Crowd atau Disciple?

Mat.4:23 Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat dan memberitakan Injil Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu. (24) Maka tersiarlah berita tentang Dia di seluruh Siria dan dibawalah kepada-Nya semua orang yang buruk keadaannya, yang menderita pelbagai penyakit dan sengsara, yang kerasukan, yang sakit ayan dan yang lumpuh, lalu Yesus menyembuhkan mereka. (25) Maka orang banyak berbondong-bondong mengikuti Dia. Mereka datang dari Galilea dan dari Dekapolis, dari Yerusalem dan dari Yudea dan dari seberang Yordan.

(ERV) Large crowds followed Him

Mat.5:1 Ketika Yesus melihat orang banyak itu, naiklah Ia ke atas bukit dan setelah Ia duduk, datanglah murid-murid-Nya kepada-Nya. (2) Maka Yesuspun mulai berbicara dan mengajar mereka.

(NLT) Jesus went up on the mountainside and sat down. His disciples gathered around him,

The Crowd and the Disciples: Siapakah “Orang banyak yang berbondong-bondong mengikuti Yesus” dan siapa yang Alkitab sebut sebagai “Murid-murid-Nya”? Dan apakah yang membedakan keduanya?

#1. The Crowd Follows Jesus for What They Can Receive from Him; The Disciples Follow Him to be with Jesus and to be Like Jesus.

Banyak orang mengikuti Yesus demi mendapatkan sesuatu; Murid-murid mengikuti-Nya untuk dapat bersama Yesus dan menjadi serupa dengan Yesus.

What distinguishes the crowd from the disciples begins with the question:  Why do we follow Jesus?

The crowd follows Jesus to receive from Him.

Di Yoh.6:1–15, Yesus memberi makan lima ribu orang.
Akibatnya, orang banyak: terkesan oleh mujizat, menginginkan Yesus terus-menerus memberi roti, bahkan ingin menjadikan Dia raja (ay. 15).

Yoh.6:24 Ketika orang banyak melihat, bahwa Yesus tidak ada di situ dan murid-murid-Nya juga tidak, mereka naik ke perahu-perahu itu lalu berangkat ke Kapernaum untuk mencari Yesus. (25) Ketika orang banyak menemukan Yesus di seberang laut itu, mereka berkata kepada-Nya: “Rabi, bilamana Engkau tiba di sini?”

Yesus tahu apa yang ada di hati dan pikiran mereka yang sesungguhnya, apa yang sebenarnya mereka cari. Yesus kemudian menyingkap MOTIVASI mereka di ayat 26

Yoh.6:26 Yesus menjawab mereka: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku, bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang.

(MSG) Jesus answered, “You’ve come looking for me not because you saw God in my actions but because I fed you, filled your stomachs—and for free.

Yesus tidak menegur orang banyak karena mereka lapar, tetapi karena mereka datang kepada Yesus mencari roti dan bukan mencari Dia yang memberi roti.

Yesus tidak akan menolak setiap anak Tuhan yang datang kepada-Nya (berdoa) karena kita sedang membutuhkan sesuatu atau membutuhkan pertolongan. Tetapi Dia tidak akan senang kalau kita datang kepadanya hanya ketika kita sedang perlu sesuatu dan hanya merindukan mujijat-Nya, dan bukan merindukan Dia.

Banyak orang datang kepada Yesus hanya saat membutuhkan berkat, pertolongan, dan mujizat-Nya, bukan datang untuk mencari Yesus, untuk dapat bersama-sama Dia. Seperti kalau kita punya anak; datang hanya kalau perlu sesuatu; tetapi tidak pernah punya waktu untuk duduk sebagai sebuah keluarga. Dengan kata lain fokus mereka pada kebutuhan mereka dan apa yang Yesus bisa lakukan untuk mereka. 

Yoh.6:27 (FAYH) Sesungguhnya janganlah terlalu pusing mengenai barang-barang yang fana seperti makanan, melainkan berusahalah mencari hidup kekal, yang Aku, Mesias, dapat berikan kepadamu. Karena Allah Bapa telah mengutus Aku untuk maksud ini.”

Disciples Follow Jesus to Be with Him and Become Like Him.

Alasan utama Yesus memanggil murid-murid-Nya bukan apa yang mereka akan lakukan, tetapi supaya mereka bisa bersama-sama Yesus.

Mar.3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.

(NKJV) Then He appointed twelve, that they might be with Him and that He might send them out to preach.

“Jesus called His disciples first not to work for Him, but to be with Him.”
— John Stott

Mar.3:14 Ia menetapkan dua belas orang untuk menyertai Dia dan untuk diutus-Nya memberitakan Injil.

(NKJV) Then He appointed twelve, that they might be with Him and that He might send them out to preach.

Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk ada bersama-sama Dia dan MENELADANI DIA. Yesus memanggil murid-murid-Nya untuk ada bersama-sama Dia, belajar menjadi serupa dengan-Nya dan melakukan apa yang Yesus lakukan.

Kembali ke Yoh.6 setelah Yesus mengatakan bahwa orang banyak itu datang karena mau roti gratisan dan bukan karena ingin mengenal Yesus; kemudian Yesus mengatakan:

Yoh.6:35 Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi.”

Di sini Yesus menyatakan bahwa: Dia bukan sekadar pemberi roti, Dia adalah sumber hidup itu sendiri.

Yoh.6:51 Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.”

Orang yang tadinya berbondong-bondong menjadi kecewa karena yang mereka cari adalah makan siang gratis, bukan Sang Roti Hidup.

  • Mereka datang untuk berkat-Nya bukan untuk mengenal Yesus.
  • Mereka datang untuk mencari muijat-Nya, bukan Yesus The Miracle Maker. 

Yoh.6:66 Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia

(67) Maka kata Yesus kepada kedua belas murid-Nya: “Apakah kamu tidak mau pergi juga?”

Ada tiga hal yang akan memisahkan mereka yang mengaku sebagai murid (orang yang mengaku sebagai Kristen) dan MURID YESUS yang sejati:

  • Kebenaran (kebenaran itu tidak bisa ditawar, tidak bisa dinegosiasikan, respon kebenaran cuma taat atau tidak mau taat). Half obedience is not obedience.
  • Harga yang harus di bayar (pertemanan yang harus ditinggalkan, kebiasaan yang harus dibuang)
  • Penderitaan

Yoh.6:68 Jawab Simon Petrus kepada-Nya: “Tuhan, kepada siapakah kami akan pergi? Perkataan-Mu adalah perkataan hidup yang kekal; (69) dan kami telah percaya dan tahu, bahwa Engkau adalah Yang Kudus dari Allah.”

Petrus mewakili para murid-murid menjawab Yesus; kami di sini bukan untuk berkat atau mujijat; ada berkat atau tidak, ada mujijat atu tidak kami kan tinggal di sini; kami datang untuk bisa bersama Engkau dan belajar dari-Mu Yesus. Kami tahu siapa Engkau dan kami mau di manapun Engkau berada, di situ kami akan berada. 

Disciples Follow Jesus to Be with Him and Become Like Him

Luk.6:40 Seorang murid tidak lebih daripada gurunya, tetapi barangsiapa telah tamat pelajarannya akan sama dengan gurunya.

Salah satu nilai penting dalam gereja kita: Come as you are, but don’t stay as you are.

#2. The Crowd listen, the disciples obey

Luk.6:46 Mengapa kamu berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, padahal kamu tidak melakukan apa yang Aku katakan?

Lukas 6:46 berada di bagian penutup pengajaran Yesus yang dikenal sebagai Khotbah di BukitDalam khotbah ini, Yesus mengajarkan nilai-nilai Kerajaan Allah yang radikal dan kontras dengan nilai dunia:

  • mengasihi musuh (6:27–36),
  • tidak menghakimi, tetapi mengampuni (6:37–42),
  • hidup yang menghasilkan buah yang baik (6:43–45).

Dalam Luk.6:46 Yesus mengatakan percuma seseorang berseru memanggil Dia Tuhan, tetapi orang itu tidak melakukan apa yang Yesus katakan?

Mengapa banyak orang mendengar Firman tetapi tidak melakukan? Banyak orang mendengar Firman untuk pembenaran bukan karena mencari KEBENARAN.

The crowd listens for affirmation; A disciple listens for TRANSFORMATION

Banyak orang mendengarkan kotbah “just to make me feel better”; mereka suka kotbah yang menghibur tanpa menegur, menguatkan tanpa mengoreksi, kotbah yang mengkonfirmasi apa yang mereka percaya, bukan yang men-challenge paradigma yang salah.

Seorang murid mendengar kotbah bukan sekadar untuk merasa dikuatkan, tetapi untuk belajar dan bertanya: apa dalam hidupku yang perlu diselaraskan dengan firman Tuhan?

Yoh.8:31 Jikalau kamu tetap dalam firman-Ku, kamu benar-benar adalah murid-Ku.

(ERV) “If you continue to accept and obey my teaching, you are really my followers.

Tanda kita layak disebut sebagai murid adalah KETAATAN

Yoh.8:32  … dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu.”

(MSG) Then you will experience for yourselves the truth, and the truth will free you.”

Truth doesn’t just expose lies; it empowers us to escape their traps.

Kebenaran itu memerdekakan artinya kebenaran bukan hanya menyingkapkan kebohongan, tetapi juga memampukan kita untuk keluar dari jeratnya.

Contoh: 

Kebohongan: Nilai saya tidak ditentukan oleh jabatan, pencapaian, atau pengakuan orang;  KEBENARAN: Identitas kita adalah GAMBAR ALLAH; pekerjaan adalah ekspresi dari identitas kita.

Kalau kita hidup dalam kebenaran maka tidak perlu menjilat atasan, menjatuhkan rekan kerja, memanipulasi hasil. Kita bekerja dengan integritas, bukan tekanan.

1Yoh.2:3–4 Dan inilah tandanya bahwa kita mengenal Dia, yaitu jikalau kita menuruti perintah-perintah-Nya.

The crowd listens for validation; A disciple listens for OBEDIENCE.

Banyak orang mendengarkan firman untuk mencari pembenaran, mereka menyukai kotbah yang membenarkan gaya hidup, sikap, dan keputusan mereka.

Seorang murid mendengarkan firman untuk ketaatan, sambil bertanya apa yang Yesus panggil untuk ditaati dan bagaimana hidupnya harus diselaraskan dengan kebenaran yang ia dengar.

#3. The crowd follows Jesus out of convenience, The disciples follow Jesus out of COMMITMENT

Matius 4:18–20 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

The crowd follows Jesus as long as it is easy.
The disciples follow Jesus even when it is costly.

Menjadi pengikut Yesus pasti ada yang harus dibayar. Banyak orang mau jadi Kristen, tapi tidak mau membayar harga untuk menjadi pengikut Yesus.

Di agama, kita dapat menentukan seberapa dalam kita mau terlibat; untuk menjadi pengikut Yesus, Dia yang menentukan harga yang harus dibayar.

“Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.”

Meninggalkan jala berarti :

  • Ada yang ditukar (gaya hidup, identitas), untuk mengikuti Yesus.
  • Dari zona aman, kepada zona iman
  • Harus ada yang dilepaskan, untuk mendapatkan yang lebih baik.

Luk.5:11 Sesudah mereka membawa perahu-perahunya ke darat, mereka meninggalkan segala sesuatu, lalu mengikut Dia.

Bukan berarti mengabaikan keluarga atau pekerjaan, tetapi memberi makna dan tujuan yang baru untuk semua aspek kehidupan kita: I am a follower of Jesus.

Discipleship has a cost. But non-discipleship always costs you more than discipleship.

Mengikut Yesus selalu menuntut pengorbanan dan membayar harga, tetapi tidak menjadi pengikut Yesus (artinya ketika kita  membatasi diri hanya sebagai CROWD), membuat kita membayar jauh lebih mahal: hidup tanpa arah dan kuasa.

Matius 4:18–20 Dan ketika Yesus sedang berjalan menyusur danau Galilea, Ia melihat dua orang bersaudara, yaitu Simon yang disebut Petrus, dan Andreas, saudaranya. Mereka sedang menebarkan jala di danau, sebab mereka penjala ikan. Yesus berkata kepada mereka: “Mari, ikutlah Aku, dan kamu akan Kujadikan penjala manusia.” Lalu merekapun segera meninggalkan jalanya dan mengikuti Dia.

Orang banyak ingin dilayani; murid-murid dipanggil untuk melayani.

Banyak orang ingin dilayani, sedikit orang mau meneladani Yesus, hidup untuk melayani.

Mar.10:45 Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang.

The call to follow Jesus is a call to serve people, not to be served, but to serve.

Menjadi pengikut Yesus memberikan perspektif baru dalam keluarga dan pekerjaan: melayani dan bukan dilayani

Reality Check:

  • Apakah saya mengikuti Yesus terutama karena apa yang bisa Ia berikan, atau karena siapa Dia?
  • Apakah saya mendengarkan firman Tuhan untuk mencari pembenaran, atau untuk ketaatan?
  • Di area mana kenyamanan diam-diam menggantikan komitmen dalam perjalanan iman saya, dan “jala” apa yang Yesus minta untuk saya tinggalkan?

Tinggalkan komentar