KEPAHITAN

Akhir-akhir ini entah kenapa saya sering mendengar cerita dengan orang-orang yang mengalami kepahitan. Orang yang mengalami kepahitan, paling mudah terlihat dari kata-katanya yang pahit / negative. Biasanya kepahitan dialami seseorang karena dikecewakan, oleh orang tuanya, oleh suami/istrinya, oleh bossnya, oleh temannya, oleh customer, bahkan oleh gereja 😦

Banyak perselisihan dalam rumah tangga, oleh karena suami/istri (atau keduanya) sangat “meledak” oleh hal-hal kecil, lalu ketika pertengkaran terjadi keluarlah kata-kata pahit yang saling melukai satu sama lain. Sangat menyedihkan melihat dua orang yang saling mencintai, saling melukai dengan kata-kata pahit yang berasal dari masa lalu yang pahit.

Kepahitan juga punya dampak dalam pekerjaan. Saya pernah menjumpai orang yang marah kepada customer nya hanya karena disuruh menunggu lama. Kepahitan juga membuat orang mudah menyerah dalam pekerjaan.

Sebenarnya banyak orang yang punya potensi dipakai Tuhan dengan hebat dalam pelayanan, tetapi potensi itu disandera oleh kepahitan dari masa lalu. Saya hanya berdoa untuk mereka bisa keluar dari penjara kepahitan dan memiliki kehidupan yang hebat seperti yang Tuhan sediakan (Efe.2:10).Nelson Mandela

Pertanyaannya bukan kenapa kok bisa mengalami kekecewaan … tetapi kok bisa kekecewaan itu menjadi kepahitan? pertanyaan berikutnya adalah: sampai kapan mau hidup dalam kepahitan? Lalu bagaimana untuk keluar dari kepahitan?

Ibr.12:15 Jagalah supaya jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan yang mencemarkan banyak orang.

KASIH KARUNIA ALLAH, hanya itu yang dapat membuat kita tidak mengalami kepahitan. Semua dari kita pasti suatu saat dalam hidup pernah mengalami kekecewaan atau dikecewakan, terutama dari orang-orang yang ada di sekeliling kita. Karena itu setiap orang sebenarnya bisa saja mengalami kepahitan. Hanya kalau kita mengerti “kasih karunia Allah” maka kita akan dapat keluar dari kepahitan.

  1. Kasih karunia adalah sebuah pengampunan yang diberikan cuma-cuma. Kita menyadari bahwa kita berdosa, dan kita tidak bisa keluar dari upah dosa ini dengan jalan apapun. Satu-satunya jalan adalah dengan menerima pengampunan, dengan percaya kepada Yesus. Ketika kita hidup dengan kesadaran bahwa kesalahan kita yang begitu besar diampuni oleh Tuhan, maka sudah seharusnya kita juga mengampuni orang-orang bersalah kepada kita.
  2. Mengampuni adalah sebuah keputusan. Memang orang-orang yang yang hidup dalam kepahitan akan mengatakan bahwa mereka tidak dapat mengampuni. Tetapi sesungguhnya kalau kita mau, pasti bisa mengampuni.
  3. Move on. Anda tidak dapat mengubah masa lalu, tetapi anda dapat mengubah masa depan anda! Jangan mau tersandera oleh masa lalu, karena apapaun yang terjadi sudah terjadi dan tidak ada apapun yang dapat kita lakukan untuk mengubah masa lalu kita. Sebaliknya fokuskan pada apa yang Tuhan sudah sediakan untuk masa depan anda.

“As I walked out the door toward the gate that would lead to my freedom, I knew if I didn’t leave my bitterness and hatred behind, I’d still be in prison.” (Nelson Mandela)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s