
Generasi kita menerima warisan dari para pendahulu yaitu INDONESIA yang kaya dengan budaya dan kekayaan alam yang berlimpah.

Warisan yang sangat bernilai adalah Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Pancasila sebagai Pemersatu Bangsa:
Tidak ada bangsa di dunia yang begitu beragam (suku dan Bahasa) dan terpisah di 17.000 pulau-pulau, artinya tidak ada negara lain dengan potensi perpecahan seperti Indonesia, namun Pancasila bertindak sebagai perekat yang mengikat berbagai kelompok etnis, agama, dan budaya di Indonesia.
Nilai-nilai Pancasila menyatukan kita menjadi suatu bangsa dan suatu negara dan membuat negara ini bisa tetap bersatu meskipun perbedaan yang sangat besar.
Bhinneka Tunggal Ika Sebagai Semboyan Negara
Bhinneka Tunggal Ika, berarti “Berbeda-beda tetapi tetap satu,” Semboyan ini mengingatkan kita bahwa meskipun kita berasal dari latar belakang yang berbeda, kita adalah satu bangsa, satu tanah air.
Bhinneka Tunggal Ika menegaskan bahwa perbedaan tidak boleh menjadi sumber perpecahan, tetapi justru menjadi kekayaan yang memperkuat bangsa.
Apakah semua itu kebetulan atau karena ada rencana Tuhan untuk Indonesia? Apa panggilan untuk kita gereja Tuhan di Indonesia?

Maz.2:8 Mintalah kepada-Ku, maka bangsa-bangsa akan Kuberikan kepadamu menjadi milik pusakamu, dan ujung bumi menjadi kepunyaanmu.
(NLT) Only ask, and I will give you the nations as your inheritance, the whole earth as your possession.
Pusaka (Ibr: Nachalah) artinya warisan atau hak untuk memiliki. Dalam Perjanjian Lama sering dikaitkan dengan tanah (negeri) yang dijanjikan Tuhan kepada Bangsa Israel.
Yos.11:23 Demikianlah Yosua merebut seluruh negeri itu sesuai dengan segala yang difirmankan TUHAN kepada Musa. Dan Yosuapun memberikan negeri itu kepada orang Israel menjadi milik pusaka mereka, menurut pembagian suku mereka. Lalu amanlah negeri itu, berhenti dari berperang.
Milikilah sikap sebagai PEWARIS negeri, dan menjadikan INDONESIA sebagai PUSAKA kita.

Buang ketidakpedulian atau rasa tidak suka atau bahkan kebencian. Bangun Kecintaan kepada Indonesia karenaTuhan mencintai bangsa ini.
Kita bukan hanya menumpang, Indonesia adalah PUSAKA kita.
Kita menerima warisan bukan hanya karena kita warga negara Indonesia, yang membuat kita memiliki hak dan kewajiban yang sama dengan semua warga negara lain, tetapi kita menerima warisan karena Tuhan menempatkan kita – Gereja-Nya – di Indonesia, dan Tuhan mau kita menerima Indonesia sebagai PUSAKA kita.
Tuhan mau kita menerima warisan itu dan mencintai Indonesia, sebagaimana Tuhan mencintai semua bangsa termasuk Indonesia, karena semua bangsa diciptakan oleh Tuhan.
Kis.17:26 Dari satu orang saja Ia telah menjadikan semua bangsa dan umat manusia untuk mendiami seluruh muka bumi…
Kis.17:26 (FAYH) … dan bangsa-bangsa disebarkan-Nya ke seluruh permukaan bumi. Sebelumnya sudah ditetapkan oleh-Nya bangsa yang mana akan jaya dan yang mana akan jatuh, dan juga waktunya. Ia juga menentukan perbatasan negara mereka. (27) “Maksud Allah dengan semua ini ialah supaya mereka merindukan Dia, dan barangkali mereka akan mencari serta menemukan Dia — walaupun Ia tidak pernah jauh dari kita.
Maz.68:9 (FAYH) Semua bangsa — dan Engkaulah yang membuat mereka sekalian — akan datang dan sujud di hadapan-Mu, ya Tuhan, dan memuji nama-Mu yang besar dan suci.
Tuhan mewariskan suatu bangsa kepada orang-orang yang dapat menangkap isi hati Tuhan untuk bangsa-bangsa, dan karenanya dapat mencintai bangsanya.

Pertama, marilah kita membuka hati untuk menerima impartasi hati Tuhan yang mencintai bangsa-bangsa termasuk Indonesia. Tuhan jamah hatiku, ubah hatiku, aku mau punya hati seperti hatimu mencintai manusia dari segala bangsa di dunia, termasuk juga bangsa INDONESIA.
Berhenti mengeluh tentang segala sesuatu yang salah di bangsa ini. Mulai berdoa untuk Indonesia dan memberkati bangsa ini.
Bangsa ini tidak sempurna, ada banyak kekurangan, sebagaimana tidak ada bangsa atau negara di dunia yang sempurna. Tetapi mengeluh saja tidak terlalu berguna…
Kita tidak bisa memilih dimana kita dilahirkan tetapi kita bisa memilih sikap kita terhadap bangsa ini.
– Ps Jimmy Oentoro
Yer.29:7 Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanmu.
1Taw.7:14 dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka.
- Berhenti mengutuki, mulai memberkati.
- Berhenti berkeluh kesah ttg bangsa kita.
- Berhenti mencupkan hal-hal yang negative tentang bangsa ini.
- Berhenti mengutuki menegeri ini.
- Mulai membawa Indonesia dalam doa kita
- Mulai memberkati Indonesia melalui perkataan kita.
Tidak hanya memiliki visi untuk kesuksesan pribadi. Bangun visi yang lebih besar dari kesuksesan pribadi yaitu untuk kesejahteraan bangsa.
Ams.29:18 (KJV) Where there is no vision, the people perish … || Di mana tidak ada visi, bangsa itu binasa…
Seseorang yang hidup tanpa visi bukan hanya tidak membawa manfaat untuk bangsa tetapi juga tidak membawa kebaikan untuk dirinya sendiri, akan banyak potensi yang terkubur, kesempatan yang disia-siakan, dan arah kehidupan yang menuju kepada KEBINASAAN.
Kej.13:14 Setelah Lot berpisah dari pada Abram, berfirmanlah TUHAN kepada Abram: ”PANDANGLAH sekelilingmu dan lihatlah dari tempat engkau berdiri itu ke timur dan barat, utara dan selatan, (15) sebab seluruh negeri yang KAU LIHAT itu akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu untuk selama-lamanya.
(NLT) I am giving all this land, as far as you can see, to you and your descendantsas a permanent possession.
Kita tidak dapat mengalami atau memiliki apa yang tidak kita lihat. Segala sesuatu akan terjadi karena sebuah visi.

Have a vision bigger than life.

Minta Tuhan mengubah cara kita melihat supaya kita dapat melihat apa yang tidak kita lihat dengan mata jasmani, tetapi Tuhan membuat kita melihat kesempatan dan kekayaan yang ada di bangsa ini. Miliki visi yang prophetic: visi yang tidak datang dari mata jasmani, tetapi kita dapat memiliki suatu visi karena Tuhan yang singkapkan. Miliki mimpi yang besar, melampaui karier yang baik, bisnis yang sukses, miliki mimpi anda menjadi orang yang sukses tetapi juga menjadi berkat bagi banyak orang, dan menjadi berkat buat Indonesia.
Jangan hanya melihat masalah-masalah sebagai tanggung jawab pemerintah atau orang lain. Belajar mengambil tanggung jawab untukberkontribusi secara positif untukkesejahteraan bangsa.
Yer.29:7 (ERV) “Also, do good things for the city I sent you to. Pray to the Lord for the city you are living in, because if there is peace in that city, you will have peace also.”
Lakukanlah hal-hal baik untuk kota yang Aku kirimkan kamu ke sana. Berdoalah kepada Tuhan untuk kota tempat kamu tinggal, karena jika ada damai di kota itu, kamu juga akan merasakan damai.
Jika engkau ingin merubah bangsamu, rubahlah terlebih dahulu kotamu. Jika engkau ingin merubah kotamu, rubahlah keluargamu. Jika engkau ingin merubah keluargamu, rubahlah dirimu. (unknown)
“RESPONSIBILITY BEGINS WITH ME.”
- Taat pada hukum
- Bayar pajak
- Tertib berlalu lintas
- Sopan santun dan beretika
- Budaya antri
- BUDAYA MENGANTRI:
Seorang guru di Australia pernah berkata:
“Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika” kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri.” “Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?” Inilah jawabannya:
Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.
”Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI?”
- Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.
- Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
- Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting.
- Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.
- Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)
- Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.
- Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.
- Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.
- Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan.
- Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.
- Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.
- Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain.
Yer.29:7 (MSG) Make yourselves at home there and work for the country’s welfare.
Tinggalah di suatu negeri dan membuatnya menjadi pusakamu dan bekerjalah untuk kesejahteraannya.
Jangan hanya menumpang tetapi ikut BERJUANG.

Saya mengajak kita menyadari Tuhan sedang mencari orang-orang yang mengerti prinsip STEWARDSHIP, dan mau menerima tanggung jawab untuk mengelola suatu bangsa – Bangsa Indonesia. Perhatikan baik-baik: Dipercaya mengelola bangsa.
Saya berdoa anda menjadi orang-orang yang mengerti kalau Tuhan taruh kita di Indonesia, Tuhan punya maksud agar kita dapat menjadi alat-Nya mengelola apa yang menjadi milik-Nya. Saya berdoa untuk anda semua punya karier yang bagus, sukses dalam bisnis, dan melalui itu kita memberikan kontribusi yang besar dan signifikan untuk kemajuan bangsa kita. Pekerjaan tidak lagi hanya menjadi sarana mendapatkan penghasilan, tetapi menjadi sebuah panggilan hidup,
Mar.9:50 (TSI) Kalian yang mengikut Aku bisa digambarkan seperti garam. Garam dipakai untuk membuat makanan lebih enak. Tetapi kalau rasa asinnya hilang, garam itu tidak akan berguna lagi. Jangan sampai kalian seperti garam yang kehilangan rasa asin! Biarlah kalian berguna dan hidup damai satu sama lain.”
Kalau kita ingin “berguna” di bangsa ini kita harus ”menyala” – melalui kompetensi dan keunggulan — dalam setiap bidang kehidupan.
Dan.6:4 (BIS) Segera ternyata bahwa pekerjaan Daniel lebih baik daripada pekerjaan para gubernur dan pengawas-pengawas lainnya. Karena itu, raja ingin mengangkatnya menjadi penguasa seluruh kerajaan.
(5) Kemudian para pejabat tinggi dan wakil raja itu mencari alasan dakwaan terhadap Daniel dalam hal pemerintahan, tetapi mereka tidak mendapat alasan apapun atau sesuatu kesalahan, sebab ia setia dan tidak ada didapati sesuatu kelalaian atau sesuatu kesalahan padanya.
Dan.6:5 (ERV) So they watched what Daniel did as he went about doing the business of the government. But they could not find anything wrong with him, so they could not accuse him of doing anything wrong. Daniel was a man people could trust. He did not cheat the king, and he worked very hard.
Maka mereka memperhatikan apa yang dilakukan Daniel ketika ia menjalankan tugas pemerintahan. Tetapi mereka tidak dapat menemukan kesalahan padanya, sehingga mereka tidak dapat menuduhnya melakukan kesalahan apa pun. Daniel adalah orang yang dapat dipercaya. Ia tidak menipu raja, dan ia bekerja sangat keras.
Dan.6:5 (NIV) They could find no corruption in him, because he was trustworthy and neither corrupt nor negligent.
Mereka tidak menemukan Daniel korupsi, karena ia dapat dipercaya dan tidak korupsi maupun melakukan kelalaian apapun.

Modern day Daniel: Smart, Bold and Excellent
Kej.41:38 Lalu berkatalah Firaun kepada para pegawainya: “Mungkinkah kita mendapat orang seperti ini, seorang yang penuh dengan Roh Allah?” (39) Kata Firaun kepada Yusuf: “Oleh karena Allah telah memberitahukan semuanya ini kepadamu, tidaklah ada orang yang demikian berakal budi dan bijaksana seperti engkau. (40) Engkaulah menjadi kuasa atas istanaku, dan kepada perintahmu seluruh rakyatku akan taat …

Semua privileges yang Tuhan berikan dalam hidup kita pasti ada tujuannya, untuk kita gunakan bagi Kerajaan-Nya.
Semua advantage yang kita miliki misalkan keuangan, Pendidikan, kekuatan, pengaruh, network. Kita tahu semua privileges adalah anugrah Tuhan, dan karena itu Tuhan bermaksud bukan saja untuk keuntungan kita, tetapi untuk Kerajaan Tuhan di muka bumi.

“Saya percaya bahwa kita tidak harus memilih antara memiliki karier yang sukses, bisnis yang berkembang, dan keinginan untuk memuliakan Tuhan serta berkontribusi dalam membangun bangsa.”
@budihidajat88
Karier yang baik dapat memberikan kepada anda kehidupan yang baik, tetapi menghidupi panggilan Tuhan membuat anda MENYALA.
Apakah anda mau jadi pengamat yang pandai memberikan komentar atau penonton yang menikmati atau menjadi pemeran utama yang memberikan kontribusi dan menentukan masa depan Indonesia?

Here my heart touch my heart, supaya aku dapat mencintai Indonesia, seperti Tuhan mengasihi bangsa-bangsa. Open my eyes Lord, let me see things the way you see things. Supaya aku dapat melihat tidak hanya dengan mata jasmani, tetapi dengan mata jasmani dan mata iman: dapat melihat potensi yang ada di bangsa ini yang tidak terlihat dengan mata jasmani.
Here is my life Lord, kalau Tuhan mencari orang yang dapat dipercaya untuk menjadi alat Tuhan di bangsa ini, aku siap melangkah dengan iman seperti Tuhan memanggil Abraham dan Abraham pergi dengan iman, untuk menjadi alat-Mu.