SERVANTHOOD : Who is the greatest?| SEVEN FOUNDATIONAL LEADERSHIP VALUES #1

servanthood-image

Lukas 22:24-27 “Di antara pengikut-pengikut Yesus timbul pertengkaran mengenai siapa dari mereka yang harus dianggap paling besar (important – ERV). Yesus berkata kepada mereka, “Raja-raja bangsa yang tidak mengenal Allah menindas (rule over) rakyatnya, dan penguasa-penguasanya disebut ‘Pelindung Rakyat’. Tetapi kalian tidak boleh begitu. Sebaliknya, orang yang terbesar di antaramu harus menjadi seperti yang terkecil, dan pemimpin haruslah menjadi seperti pelayan. Siapakah yang lebih besar: orang yang duduk makan di meja, atau orang yang melayani dia? Tentu orang yang duduk itu. Tetapi Aku berada di antara kalian sebagai pelayan.

Kalau saya harus menyimpulkan satu kata tentang kepemimpinan saya akan mengatakan SERVANTHOOD.

maxresdefault-3

Who is the greatest?

Banyak orang berpikir kepemimpinan adalah tentang kedudukan, jabatan atau kekuasaan; yang ujungnya adalah demi kepentingan si pemimpin. Maka tidak heran orang-orang terlibat dalam persaingan untuk memperoleh jabatan, kedudukan dan kekuasaan; lalu setelah mendapatkannya mereka memanfaatkannya, bukan demi kepentingan rakyat, tapi demi kepentingan si pemimpin, bila perlu dengan jalan menindas / mengekploitasi. Maka Tuhan Yesus berkata bahwa para pemimpin di Kerajaan Allah harus BERBEDA. Bukan tidk boleh menjadi besar, tetapi CARA-nya dan TUJUAN- nya harus berbeda. Sebenarnya Justru Tuhan Yesus memberikan cara untuk seseorang menjadi orang besar … yaitu dengan jalan menjadi seorang PELAYAN untuk MELAYANI.

“The true leader serves. Serves people. Serves their best interests, and in so doing will not always be popular, may not always impress. But because true leaders are motivated by loving concern rather than a desire for personal glory, they are willing to pay the price.” – –  Eugene B. Habecker, Author

“Life’s most persistent and urgent question is, ‘What are you doing for others?'”Martin Luther King, Jr.

Yesus memberikan keteladanan :

Fil.2:3 Janganlah melakukan sesuatu karena didorong kepentingan diri sendiri, atau untuk menyombongkan diri. Sebaliknya hendaklah kalian masing-masing dengan rendah hati menganggap orang lain lebih baik dari diri sendiri. (4) Perhatikanlah kepentingan orang lain; jangan hanya kepentingan diri sendiri.  (5) Hendaklah kalian berjiwa seperti Yesus Kristus: (6) Pada dasarnya Ia sama dengan Allah, tetapi Ia tidak merasa bahwa keadaan-Nya yang ilahi itu harus dipertahankan-Nya. (7) Sebaliknya, Ia melepaskan semuanya lalu menjadi sama seperti seorang hamba. Ia menjadi seperti manusia, dan nampak hidup seperti manusia. (BIS)

Mat.20:28 sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.”

#1. Saya ada untuk melayani dan bukan dilayani

  • Passion – apa yang saya suka lakukan
  • Calling – saya dilahirkan untuk ini.
  • “Pelayanan adalah tentang apa yang dapat saya berikan, bukan apa yang saya dapatkan.”

#2. “How can I help?”

  • Perhatikan kebutuhan / kepentingan orang lain
  • Lihat kebutuhan dan menjadi jawaban

#3. DO something NOW

  • Jangan menunggu orang lain untuk melakukannya
  • Lakukan apa yang anda dapat lakukan, walaupun kelihatannya kecil dan insignificant.
  • Lakukan segala sesuatu dengan NIAT (Kol.3:23)
  • Combine passion with determination

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s