The Spirit of Excellence: Keunggulan dimulai dari hal-hal kecil.

Bersumber pada pengajaran Ps Jeffrey Rachmat.

“Hal Kerajaan Sorga itu seumpama biji sesawi… paling kecil dari segala jenis benih, tetapi apabila sudah tumbuh… menjadi pohon…”Matius 13:31-32

Dalam dunia bisnis yang semakin kompetitif—khususnya dengan munculnya e-commerce yang membuat harga semakin transparan—perbedaan antara perusahaan yang biasa dan yang luar biasa bukan lagi pada besar-kecilnya modal atau lamanya berdiri, melainkan pada perhatian terhadap hal-hal kecil.

“The difference between something good and something great is the attention to detail.” — Charles R. Swindoll

Contohnya sederhana: Ketika Anda menginap di hotel bintang lima dan melihat bekas lipstik di gelas kamar Anda, kepercayaan Anda langsung runtuh. Sebaliknya, jika Anda baru dua kali menginap dan staf menyapa Anda dengan nama pribadi, kesan yang ditinggalkan justru luar biasa. Hal-hal kecil seperti inilah yang memenangkan kepercayaan dan hati pelanggan.


1. tuhan BEKERJA MELALUI PROSES DAN HAL KECIL

Yesus berulang kali memakai perumpamaan tentang hal-hal kecil untuk menjelaskan cara kerja Kerajaan Allah. Salah satunya adalah biji sesawi—benih terkecil dari segala jenis benih—namun ketika ditabur dan dirawat, ia tumbuh menjadi pohon besar tempat burung-burung bersarang (Matius 13:31–32). Hal ini mencerminkan prinsip ilahi: Tuhan selalu memulai dari yang kecil untuk menghasilkan sesuatu yang besar.

Ps. Jeffrey Rachmat menekankan bahwa ini adalah pola tetap dalam cara kerja Allah. Mengapa? Karena manusia diciptakan dalam batasan waktu dan ruang, sedangkan Allah adalah Pribadi yang kekal—Ia tidak terikat oleh dimensi waktu maupun ruang. Alkitab menggambarkan-Nya sebagai “Alpha dan Omega,” artinya Tuhan adalah yang awal dan yang akhir, yang ada sebelum segala sesuatu dimulai dan tetap ada setelah segala sesuatu berakhir (Wahyu 22:13). Dengan kata lain, waktu bukan batas bagi Tuhan; waktu adalah ciptaan Tuhan.

Namun manusia tidak hidup di luar waktu—kita hanya dapat memahami sesuatu secara berurutan: ada awal, ada tengah, dan ada akhir. Kita belajar, bertumbuh, berubah, dan memahami semua hal melalui proses yang memakan waktu. Karena itu, agar manusia bisa mengerti, mengalami, dan ikut serta dalam pekerjaan-Nya yang kekal, Tuhan dalam kasih-Nya memasukkan dimensi kekal-Nya ke dalam sejarah manusia. Dan cara Tuhan melakukannya adalah melalui proses.

“Aku adalah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terkemudian, Yang Awal dan Yang Akhir.”Wahyu 22:13

tidak hanya mengetahui segala sesuatu dari awal hingga akhir, tetapi juga hadir di dalamnya. Bagi Tuhan, masa depan bukanlah sesuatu yang akan terjadi—masa depan adalah sesuatu yang sudah Dia lihat dan kendalikan. Katakan jika Tuhan ingin punya pohon yang besar pada akhir-nya, maka yang harus terjadi di awal, dan dibutuhkan adalah sebuah benih biji sesawi yang kecil, tetapi pada saat melihat benih ini, Tuhan bisa tahu akhir-nya seperti apa, dan begitu juga disaat Tuhan melihat pohon ini, Dia bisa tahu seperti apa benih-nya.

Kalau anda punya mimpi yang besar dan kehidupan yang bahagia, Tuhan ingin agar anda hidup dalam kelimpahan. Bagaimana Dia menyediakan hal ini pada anda? dengan memberikan benih dan potensi yang pada akhirnya akan memberikan masa depan yang anda mau. Tuhan tahu masa depan dari benih dan potensi itu akan memberikan dampak yang luar biasa untuk anda, tetapi bagaimana anda memperlakukan benih itu akan sangat menentukan masa depan anda.

Setia dalam Hal Kecil Adalah Tes Karakter

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar.”Lukas 16:10

Inilah prinsip kerajaan yang sangat ditekankan oleh Ps. Jeffrey: Hal besar tidak akan dipercayakan jika kita belum terbukti dalam hal kecil. Banyak orang menantikan kesempatan besar, namun mengabaikan proses pembentukan Tuhan dalam hal kecil yang tampaknya tidak penting.

Untuk sampai di akhir, anda perlu Proses dan Waktu, saya tidak tahu berapa lama. Dalam proses, anda harus belajar untuk tekun dan setia, juga bersabar, dan tahan uji / banting.

JIka anda mengerti bahwa benih akan bisa mengantar ke masa depan anda, dan setia dan produktif terhadap hal itu, maka karakter anda sedang dibentuk. Sehingga pada saat anda siap untuk panggung yang lebih besar, karakter anda akan cukup untuk menahan-nya.

Life is about a destination and journey- Ps. Jeffrey Rachmat.

Ps. Jeffrey menegaskan bahwa Tuhan lebih tertarik pada pembentukan karakter daripada percepatan promosi. Karena hanya karakter yang kuat yang bisa menopang kapasitas yang besar. Maka, proses menjadi sangat penting. Dalam proses itulah dibentuk:

  • Ketekunan: kemampuan untuk tetap berjalan meski tidak ada hasil instan
  • Kesetiaan: tetap melakukan yang benar bahkan ketika tidak ada yang melihat
  • Kesabaran: menunggu waktu Tuhan tanpa frustrasi
  • Ketahanan uji: tidak gampang menyerah ketika tantangan datang

“Kalau kamu terlalu besar untuk perkara kecil, kamu terlalu kecil untuk perkara besar.” — Ps. Jeffrey Rachmat

Proses: Jalan Menuju Tujuan

Ps. Jeffrey pernah berkata,

“Life is about a destination and journey. Kalau hanya fokus ke perjalanan (journey) saja dan tidak punya tujuan, itu namanya cuma jalan-jalan sore.”

Artinya, hidup ini bukan sekadar menikmati proses tanpa arah, tetapi kita juga tidak bisa hanya memikirkan tujuan besar tanpa menjalani proses yang Tuhan tetapkan. Tuhan memang punya rencana besar, tetapi rencana itu dicapai melalui proses—dan proses itu dimulai dari hal kecil.

Contohnya:

  • Yusuf yang diberi mimpi besar, tapi perjalanannya dimulai dari sumur, dijual sebagai budak, lalu penjara—baru akhirnya istana.
  • Daud yang diurapi menjadi raja, tapi tetap menggembalakan domba, dan bahkan lari dari Saul—sebelum akhirnya duduk di takhta.
  • Daniel yang setia dalam prinsip kecil, seperti menjaga makanan dan ibadah—sebelum akhirnya menjadi penasihat raja.

Jangan remehkan musim tersembunyi. Jangan anggap kecil tanggung jawab yang saat ini Anda pegang. Dalam ekonomi Kerajaan Allah, hal kecil adalah tempat di mana hal besar dilahirkan. Kesetiaan hari ini adalah landasan kepercayaan untuk besok.

“Tuhan ingin membawa Anda ke tempat yang besar, tapi Ia sedang melihat bagaimana Anda mengelola tempat yang kecil hari ini.” — Ps. Jeffrey Rachmat

Tetaplah tekun, setia, sabar, dan tahan uji. Karena itulah cara Tuhan bekerja—melalui proses dan hal-hal kecil—untuk membentuk kita menjadi pribadi yang mampu menanggung berkat yang besar.

2. SPIRIT OF EXCELLENCE ADALAH POLA PIKIR DAN POLA HIDUP

Spirit of excellence bukan sekadar hasil kerja baik, tetapi prinsip hidup yang melekat. Bukan tentang mengalahkan orang lain, tapi menjadi lebih baik dari diri kita sendiri setiap hari. Menjadi suami/istri yang lebih baik, pelayan yang lebih berdampak, karyawan yang lebih bernilai.

“How can I be better, and how can I do this better?”

Daniel adalah contoh luar biasa dari seseorang yang memegang teguh prinsip excellence dalam karakter, iman, dan keahlian, bahkan ketika berada di lingkungan yang tidak mendukung iman dan nilai-nilai Yahudi.

Daniel 1:8‭-‬9 Daniel berketetapan untuk tidak menajiskan dirinya dengan santapan raja dan dengan anggur yang biasa diminum raja; dimintanyalah kepada pemimpin pegawai istana itu, supaya ia tak usah menajiskan dirinya. Maka Allah mengaruniakan kepada Daniel kasih dan sayang dari pemimpin pegawai istana itu.

Daniel tetap menjaga integritas rohani dalam tekanan budaya Babel. Ia tidak hanya unggul secara rohani, tetapi juga sangat cakap dan bijaksana dalam pekerjaannya. Allah memberinya pengetahuan, hikmat, dan kemampuan yang membuatnya sepuluh kali lebih cerdas dari ahli-ahli istana (Daniel 1:17–20).

Tuhan bukan hanya sekedar interested terhadap Hati kita, tetapi Tuhan juga tertarik untuk memakai Otak kita. Tuhan menganugerahkan kecerdasan, kepandaian, pengertian dan kebijaksanaan kepada Daniel.

Dan disaat Daniel berhasil dan diberikan kedudukan yang besar, dia tidak lupa akan teman-teman-nya. Sukses hari ini bukan sukses besok. Excellent bukan perbuatan tunggal tapi prinsip hidup.

Daniel 1:17 Kepada keempat orang muda itu Allah memberikan pengetahuan dan kepandaian tentang berbagai-bagai tulisan dan hikmat, sedang Daniel juga mempunyai pengertian tentang berbagai-bagai penglihatan dan mimpi.

Daniel 1:20 Dalam tiap-tiap hal yang memerlukan kebijaksanaan dan pengertian, yang ditanyakan raja kepada mereka, didapatinya bahwa mereka sepuluh kali lebih cerdas dari pada semua orang berilmu dan semua ahli jampi di seluruh kerajaannya.

Yang membuat saya takjub disaat membaca Kisah Daniel adalah bahwa Raja sampai menyembah Daniel. Dalam hidupnya, Daniel memegang teguh nilai-nilai yang akhirnya mempermuliakan nama Tuhan. Sampai-sampai  Rajanya sendiri mengakui hal tersebut. Daniel mulai dari hal kecil yaitu mengartikan mimpi dan hal-hal besar pun datang.

Daniel 2:46‭-‬49 – Lalu sujudlah raja Nebukadnezar serta menyembah Daniel; juga dititahkannya mempersembahkan korban dan bau-bauan kepadanya. Berkatalah raja kepada Daniel: “Sesungguhnyalah, Allahmu itu Allah yang mengatasi segala allah dan Yang berkuasa atas segala raja, dan Yang menyingkapkan rahasia-rahasia, sebab engkau telah dapat menyingkapkan rahasia itu.” Lalu raja memuliakan Daniel: dianugerahinyalah dengan banyak pemberian yang besar, dan dibuatnya dia menjadi penguasa atas seluruh wilayah Babel dan menjadi kepala semua orang bijaksana di Babel. Atas permintaan Daniel, raja menyerahkan pemerintahan wilayah Babel itu kepada Sadrakh, Mesakh dan Abednego, sedang Daniel sendiri tinggal di istana raja.

Karena keunggulannya, Daniel melayani di tiga masa pemerintahan: Nebukadnezar, Darius, dan Belsyazar. Ia tidak mencari promosi — orang lainlah yang mempromosikannya. Sama hal-nya dengan pekerjaan anda, kalau product dan service anda excellent, anda tidak perlu mempromosikan hal itu, karena orang lain dan customer yang akan melakukan hal itu untuk anda.

Daniel 5:11‭-‬14 sebab dalam kerajaan tuanku ada seorang yang penuh dengan roh para dewa yang kudus! Dalam zaman ayah tuanku ada terdapat pada orang itu kecerahan, akal budi dan hikmat yang seperti hikmat para dewa. Ia telah diangkat oleh raja Nebukadnezar, ayah tuanku menjadi kepala orang-orang berilmu, para ahli jampi, para Kasdim dan para ahli nujum, karena pada orang itu terdapat roh yang luar biasa dan pengetahuan dan akal budi, sehingga dapat menerangkan mimpi, menyingkapkan hal-hal yang tersembunyi dan menguraikan kekusutan, yakni pada Daniel yang dinamai Beltsazar oleh raja. Baiklah sekarang Daniel dipanggil dan ia akan memberitahukan maknanya!” Lalu dibawalah Daniel menghadap raja. Bertanyalah raja kepada Daniel: “Engkaukah Daniel itu, salah seorang buangan yang telah diangkut oleh raja, ayahku, dari tanah Yehuda? Telah kudengar tentang engkau, bahwa engkau penuh dengan roh para dewa, dan bahwa padamu terdapat kecerahan, akal budi dan hikmat yang luar biasa.

Pada pemerintahan Raja Darius, ada orang-orang yang iri kepada Daniel. Mereka pun menjebak Raja Darius untuk mengeluarkan suatu perintah agar rakyat hanya boleh memohon pada raja. Mereka tahu bahwa setiap hari Daniel akan berdoa dan memohon pada Allah-nya. Raja Darius terjebak untuk melakukan ketetapan beribadah ini, Sehingga, akhir-nya Daniel ditangkap karena menyalahi aturan itu, dan harus dimasuk-kan ke Kandang Singa. 

Daniel 6:1‭-‬5 – Darius, orang Media, menerima pemerintahan ketika ia berumur enam puluh dua tahun. Lalu berkenanlah Darius mengangkat seratus dua puluh wakil-wakil raja atas kerajaannya; mereka akan ditempatkan di seluruh kerajaan; membawahi mereka diangkat pula tiga pejabat tinggi, dan Daniel adalah salah satu dari ketiga orang itu; kepada merekalah para wakil-wakil raja harus memberi pertanggungan jawab, supaya raja jangan dirugikan. Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi dan para wakil raja itu, karena ia mempunyai roh yang luar biasa; dan raja bermaksud untuk menempatkannya atas seluruh kerajaannya. Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apa pun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.

Raja Darius kaget karena dijebak dan berusaha untuk menyelamatkan Daniel, Lucu-nya, Singa-nya tidak memakan Daniel, dan bahkan Raja Darius juga sampai berpuasa agar Daniel tidak dimakan oleh singa.

“Maka Daniel ini melebihi para pejabat tinggi… karena ia mempunyai roh yang luar biasa.”Daniel 6:3

(KJV) Then this Daniel was preferred above the presidents and princes, because an excellent spirit was in him; and the king thought to set him over the whole realm.

Begitu luar biasa pembelaan Raja ini untuk Daniel, dan pada akhir-nya, Kemuliaan Tuhan dimuliakan melalui kesaksian Raja dan prinsip hidup Daniel yang excellence. Daniel tidak perlu bersaksi, tetapi Raja Darius-lah yang bersaksi.

Daniel 6:25‭-‬28 – Raja memberi perintah, lalu diambillah orang-orang yang telah menuduh Daniel dan mereka dilemparkan ke dalam gua singa, baik mereka maupun anak-anak dan isteri-isteri mereka. Belum lagi mereka sampai ke dasar gua itu, singa-singa itu telah menerkam mereka, bahkan meremukkan tulang-tulang mereka. Kemudian raja Darius mengirim surat kepada orang-orang dari segala bangsa, suku bangsa dan bahasa, yang mendiami seluruh bumi, bunyinya: “Bertambah-tambahlah kiranya kesejahteraanmu! Bersama ini kuberikan perintah, bahwa di seluruh kerajaan yang kukuasai orang harus takut dan gentar kepada Allahnya Daniel, sebab Dialah Allah yang hidup, yang kekal untuk selama-lamanya; pemerintahan-Nya tidak akan binasa dan kekuasaan-Nya tidak akan berakhir. Dia melepaskan dan menolong, dan mengadakan tanda dan mujizat di langit dan di bumi, Dia yang telah melepaskan Daniel dari cengkaman singa-singa.”

Kalau anda setia dengan perkara yang kecil, maka anda juga akan setia dengan perkara yang besar. Daniel setia dengan perkara yang kecil, Dalam 3 pemerintahan, Daniel tetap konsisten dengan iman-nya, dan mempunyai jabatan yang tinggi di 3 pemerintahan itu.

4. PRINSIP YANG PERLU DIPEGANG DALAM DUNIA KERJA & BISNIS

Dalam konteks profesional dan marketplace, prinsip excellence sangat relevan:

  • Fokus pada detail kecil: pelayanan yang unggul terletak pada perhatian terhadap hal-hal sederhana namun berdampak.
  • Setia dalam tanggung jawab sekarang, tidak peduli kecil atau besar, karena Tuhan menilai ketekunan lebih dari penampilan.
  • Jadikan proses pembentukan karakter sebagai bagian dari perjalanan, bukan rintangan. Selalu bertumbuh menjadi lebih baik.
  • Bangun reputasi dan kepercayaan, bukan dengan promosi diri, tapi dengan kualitas yang konsisten.
  • Jangan hanya jaga hati, tapi juga asah kemampuan, karena Tuhan tertarik memakai hati yang murni dan pikiran yang tajam.

PENUTUP: JADILAH ORANG-ORANG SEPERTI DANIEL

Apakah hari ini Anda sedang memegang sesuatu yang terlihat kecil dan tidak penting? Jangan remehkan. Mungkin itulah benih sesawi yang akan bertumbuh menjadi pohon besar.

“Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri…”Amsal 22:29

Tuhan mencari orang-orang seperti Daniel—yang excellence dalam karakter, iman, dan kerja. Mereka inilah yang akan berdiri di hadapan raja, membawa terang Kristus, dan memuliakan nama-Nya.

Jangan berhenti. Tetap setia. Think Big, Start Small. One step at a time.
Tuhan akan membawa Anda dari satu kemuliaan ke kemuliaan yang lebih besar.
God bless you.

Tinggalkan komentar