi, maka orang itu akan “bertunas” dan kemudian menjadi seseorang yang hidupnya berbuah dan buahnya dinikmati oleh orang-orang disekitarnya.

Setiap orang Kristen yang mau tertanan dan berakar dalam gereja lokalnya, maka pertumbuhan menjadi sesuatu yang otomatis terjadi, sehingga hidupnya berbuah untuk orang-orang lain disekitarnya. [PBH]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s