Yos.5:10 Sementara berkemah di Gilgal, orang Israel itu merayakan Paskah pada hari yang keempat belas bulan itu, pada waktu petang, di dataran Yerikho. (11) Lalu pada hari sesudah Paskah mereka makan hasil negeri itu, yakni roti yang tidak beragi dan bertih gandum, pada hari itu juga
Yos.5:12 Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.
(ERV) The next morning, the manna from heaven stopped coming. This happened the first day after the people ate the food that grew in the land of Canaan. From that time on, the Israelites did not get the manna from heaven.
Kalau anda jadi orang Israel pada waktu itu, akan happy atau akan sedih? Selama 40 tahun setiap pagi Tuhan kirim makanan, mereka tidak usah bekerja, tinggal pungut saja, sekarang tidak ada lagi manna.
Atau anda akan senang, walaupun artinya harus bekerja, menabur, menunggu tuaian, tetapi berhentinya manna menandari suatu era baru yaitu Tuhan membawa mereka masuk ke tanah perjanjian, negri yang berlimpah susu dan madunya.
FROM JUST ENOUGH TO More than enough || DARI KECUKUPAN KEPADA KELIMPAHAN
Kel.16:1 Setelah mereka berangkat dari Elim, tibalah segenap jemaah Israel di padang gurun Sin, yang terletak di antara Elim dan gunung Sinai, pada hari yang kelima belas bulan yang kedua, sejak mereka keluar dari tanah Mesir. (2) Di padang gurun itu bersungut-sungutlah segenap jemaah Israel kepada Musa dan Harun; (3) dan berkata kepada mereka: “Ah, kalau kami mati tadinya di tanah Mesir oleh tangan TUHAN ketika kami duduk menghadapi kuali berisi daging dan makan roti sampai kenyang! [Halu!] Sebab kamu membawa kami keluar ke padang gurun ini untuk membunuh seluruh jemaah ini dengan kelaparan.”
Kel.16:4 Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Sesungguhnya Aku akan menurunkan dari langit hujan roti bagimu; maka bangsa itu akan keluar dan memungut tiap-tiap hari sebanyak yang perlu untuk sehari, supaya mereka Kucoba, apakah mereka hidup menurut hukum-Ku atau tidak.
Kel.16:14 Ketika embun itu telah menguap, tampaklah pada permukaan padang gurun sesuatu yang halus, sesuatu yang seperti sisik, halus seperti embun beku di bumi. (15) Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: “Apakah ini?” Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: “Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.
Kel.16:16 Beginilah perintah TUHAN: Pungutlah itu, tiap-tiap orang menurut keperluannya; masing-masing kamu boleh mengambil untuk seisi kemahnya, segomer seorang, menurut jumlah jiwa.” (17) Demikianlah diperbuat orang Israel; mereka mengumpulkan, ada yang banyak, ada yang sedikit. (18) Ketika mereka menakarnya dengan gomer, maka orang yang mengumpulkan banyak, tidak kelebihan dan orang yang mengumpulkan sedikit, tidak kekurangan. Tiap-tiap orang mengumpulkan menurut keperluannya.
Kel.16:20 Tetapi ada yang tidak mendengarkan Musa dan meninggalkan dari padanya sampai pagi, lalu berulat dan berbau busuk. Maka Musa menjadi marah kepada mereka. (21) Setiap pagi mereka memungutnya, tiap-tiap orang menurut keperluannya; tetapi ketika matahari panas, cairlah itu.
Kel.16:31 Umat Israel menyebutkan namanya: Manna ; warnanya putih seperti ketumbar dan rasanya seperti rasa kue madu.
Tuhan memeliharakan bangsa Israel selama 40 tahun di padang gurun dengan manna, tiap pagi mereka memungut manna, setiap keluarga mengambil sejumlah pas untuk seluruh anggota keluarganya – tidak lebih, tidak kurang, tidak ada sisa — demikianlah Tuhan memeliharakan mereka.
Melalui manna mengajarkan kepada Bangsa Israel untuk bergantung kepada Tuhan setiap hari.
Seperti Tuhan memelihara bangsa Israel di padang gurun dengan manna, Dia juga sanggup memelihara kita melalui setiap musim kehidupan. Just as God provided manna to sustain Israel in the wilderness, He is able to sustain us through every season of life.
Fil.4:19 Allahku akan memenuhi segala keperluanmu menurut kekayaan dan kemuliaan-Nya dalam Kristus Yesus.
(NLT) And this same God who takes care of me will supply all your needs from his glorious riches, which have been given to us in Christ Jesus.
‘Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya,’ menyatakan iman dan kebergantungan kita kepada Tuhan. (ref. Mat.6:11)
‘Give us today our daily bread,’ expresses our faith and dependence on God.
“Remembering God’s provision in the past gives us confidence to trust Him with our future.”
— Charles R. Swindoll
Mengingat pemeliharaan Tuhan di masa lalu memberi kita keyakinan untuk mempercayakan masa depan kita kepada-Nya.
Yos.5:12 Lalu berhentilah manna itu, pada keesokan harinya setelah mereka makan hasil negeri itu. Jadi orang Israel tidak beroleh manna lagi, tetapi dalam tahun itu mereka makan yang dihasilkan tanah Kanaan.
Bangsa Israel punya pilihan: bersungut-sungut lagi karena tidak ada lagi manna dan artinya harus bekerja, atau akan bersukacita karena berarti kita akan memasuki suatu season yang baru, hidup tidak lagi pas-pasan tetapi dapat mengalami janji Tuhan, yaitu hasil dari tanah yang “berlimpah susu dan madu.” Artinya dapat mengalami kelimpahan; tapi untuk itu harus bekerja, menanam dan beriman untuk tuaian.
THE PLAN
Kel.3:8 Sebab itu Aku telah turun untuk melepaskan mereka dari tangan orang Mesir dan menuntun mereka keluar dari negeri itu ke suatu negeri yang baik dan luas, suatu negeri yang berlimpah-limpah susu dan madunya …
Tuhan membawa mereka memasuki suatu situasi yang belum pernah mereka alami yaitu KELIMPAHAN.
Berhentinya manna, artinya sekarang mereka akan menabur dan menunai, tidak lagi dibatasi oleh apa yang mereka perlukan setiap hari, tetapi dapat mengalami keadaan yang belum pernah mereka alami sebelumnya yaitu KELIMPAHAN.
THE PROMISE
Ula.8:7 Sebab TUHAN, Allahmu, membawa engkau masuk ke dalam negeri yang baik, suatu negeri dengan sungai, mata air dan danau, yang keluar dari lembah-lembah dan gunung-gunung; (8) suatu negeri dengan gandum dan jelainya, dengan pohon anggur, pohon ara dan pohon delimanya; suatu negeri dengan pohon zaitun dan madunya;
Ula.8:9 … suatu negeri, di mana engkau akan makan roti dengan tidak usah berhemat, di mana engkau tidak akan kekurangan apapun; suatu negeri, yang batunya mengandung besi dan dari gunungnya akan kaugali tembaga. (10) Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu.
2Kor.9:8 Dan Allah sanggup melimpahkan segala kasih karunia kepada kamu, supaya kamu senantiasa berkecukupan di dalam segala sesuatu dan malah berkelebihan di dalam pelbagai kebajikan.
(CEV) God can bless you with everything you need, and you will always have more than enough to do all kinds of good things for others.
Kita percaya Tuhan sanggup peliharakan hidup kita apapun musim yang sedang kita lalui, tetapi kita juga perlu memiliki iman “more than enough.”
Kelimpahan bukan hanya tentang kekayaan materi, tetapi tentang KUALITAS HIDUP yang mencakup kedewasan rohani, kesehatan emosi, dan hubungan dengan Tuhan.
Abundance is not just about material wealth, but about QUALITY OF LIFE which includes spiritual maturity, emotional health, and relationship with God.
Ams.36:8-9 (NLT) You feed them from the abundance of your own house, letting them drink from your river of delights. For you are the fountain of life, the light by which we see.
Engkau memberi mereka makan dari kelimpahan rumah-Mu sendiri, membiarkan mereka minum dari sungai kesenangan-Mu. Engkaulah sumber kehidupan, terang yang membuat kami melihat.
Ams.10:22 The blessing of the Lord makes a person rich, and He adds no sorrow with it.
(FAYH) Berkat TUHAN adalah kekayaan kita yang sesungguhnya, yang tidak disertai dukacita.
KELIMPAHAN menuntut KEDEWASAAN untuk kita menjadi STEWARD (pengelola yang baik) .
Tuhan memberikan kesempatan dan tanggung jawab kepada bangsa Israel untuk mengelola Tanah Perjanjian – negri yang berlimpah susu dan madu – supaya mereka mengalami kelimpahan dari hasil tanah itu.
Selama Tuhan peliharakan mereka dengan manna, Bangsa Israel mengenal HUKUM SUPERNATURAL, tetapi Tuhan mau mereka juga belajar hidup dengan HUKUM NATURAL, sebagai contoh mereka harus bekerja dan belajar siklus tabur tuai.
Ini berlaku juga untuk kita, Tuhan ingin kita bertumbuh mengalami KEDEWASAAN, menjadi PENGELOLA (steward) yang baik atas semua potensi dan resources yang Tuhan sudah sediakan supaya kita tidak berkekurangan tetapi sebaliknya mengalami KELIMPAHAN.
Ams.21:20 Harta yang indah dan minyak ada di kediaman orang bijak, tetapi orang yang bebal memboroskannya.
(NLT) The wise have wealth and luxury, but fools spend whatever they get.
(CEV) Getting rich quick may turn out to be a curse.
“Maturity is not measured by age, but by the acceptance of responsibility.”
— Edwin Louis Cole
KELIMPAHAN tidak dimaksudkan untuk kita nikmati sendiri, selalu ada bagian yang dapat kita berikan setiap saat kita ingin memberikan.
2Kor.9:8 (FAYH) Allah akan dapat mengimbangi pemberian Saudara itu dengan memberikan kepada Saudara segala yang Saudara perlukan dan bahkan lebih daripada itu. Dengan demikian, bukan saja kebutuhan Saudara sendiri tercukupi, malah Saudara akan berkelebihan, sehingga Saudara dapat memberikannya kepada orang lain dengan sukacita.
LEARNING THE SECRET OF CONTENTMENT. BELAJAR RAHASIA RASA CUKUP.
Fil.4:12 “Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. (13) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”
Fil.4:12 (TSI) Jadi saya tahu bagaimana bisa berbahagia, baik ketika hidup dalam kekurangan maupun dalam kelebihan. Karena saya sudah menemukan rahasia untuk dapat merasa puas dalam segala keadaan, baik kenyang maupun lapar, baik kaya maupun miskin.
“Understanding the secret to living in both abundance and scarcity is crucial, as it empowers us to navigate life’s ups and downs gracefully.”
@budihidajat88
“Memahami rahasia untuk hidup dalam kelimpahan dan kekurangan sangat penting, karena hal ini memberi kita kekuatan untuk mengarungi liku-liku kehidupan oleh kasih karunia.”
Fil.4:12 (TLB) I know how to live on almost nothing or with everything. I have learned the secret of contentment in every situation, whether it be a full stomach or hunger, plenty or want;
Aku telah belajar rahasia untuk merasa cukup dalam setiap situasi, baik itu perut kenyang atau lapar, dalam kelimpahan atau kekurangan.”
CONTENTMENT / RASA CUKUP lebih tentang mindset (sikap) daripada berapa banyak penghasilan kita atau kekayaan kita.
- Ada orang kaya yang miskin
- Ada orang kaya yang kaya
- Ada orang miskin yang kaya
- Ada orang miskin yang miskin
Luk.12:13-21 Orang Kaya yang Bodoh
(13-15) Seorang dari orang banyak itu berkata kepada Yesus: ”Guru, katakanlah kepada saudaraku supaya ia berbagi warisan dengan aku.” Tetapi Yesus berkata kepadanya: ”Saudara, siapakah yang telah mengangkat Aku menjadi hakim atau pengantara atas kamu?” Kata-Nya lagi kepada mereka: ”Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.
(16-18) Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: ”Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku perbuat; aku akan merombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku.
(19-21) Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah dan bersenang-senanglah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti?
Luk.12:21 Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah
(ERV) “This is how it will be for anyone who saves things only for himself. To God that person is not rich.”
(NLT) Yes, a person is a fool to store up earthly wealth but not have a rich relationship with God.
The secret of contentment:
- Humility / Kerendahan hati
- Gratitude / Mengucap Syukur
- Generosity / Kemurahan Hati
Humility (Kerendahan hati)
Orang kaya tersebut melupakan peranan Tuhan dalam keberhasilannya dan menganggap hasil panen yang berlimpah sepenuhnya adalah hasil kerja kerasnya, dan merasa bahwa harta yang banyak menjamin masa depannya.
Ula.8:10 Dan engkau akan makan dan akan kenyang, maka engkau akan memuji TUHAN, Allahmu, karena negeri yang baik yang diberikan-Nya kepadamu itu. (11) Hati-hatilah, supaya jangan engkau melupakan TUHAN, Allahmu, dengan tidak berpegang pada perintah, peraturan dan ketetapan-Nya, yang kusampaikan kepadamu pada hari ini;
Ula.8:12 … dan supaya, apabila engkau sudah makan dan kenyang, mendirikan rumah-rumah yang baik serta mendiaminya, (13) dan apabila lembu sapimu dan kambing dombamu bertambah banyak dan emas serta perakmu bertambah banyak, dan segala yang ada padamu bertambah banyak, (14) jangan engkau tinggi hati, sehingga engkau melupakan TUHAN, Allahmu, yang membawa engkau keluar dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan,
1 Timothy 6:17 (FAYH) Katakanlah kepada yang kaya supaya mereka jangan sombong dan jangan menggantungkan diri kepada uang yang akan segera lenyap, melainkan kebanggaan dan kepercayaan mereka hendaknya di dalam Allah yang hidup, yang dengan limpahnya selalu memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati.
Ula.8:17 Maka janganlah kaukatakan dalam hatimu: Kekuasaanku dan kekuatan tangankulah yang membuat aku memperoleh kekayaan ini. (18) Tetapi haruslah engkau ingat kepada TUHAN, Allahmu, sebab Dialah yang memberikan kepadamu kekuatan untuk memperoleh kekayaan, dengan maksud meneguhkan perjanjian yang diikrarkan-Nya dengan sumpah kepada nenek moyangmu, seperti sekarang ini.
GRATITUDE (MENGUCAP SYUKUR)
GRATITUDE helps us focus less on what we have and more on THE PROVIDER, which makes us more dependent on God.
MENGUCAP SYUKUR membantu kita untuk tidak berfokus pada apa yang kita punya dan lebih fokus pada SANG PENYEDIA, yang membuat kita semakin bergantung pada Tuhan.
Gratitude shifts our focus from what we lack to what we have been given, nurturing a spirit of contentment.
Ucapan syukur mengalihkan fokus kita dari apa yang kita tidak milikikepada apa yang telah diberikan kepada kita, membangkitkan RASA CUKUP dalam hidup kita.
GENEROSITY (KEMURAHAN HATI)
1Tim.6:18 (FAYH) Beritahukan supaya mereka mempergunakan uang mereka demi tujuan baik. Mereka wajib menjadi kaya dalam perbuatan-perbuatan baik dan dengan senang hati memberi kepada orang yang berkekurangan, selalu bersedia membagikan kepada orang lain apa yang diberikan Allah kepada mereka. (19) Dengan berbuat demikian, mereka akan menimbun untuk mereka sendiri kekayaan yang sejati di surga — itulah satu-satunya penanaman modal yang aman untuk selama-lamanya! Dan di dunia ini mereka akan mengalami kehidupan Kristen yang berbuah lebat.
“The true measure of our wealth is not how much we have, but how much we give away.”
— John Calvin
Christ is our champion for every season
Yesus Kristus adalah pembela utama kita, pemimpin, pelindung dan sumber kekuatan kita dalam semua musim kehidupan.
Fil.4:12 Aku tahu apa itu kekurangan dan aku tahu apa itu kelimpahan. Dalam segala hal dan dalam segala perkara tidak ada sesuatu yang merupakan rahasia bagiku; baik dalam hal kenyang, maupun dalam hal kelaparan, baik dalam hal kelimpahan maupun dalam hal kekurangan. (13) Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.
“God uses seasons of abundance to test our faith and maturity, while times of scarcity serve to refine our faith and deepen our spiritual lives.” @budihidajat88
Tuhan menggunakan musim kelimpahan untuk menguji iman dan kedewasaan kita, sementara masa kekurangan adalah untuk menyempurnakan iman dan memperdalam kehidupan spiritual kita.”
Ams.30:8 (TPT) And give me neither undue poverty nor undue wealth — but rather, feed my soul with the measure of prosperity that pleases you.
Jangan beri aku kemiskinan atau kekayaan yang berlebihan — tapi cukupkan jiwaku dengan kemakmuran yang sesuai dengan kehendak-Mu
Ams.30:9 (TPT) May my satisfaction be found in you. Don’t let me be so rich that I don’t need you or so poor that I have to resort to dishonesty just to make ends meet. Then my life will never detract from bringing glory to your name.
“Semoga kepuasan hidupku ada di dalam Engkau. Jangan biarkan aku menjadi terlalu kaya hingga merasa tidak membutuhkan-Mu, atau terlalu miskin hingga harus berlaku tidak jujur untuk bertahan hidup. Dengan begitu, hidupku akan selalu memuliakan nama-Mu.”
Phil.4:13 (CEV) Christ gives me the strength to face anything.
Di musim kekurangan DIA adalah sumber kekuatanku, di musim kelimpahan DIA adalah sumber kekuatan dalam hidupku.