Developing the Champion in You: PURPOSE


Dr. Hugh Moorhead (seorang filosof dari Northeastern Illinois University) menulis surat kepada 250 orang terkenal – para filosof, ilmuwan, penulis – bertanya:
“Apakah arti kehidupan?”

Beberapa tidak memberi jawaban, beberapa memberi jawaban tetapi mengaku mengarang, dan sebagian besar meminta diberitahu kalau Dr. Moorhead sudah menemukan jawabannya.


Without Purpose

“Manusia hidup tanpa TUJUAN adalah ibarat sebuah kapal tanpa kemudi…”
— Thomas Carlyle

Tanpa suatu tujuan, kehidupan bagaikan:

  • Gerakan tanpa makna
  • Kegiatan tanpa arah
  • Peristiwa tanpa alasan

“Tidak ada hal yang lebih penting daripada mengetahui tujuan Tuhan bagi kehidupan Anda, dan tidak ada yang bisa menggantikan kerugiannya jika Anda tidak mengetahui tujuan-tujuan tersebut.”
— Rick Warren


2 Cara Menemukan Tujuan Allah

1. Spekulasi

Pilihan sebagian besar orang
Mereka menebak, menduga, berteori

2. Pewahyuan

Melihat pada apa yang telah Allah nyatakan tentang kehidupan dalam Firman-Nya


Dasar Alkitab

Kolose 1:16 “…segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.”

“You were made by God and for God — and until you understand that, life will never make sense.” — Rick Warren


Kesalahan Umum dalam Mencari Tujuan

Banyak orang keliru karena berpusat pada diri sendiri, bertanya:

  • Akan menjadi apa aku?
  • Apa yang harus aku lakukan?
  • Apa sasaran hidupku?
  • Ambisi dan impianku?

“Tujuan hidup orang Kristen jauh lebih besar dari prestasi pribadi, karir, ambisi, ketenangan pikiran, bahkan keluarga. Anda dilahirkan oleh tujuan-Nya dan untuk tujuan-Nya.” – Rick Warren


Efesus 1:11–12 (MSG) “It’s in Christ that we find out who we are and what we are living for… He had designs on us for glorious living.”


Tujuan Tuhan Menciptakan Manusia

Roma 11:36 “Sebab segala sesuatu adalah dari Dia, oleh Dia, dan kepada Dia… bagi Dialah kemuliaan.”

Hidup untuk Kemuliaan Tuhan berarti:

  1. Hidup yang menyenangkan Tuhan
  2. Merefleksikan karakter Tuhan
  3. Melakukan kehendak Tuhan (assignment, tugas, pelayanan)

Yohanes 17:4 “Aku telah mempermuliakan Engkau di bumi dengan menyelesaikan pekerjaan yang Engkau berikan.”


5 Dampak Hidup Dengan Tujuan Ilahi


#1 – Memberi Arti Kehidupan

Ketika kita hidup sesuai dengan tujuan Allah, kita tidak hanya hidup —
kita mengerti mengapa kita hidup.
Di situlah makna lahir.

Masalah banyak orang bukan karena mereka tidak punya aktivitas,
tetapi karena mereka kehilangan signifikansi.

Mereka punya:

  • Pekerjaan
  • Uang
  • Jabatan
  • Kesibukan

Tetapi tetap bertanya:
“Untuk apa semua ini?”

Karena itu banyak orang mengejar:

  • Money → berharap uang memberi rasa aman
  • Position → berharap jabatan memberi identitas
  • Reputation → berharap pengakuan memberi nilai
  • Self-satisfaction → berharap kenyamanan memberi kebahagiaan

Namun semua ini adalah makna yang rapuh.
Ketika uang hilang, makna runtuh.
Ketika posisi turun, harga diri goyah.
Ketika reputasi pudar, jiwa kosong.
Ketika kenyamanan terganggu, hidup terasa hampa.

Alkitab berkata bahwa kita: “Diciptakan oleh Dia dan untuk Dia.” (Kolose 1:16)

Artinya:
Makna hidup kita tidak ditemukan di dalam diri kita,
tetapi dalam relasi dengan Sang Pencipta.

Yesus berkata, “Barangsiapa kehilangan nyawanya karena Aku, ia akan memperolehnya.” (Mat. 16:25)

Paradoks rohani ini penting:
Kita menemukan hidup ketika kita berhenti hidup untuk diri sendiri.

Saat hidup kita:

  • Tidak lagi berpusat pada “aku”
  • Tetapi pada “untuk apa Tuhan menciptakanku”

Maka pekerjaan menjadi panggilan,
uang menjadi alat,
dan kehidupan menjadi ibadah.

Makna hidup tidak lahir dari apa yang kita miliki, tetapi dari siapa yang kita layani.


#2 – Memberi Arah Kehidupan

Tanpa tujuan hidup, seseorang seperti berenang di laut gelap tanpa kompas.
Ia mungkin sibuk, tetapi tidak tahu ke mana ia sedang menuju.
Ia bergerak, tetapi tidak sedang maju ke arah yang benar.

Itulah sebabnya Alkitab berkata:

“Bila tidak ada wahyu (vision), liarlah rakyat.” (Amsal 29:18)

Kata liar di sini berarti:

  • Tanpa kendali
  • Tanpa batas
  • Tanpa tujuan
  • Tanpa arah

Banyak orang hari ini hidup seperti itu:
Mereka bekerja keras, tapi tidak tahu untuk apa.
Mereka sibuk, tapi tidak tahu ke mana hidup mereka diarahkan.

Inilah sebabnya prinsip ini sangat penting: You become effective by being selective.
Tanpa tujuan, semua hal terasa penting.
Dengan tujuan, kita tahu apa yang harus didahulukan dan apa yang harus ditolak.

Paulus menggambarkan ini dengan jelas: “Aku melupakan apa yang di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku, dan berlari kepada tujuan…”
(Filipi 3:13–14)

Hidup Paulus tidak dikendalikan oleh:

  • Masa lalu
  • Kesalahan
  • Pendapat orang
  • Tekanan sekitar

Ia dikendalikan oleh tujuan Allah.

Tujuan ilahi tidak hanya memberitahu kita apa yang mungkin,
tetapi apa yang harus kita kejar.

Ketika tujuan Tuhan mengendalikan hidup kita:

  • Waktu kita menjadi terarah
  • Energi kita menjadi terfokus
  • Keputusan kita menjadi lebih jernih

Tujuan Tuhan harus mengendalikan hidup kita sebagai anak-anak Allah.


#3 – Membuat Hidup Menjadi Sederhana

Tujuan hidup:

  • Menentukan apa yang kita lakukan dan tidak lakukan
  • Menjadi dasar dalam keputusan, waktu, dan uang

Pertanyaan utama: “Does this activity help me fulfill one of God’s purposes?”

1 Korintus 10:31 “Apapun yang kamu lakukan, lakukanlah semuanya untuk kemuliaan Allah.”

Jika tidak, kita hidup:

  • Didorong tekanan
  • Harapan orang lain
  • Mood sesaat

#4 – Memberi Motivasi dan Kekuatan

“Nothing energizes like a clear purpose.”

Banyak orang lelah bukan karena terlalu banyak bekerja,
tetapi karena mereka bekerja tanpa tahu untuk apa.

Kelelahan terdalam manusia bukan fisik —
melainkan kehilangan makna.

Ketika seseorang tidak tahu mengapa ia hidup, maka:

  • Sedikit tekanan terasa berat
  • Sedikit kegagalan terasa menghancurkan
  • Sedikit hambatan terasa seperti akhir segalanya

Tetapi ketika seseorang tahu untuk apa ia hidup, maka:

  • Penderitaan mendapat makna
  • Pengorbanan menjadi bernilai
  • Kelelahan tidak berubah menjadi keputusasaan

Alkitab menunjukkan ini dalam hidup Yesus:

“Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” (Yohanes 4:34)

Yesus mendapatkan kekuatan rohani bukan dari kenyamanan,
tetapi dari ketaatan kepada panggilan-Nya.

Itulah sebabnya Paulus bisa berkata:

“Aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang di hadapanku.” (Filipi 3:13)

Orang yang hidup dengan tujuan ilahi:

  • Tidak mudah tersinggung
  • Tidak mudah menyerah
  • Tidak mudah terseret oleh emosi

Karena mereka tidak digerakkan oleh mood,
tetapi oleh misi.

Ketika hidup kita selaras dengan tujuan Allah:

  • Kita tidak harus memaksakan motivasi
  • Kekuatan muncul dari dalam
  • Sukacita lahir di tengah kesulitan

Yesaya 26:3 (TEV) “You, Lord, give perfect peace to those who keep their PURPOSE firm and put their trust in you.”


#5 – Mempersiapkan Kita Untuk Hidup Kekal

Banyak orang hidup seolah-olah dunia ini adalah tujuan akhir.
Padahal Alkitab menegaskan: hidup sekarang adalah persiapan untuk hidup yang kekal.

Kita tidak diciptakan hanya untuk 70–80 tahun, tetapi untuk kekekalan.
Dunia ini adalah ruang pembentukan, bukan tujuan akhir.

“Setiap orang di antara kita akan memberi pertanggungjawaban tentang dirinya sendiri kepada Allah.”
(Roma 14:12)

Artinya:

  • Hidup kita tidak netral
  • Waktu kita tidak sia-sia
  • Pilihan kita tidak kecil

Semuanya sedang dipersiapkan untuk hari ketika kita berdiri di hadapan Kristus.

Yesus sendiri mengajarkan bahwa:

Kita tidak akan diukur oleh berapa banyak yang kita miliki,
tetapi oleh bagaimana kita setia dengan apa yang dipercayakan.
(Matius 25:14–30)

Orang yang hidup dengan tujuan ilahi sadar bahwa:

  • Karier adalah alat, bukan tujuan
  • Uang adalah sarana, bukan identitas
  • Kesuksesan adalah penatalayanan, bukan mahkota

Paulus berkata:

“Karena kami semua harus menghadap takhta pengadilan Kristus, supaya setiap orang memperoleh apa yang patut diterimanya, sesuai dengan yang dilakukannya dalam hidup ini.”
(2 Korintus 5:10)

Tujuan hidup yang benar membuat kita:

  • Tidak mengejar tepuk tangan manusia
  • Tetapi mencari ‘Well done, good and faithful servant’ dari Tuhan

Orang tanpa tujuan hidup akan:

  • Mengejar kenyamanan
  • Mencari keamanan
  • Hidup untuk kenikmatan sesaat

Tetapi orang yang hidup dengan tujuan ilahi akan:

  • Menanam dalam kekekalan
  • Mengorbankan yang sementara
  • Menginvestasikan hidup untuk apa yang tidak bisa binasa

“Hanya satu kehidupan akan segera berlalu.
Hanya apa yang dilakukan bagi Kristus yang akan bertahan.”

— C.T. Studd


Tinggalkan komentar