Faith and Work

By Tim Keller

Isa. 60:1-11, 18-21

  • Israel dibawa kembali dari pembuangan
  • Bangsa – bangsa membawa kekayaannya ke Yerusalem, bukan karena terpaksa, tetapi karena ingin memuliakan Tuhan
  • Ini adalah gambaran untuk akhir jaman, juga sebagai gambaran dari pemenuhan design Tuhan pada waktu penciptaan
  • Emas dan perak, kawanan domba, dan biji bijian adalah hasil pekerjaan kita, dibawa untuk dipersembahkan kepada Tuhan dengan sukacita, pujian dan penyembahan, bukan karena paksaan

#1. The Important and Dignity of Work

  • Pekerjaan seringkali digambarkan sebagai “jahat”
  • Tapi di kejadian Tuhan memberikan pekerjaan kepada manusia sebagai bagian dari berkat!
  • Tuhan menciptakan Taman Eden supaya manusia bisa menikmati dan bekerja

Martin Luther : Tuhan memeliharakan kita (memberi makan) kita, melalui pekerjaan pekerjaan sehari hari (petani, peternak, dll)

Ini adalah paradigm kekristenan: Tuhan bekerja melalui pekerjaan pekerjaan manusia untuk memeliharakan seluruh ciptaan-Nya

  • Semua pekerjaan “sakral” (tidak ada yang rendah/tinggi) = sama nilainya
  • Jangan merendahkan pekerjaan orang lain; semua pekerjaan punya “dignity”
  • Karena itu jangan hanya bekerja karena uang (di pekerjaan yang membuat kita tidak happy, atau membuat Tuhan tidak happy) -> kita harus bisa menemukan dignity dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan.
  • Tidak ada perbedaan antara pekerjaan rohani dan sekuler. Contoh: Yusuf, orang yang diurapi dan dipakai Tuhan dalam pemerintahan. Artinya Tuhan juga mau memakai profesi profesi yang lain sebagai alat-Nya.

Semua orang yang melakukan pekerjaannya dengan baik memuliakan Tuhan!

#2. The Broken Purpose of Work

  • Kisah menara Babel: ketika manusia bekerja untuk “cari nama” (karena kekuatanku/ dan untuk memuaskan keinginanku)
  • Kisah John Coltrane; jazz saxophonist, Album “A Love Supreme”: dulu aku memainkan saxophone untuk cari nama,  1957 aku menjalani spiritual awakening, sekarang aku main saxophone untuk menolong orang hidup suatu kehidupan yang penuh arti: “sebagai suatu “pelayanan” untuk Tuhan
  • Ketika Adam dan Hawa mau “cari nama” akibatnya mereka diusir (pembuangan) dan hidup dalam restlessness. Pekerjaan tidak jadi berkat tapi jadi kutuk.
  • Pekerjaan menjadi sesuatu yang “melelahkan” sehingga seberapa banyak liburan pun tidak bisa mengobatinya.

Pekerjaan yang tidak dilakukan untuk Tuhan akan menjadi suatu perbudakan!

#3. The Healing of Work

  • Di salib Dia mengalami duri dan di exile (keterasingan) sebagai ganti kita
  • Sekarang kita yang percaya kepada-Nya menerima kasih-Nya tanpa work (usaha)
  • Heb.4 sekarang kita bisa masuk rest
  • Isa. 60 mereka dibawa kembali dari pembuangan untuk masuk “rest”
  • Disinilah kita menemukan identitas kita yang sejati sehingga kita bisa mengalami deep rest; karena sekarang kita tidak “cari nama” dari pekerjaan kita; tetapi sarana kita melayani Tuhan melalui melayani manusia!

Pekerjaan kita adalah sarana untuk kita dapat meleyani (memuliakan) Tuhan, melalui melayani sesama.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s