Mat.10:16 “Lihat, Aku mengutus kamu seperti domba ke tengah-tengah serigala, sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
Ayat ini konsteksnya adalah Yesus mengutus murid-murid-Nya untuk memberitakan Injil dengan menyatakan Kerajaan Allah sudah datang ke dunia. Mereka harus waspada karena akan ada tantangan dan mereka akan menghadapi keadaan yang digambarkan seperti “domba yang lemah dan tidak berdaya di tengah-tengah serigala-serigala yang buas.” Tetapi ayat ini bukan hanya untuk murid-murid saat itu, tetapi juga untuk kita, murid-murid Tuhan Yesus di tahun 2024, ketika kita memasuki dunia kerja dengan misi untuk menyatakan Kerajaan Allah di dunia kerja, kita akan berhadapan dengan dunia kerja yang keras, licik, licin, bahkan terkadang kejam.
“Sebab itu hendaklah kamu cerdik seperti ular dan tulus seperti merpati.”
Tuhan Yesus memberikan pesan bagaimana murid-murid-Nya bukan saja bisa survive, tetapi juga berhasil menjalankan misinya.
Si domba harus lebih cerdik dari si serigala.
Tetapi juga pada saat yang sama harus tetap tulus, seperti merpati yang tidak punya agenda tersembunyi. Tulus dalam Bahasa asli nya akeraioi yang artinya murni, tidak berbahaya, jujur.
Tuhan Yesus memberikan pesan kepada murid-murid-Nya dan juga kepada kita: Harus CERDIK tapi TULUS dan harus TULUS tetapi juga CERDIK. Kecerdikan tanpa ketulusan menghasilkan manusia predator. Orang2 yang menghalalkan segara cara untuk keuntungan diri sendiri, tanpa peduli apakah yang dilakukannya mencelakai atau merugikan orang lain. Ketulusan tanpa kecerdikan tidak akan menghasilkan perubahan apapun di muka bumi ini.
Maz.78:72 “Ia menggembalakan mereka dengan ketulusan hatinya, dan menuntun mereka dengan kecakapan tangannya.”
(NIV) “David shepherded them with integrity of heart; with skillful hands he led them.”
CAKAP dan TULUS merupakan dua kualitas penting yang Tuhan mau kita miliki dan kita demonstrasikan di dunia kerja, apapun profesi kita.
Kita harus terus bertumbuh dalam KECAKAPAN atau kompetensi, karena kompetensi adalah ukuran yang dimengerti dan dihargai oleh dunia.
Ams.22:29 Pernahkah engkau melihat orang yang cakap dalam pekerjaannya? Di hadapan raja-raja ia akan berdiri, bukan di hadapan orang-orang yang hina.
Ams.22:29 (MSG) Observe people who are good at their work— skilled workers are always in demand and admired; they don’t take a backseat to anyone.
Amatilah orang-orang yang ahli dalam pekerjaannya—pekerja terlatih selalu dibutuhkan dan dikagumi; mereka TIDAK akan kalah dari orang lain.
Untuk dapat menjadi terang dan garam di dunia kerja, kita harus mampu menunjukkan bahwa kita memiliki kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia. Jika kita punya kompetensi yang dibutuhkan dunia, kita akan dihargai, sebaliknya jika kita tidak memiliki kompetensi yang dibutuhkan dunia, kita tidak akan dihargai.
Ams.22:29 (NLT) Do you see any truly competent workers? They will serve kings rather than working for ordinary people.
Apakah Anda melihat pekerja yang benar-benar kompeten? Mereka akan melayani raja bukan bekerja untuk orang biasa.
Kita harus terus mengasah kecakapan kita dengan terus belajar dan bertumbuh dalam pengetahuan dan keahlian kita di bidang kita masing-masing – menjadi orang dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia — sehingga kita menghasilkan karya yang ekselen.
Ams.18:15 (NLT) Intelligent people are always ready to learn. Their ears are open for knowledge.
Orang cerdas selalu siap belajar. Telinganya terbuka untuk pengetahuan.
Excellence in the workplace refers to consistently performing at a high standard and going beyond basic expectations to achieve outstanding results. It involves a commitment to quality, continuous improvement, and the pursuit of the best possible outcomes in all aspects of work.
Keunggulan di tempat kerja merujuk pada pencapaian dengan standar yang tinggi secara konsisten dan melampaui ekspektasi untuk mencapai hasil yang luar biasa. Ini melibatkan komitmen terhadap kualitas, perbaikan yang terus menerus, dan pencarian hasil terbaik dalam semua aspek pekerjaan.
Excellence bukan berarti kesempurnaan, tetapi memberikan yang terbaik sampai batas kemampuan kita.
Col.3:23 (ERV) In all the work you are given, do the best you can. Work as though you are working for the Lord, not any earthly master.
Dalam semua pekerjaan yang diberikan kepadamu, lakukan yang terbaik yang kamu bisa. Bekerjalah seolah-olah kamu bekerja untuk Tuhan, bukan untuk tuan di dunia.
Extra mile Principle
Mat.5:41 Dan siapapun yang memaksa engkau berjalan sejauh satu mil, berjalanlah bersama dia sejauh dua mil.

“There is no traffic jam on the second mile!”
Zig Ziglar
Tidak ada kemacetan di mil kedua [karena tidak banyak yang bersedia menjalaninya, seketika membuat anda menjadi berbeda dan unggul.]

“Successful people do consistently what other people do occasionally.”
Craig Groeschel
Orang-orang sukses secara konsisten melakukan apa yang orang lain lakukan hanya sesekali.
Selain dikenal sebagai orang yang cakap dalam pekerjaan, setiap orang Kristen juga perlu dikenal memiliki INTEGRITAS –ketulusan dan kejujuran — dalam bekerja.
Ams.11:1 Neraca serong adalah kekejian bagi TUHAN, tetapi Ia berkenan akan batu timbangan yang tepat.
(FAYH) TUHAN membenci penipuan dan senang akan kejujuran.
Maz.25:21 Ketulusan dan kejujuran kiranya mengawal aku, sebab aku menanti-nantikan Engkau.
(NLT) May integrity and honesty protect me, for I put my hope in you.
Kej.20:1 Lalu Abraham berangkat dari situ ke Tanah Negeb dan ia menetap antara Kadesh dan Syur. Ia tinggal di Gerar sebagai orang asing. (2) Oleh karena Abraham telah mengatakan tentang Sara, isterinya: “Dia saudaraku,” maka Abimelekh, raja Gerar, menyuruh mengambil Sara. (3) Tetapi pada waktu malam Allah datang kepada Abimelekh dalam suatu mimpi serta berfirman kepadanya: “Engkau harus mati oleh karena perempuan yang telah kau ambil itu; sebab ia sudah bersuami.”
Kej.20:4 Adapun Abimelekh belum menghampiri Sara. Berkatalah ia: “Tuhan! Apakah Engkau membunuh orang yang tak bersalah? (5) Bukankah orang itu sendiri mengatakan kepadaku: Dia saudaraku? Dan perempuan itu sendiri telah mengatakan: Ia saudaraku. Jadi hal ini kulakukan dengan hati yang tulus dan dengan tangan yang suci.”
(Amp) In the integrity of my heart and innocence of my hands I have done this.”
Kej.20:6 Lalu berfirmanlah Allah kepadanya dalam mimpi: “Aku tahu juga, bahwa engkau telah melakukan hal itu dengan hati yang tulus, maka Akupun telah mencegah engkau untuk berbuat dosa terhadap Aku; sebab itu Aku tidak membiarkan engkau menjamah dia.
(Amp) Then God said to him in the dream, “Yes, I know you did this in the integrity of your heart …
Maz.41:12 (FAYH) Engkau telah melindungi aku karena aku tulus. Engkau telah menerima aku di hadirat-Mu untuk selama-lamanya.
Ketulusan memberikan rasa aman karena tidak ada yang perlu kita takutkan dalam hidup.
Ketulusan memberikan kedamaian.
The most satisfying feeling you can experience comes from being completely honest with God and yourself.
Perasaan paling memuaskan yang bisa Anda rasakan datang dari kejujuran penuh dengan Tuhan dan diri Anda sendiri.”
Competence makes you capable, but integrity makes you credible. Kompetensi membuat Anda mampu, tetapi integritas membuat Anda dapat dipercaya.
Ams.22:1 (FAYH) Jika engkau harus memilih, pilihlah nama baik daripada kekayaan yang besar; karena dikasihi dan dihormati orang lebih baik daripada perak dan emas.
Competence opens doors, but credibility keeps them open. Kompetensi membuka pintu, tetapi kredibilitas yang membuatnya tetap terbuka.
Karier yang baik, penghasilan yang besar, usaha yang berhasil baru setengah kesuksesan…
- Sukses sejati adalah ketika kita tetap menjaga hati kita tetap benar berapapun yang dipertaruhkan.
- Sukses sejati adalah ketika orang-orang terdekat kita masih mencintai kita setelah kita mencapai puncak karier yang kita impikan.
- Sukses sejati adalah ketika hati kita tetap melekat kepada Tuhan sesudah mengalami keberhasilan.
My work station is my worship station.
Ken Costa
Pada akhirnya kita menyadari bahwa karier yang baik, penghasilan yang besar atau usaha yang berhasil, adalah BONUS, TUJUAN dari pekerjaan adalah untuk menghormati Tuhan, melayani Tuhan dan melayani orang-orang lain.