

1. Gereja adalah Keluarga Allah
iCare bukan program, tetapi ekspresi keluarga Allah.
Secara teologis, gereja (ekklesia) bukan sebuah institusi atau agenda kegiatan atau tempat yang kita berkumpul, melainkan komunitas umat yang dipanggil Allah untuk hidup bersama sebagai keluarga Allah.
“Demikianlah kamu bukan lagi orang asing dan pendatang, melainkan kawan sewarga dari orang-orang kudus dan anggota-anggota keluarga Allah.” (Efesus 2:19)
Sejak penciptaan, Allah menegaskan bahwa manusia tidak diciptakan untuk berjalan sendiri, karena relasi adalah bagian dari desain Tuhan (“Tidak baik kalau manusia itu seorang diri saja” – Kejadian 2:18).
Ketika dosa masuk, dampaknya bukan hanya pelanggaran moral, tetapi kehancuran relasi: manusia bersembunyi dari Allah, saling menyalahkan, dan akhirnya dosa itu berpuncak pada pembunuhan—Kain membunuh Habel (Kejadian 4).
Keselamatan di dalam Kristus bekerja secara rekonsiliatif—memulihkan relasi manusia dengan Allah dan sesama (2 Korintus 5:18–19; Efesus 2:13–16), dan gereja adalah pemulihan relasi sesuai dengan desain Allah sejak semula (Efesus 2:19).
Gereja bukan sekadar tempat ibadah mingguan, tetapi rumah dan keluarga rohani.
iCare dipanggil menjadi “second family” — keluarga rohani yang nyata.
- Orang dikenal, bukan hanya dihitung (Mazmur 139:1)
- Orang diterima, bukan dihakimi (Roma 15:7)
- Orang dirawat, bukan dibiarkan berjuang sendiri (Galatia 6:2)
2. iCare sebagai “The Real Church”
Ibadah raya adalah perayaan,
iCare adalah kehidupan.
Di iCare, gereja hadir secara konkret melalui empat pilar utama:
a. Persekutuan — Saling Mengasihi
Roma 12:15 “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis.”
Penerimaan: Come as you are, but don’t stay as you are.
- Bukan basa-basi rohani, tetapi hubungan yang tulus.
- Salingmendukung, bukan saling menghakimi.
- Aman untuk menjadi authentic.
Orang tidak bertumbuh karena penghakiman, tetapi karena kasih karunia.
b. Penggembalaan
Kita rindu setiap jemaat IFGF Semarang tergembalakan dengan baik, berjenjang dari iCare. Karena itu struktur iCare – ICL, Coach, Head Coach – harus menjadi struktur PEMURIDAN dan PENGGEMBALAAN jemaat.
“Gereja yang sehat bukan diukur dari seberapa banyak orang datang, tetapi dari seberapa baik setiap domba dikenal, dijaga, dan dipeliharakan”
c. Pemuridan — Multiplikasi murid dan Pemimpin
iCare bukan tempat setiap orang dibangun menjadi murid dan dilatih memuridkan orang lain.
- Setiap anggota adalah murid yang akan memuridkan orang lain.
- Tempat pemimpin dibentuk dan dilahirkan.
Gereja yang sehat bukan hanya mengumpulkan orang, tetapi melahirkan pemimpin.
d. Penginjilan
- Belong before believe: Dalam pola Injil, penerimaan sering mendahului pertobatan. Yesus menerima orang sebelum mereka sepenuhnya percaya—kasih membuka hati bagi kebenaran. Secara teologis, ini mencerminkan kasih karunia Allah yang mendahului respons manusia.
- Membuka iCare untuk jemaat lain yang belum punya iCare.
3. Setiap Orang Dipanggil untuk Menggembalakan
Yoh.21:17 Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku?” Maka sedih hati Petrus karena Yesus berkata untuk ketiga kalinya: “Apakah engkau mengasihi Aku?”*Dan ia berkata kepada-Nya: “Tuhan, Engkau tahu segala sesuatu, Engkau tahu, bahwa aku mengasihi Engkau.” Kata Yesus kepadanya: “Gembalakanlah domba-domba-Ku.
Ini bukan panggilan eksklusif pendeta.
Ini panggilan setiap orang yang mengasihi Yesus.
Syarat Menjadi iCare Leader: Mau dan Mampu
Tuhan memampukan yang mau.
God doesn’t call the qualified, He qualifies the called.
Peran ICL dan coach:
- Menolong yang mau untuk menjadi mampu
- Membangun proses (Grooming, DJ)
5. Apa tugas gembala?
a. Mengenal Domba-Domba
Bukan sekadar tahu nama, tetapi kehidupan nyata:
- Pernikahan & keluarga
- Pekerjaan & tekanan hidup
- Keuangan & pergumulan praktis
Orang merasa digembalakan ketika hidupnya dikenal, bukan hanya kehadirannya dicatat.
b. Menjadi Teladan
- Bukan sempurna, tetapi otentik.
- Hidup yang bisa ditiru, bukan hanya kata-kata yang didengar.
Pelayanan seorang gembala yang paling utama bukan kehadirannya di panggung, melainkan oleh keteladanan hidup sehari-hari.
c. Hadir dalam Kehidupan jemaat
- Hadir dalam suka dan duka.
- Mendampingi melewati musim yang sulit.
d. Menuntun Supaya Tidak Sesat — Discipleship
- Membantu anggota membedakan suara Tuhan dan suara dunia.
- Mengarahkan pada kebenaran dengan kasih.
- Menolong mereka bertumbuh dalam kedewasaan rohani.
e. Mencari yang Terhilang
Hati gembala tidak puas hanya dengan yang hadir.
- Yang menjauh dicari
- Yang lelah dirangkul
- Yang terluka dipulihkan